Arsip Tag: PT Vale

Radarluwu.com.KOLAKA, 28 Februari 2026 – Momentum Hari Jadi Kabupaten Kolaka ke-66 menjadi refleksi penting perjalanan pembangunan daerah yang semakin maju dan berdaya saing. Pada kesempatan istimewa ini, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, menandai dua capaian strategis: revitalisasi Pasar Sentral Mekongga dan peresmian Nursery terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka.

Dua milestone ini bukan sekadar peresmian infrastruktur, melainkan simbol kolaborasi nyata antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

*Mendorong Transformasi Ekonomi Rakyat*

Pasar Sentral Mekongga merupakan jantung perdagangan Kabupaten Kolaka yang memasok sedikitnya enam pasar tradisional di wilayah tersebut. Sebagai pusat distribusi dan pembentuk harga komoditas harian, pasar ini menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat Kolaka.

Revitalisasi pasar seluas 7,55 hektare dengan 38 blok fungsional ini dirancang menjadi lebih modern, higienis, tertata, dan ramah lingkungan. Investasi yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp200 miliar ini ditargetkan rampung dalam tiga tahun.

Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari visi jangka panjang untuk menghadirkan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan. “Bukan hanya menghadirkan secara fisik sebuah pasar tetapi kehidupan ekonomi yang betul-betul berdaya, oleh karena itu desainnya bukan hanya pasar tetapi juga fasilitas pengolahan sampah, ini cita-cita kami bersama Pak Bupati Kolaka,” ungkap Bernardus dalam sambutannya saat acara peresmian Revitalisasi Pasar Sentral Mekongga.

Ia menambahkan bahwa revitalisasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk menghadirkan ruang publik yang lebih bersih dan sehat, tanpa meninggalkan karakter tradisional yang menjadi identitas masyarakat setempat.

Bupati Kolaka, H. Amri, menyampaikan bahwa revitalisasi ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kolaka dalam meningkatkan kualitas sarana perdagangan yang lebih representatif, aman, dan nyaman. “Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan fasilitas dan infrastruktur pasar, menata kembali kios dan los agar lebih tertib, menjamin kenyamanan dan keamanan pedagang serta pembeli, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Transformasi ini berlangsung di tengah pertumbuhan investasi Kolaka yang signifikan. Pada 2025, realisasi investasi Kabupaten Kolaka tercatat mencapai sekitar Rp19,36 triliun, melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah, dengan sektor industri logam dasar dan pertambangan sebagai kontributor utama.

Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa sendiri merupakan bagian dari investasi strategis nasional dengan nilai sekitar Rp67,5 triliun (±US$4,29 miliar) untuk pengembangan pertambangan dan pengolahan nikel secara terintegrasi. Proyek ini mendukung agenda hilirisasi nasional sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tenggara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Sejak memasuki fase konstruksi, proyek ini telah:
• Menciptakan lebih dari 2.500 lapangan kerja,
• Menggerakkan ekonomi lokal melalui rantai pasok dan UMKM,
• Meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan daerah.

Komitmen tersebut dijalankan sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi fondasi strategi bisnis jangka panjang PT Vale.

*Komitmen Lingkungan dan Edukasi Jangka Panjang*

Selain penguatan ekonomi, PT Vale meresmikan Nursery seluas 5 hektare di Kecamatan Tanggetada yang terintegrasi dengan kawasan Kebun Raya Kolaka seluas total 59 hektare. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta bibit per tahun, termasuk tanaman cepat tumbuh, flora endemik Sulawesi Tenggara, tanaman buah, serta tanaman hias.

Pembangunan fasilitas pembibitan ini bukan sekadar pelengkap kegiatan operasional, melainkan wujud komitmen nyata perusahaan terhadap reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang. “Pembangunan pusat pembibitan ini merupakan simbol keseriusan kami dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan membawa manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujar Bernardus.

Nursery ini juga dirancang sebagai pusat edukasi lingkungan dan konservasi biodiversitas yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar dan masyarakat luas.

Bupati Kolaka dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen PT Vale. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Kolaka menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Vale Indonesia atas komitmen nyata yang ditunjukkan dengan hadirnya kita semua di sini. Saya yakin banyak tangan-tangan yang ikut berjuang menyukseskan pembangunan pusat pembibitan ini,” ucapnya.

Peresmian Nursery dan Revitalisasi Pasar Sentral Mekongga pada momentum Hari Jadi ke-66 Kabupaten Kolaka menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor usaha dalam membangun Kolaka yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui Indonesia Growth Project Pomalaa, PT Vale Indonesia menegaskan bahwa investasi industri tidak hanya tentang pertumbuhan produksi, tetapi juga tentang warisan sosial dan lingkungan yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen keberlanjutan, PT Vale terus berupaya menjadi mitra pembangunan yang bertanggung jawab bagi Kolaka dan Sulawesi Tenggara.

Morowali, 12 Februari 2026 – Ketika industri pertambangan global menghadapi tekanan harga komoditas dan tantangan rantai pasok, serta tuntutan standar keberlanjutan yang semakin tinggi, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) yang merupakan anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali justru menunjukkan ketangguhan operasionalnya. Memasuki awal tahun 2026, perusahaan berhasil mencatatkan produksi dan penjualan mencapai 2,2 juta ton ore, sebuah capaian strategis yang menegaskan konsistensi kinerja di tengah situasi yang tidak mudah.

Angka tersebut bukan sekadar statistik produksi, melainkan representasi dari disiplin eksekusi, perencanaan yang matang, serta soliditas kolaborasi lintas fungsi di seluruh lini operasional. Di tengah tantangan cuaca, dinamika pasar yang fluktuatif, hingga peningkatan standar kepatuhan dan tata kelola lingkungan, PT Vale IGP Morowali mampu menjaga ritme produksi dan pengiriman sesuai target yang telah ditetapkan.

Direktur dan Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen perusahaan dan dukungan para pemangku kepentingan.
“Capaian 2,2 juta ton penjualan ore pada awal tahun ini adalah buah dari kolaborasi dan komitmen bersama. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh karyawan, mitra kerja, kontraktor, pemerintah, serta seluruh stakeholder yang telah memberikan dukungan penuh sehingga operasional dapat berjalan dengan baik di tengah berbagai tantangan,” ujar Asril.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya berbicara tentang angka produksi dan penjualan, namun juga tentang konsistensi dalam menjalankan prinsip pertambangan yang bertanggung jawab. Perseroan terus memastikan bahwa setiap aktivitas operasional dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasi.

Komitmen keberlanjutan ini diwujudkan secara konkret di Kabupaten Morowali melalui peningkatan pendidikan, penguatan layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan infrastruktur dasar, program lingkungan, serta peningkatan kapasitas masyarakat, sekaligus mendorong dampak ekonomi lewat penyerapan tenaga kerja dan kemitraan lokal. Hingga akhir Januari 2026,  telah dilakukan hydroseeding seluas 16 hektare, pemasangan pengendalian erosi di Mine Haul Road, dan fasilitas nursery berkapasitas awal 400 ribu bibit per tahun untuk mendukung reklamasi pascatambang.

Head of Mine Operation Bahodopi PT Vale Indonesia, Wafir, menambahkan bahwa pencapaian awal tahun ini menjadi bukti kesiapan proyek dalam menjaga stabilitas operasional jangka panjang.
“Keberhasilan ini merupakan hasil penguatan sistem operasional, perencanaan tambang yang terintegrasi, dan koordinasi yang solid antara tim proyek dan operasional. Kami terus meningkatkan efisiensi, pengendalian risiko, serta implementasi standar keselamatan dan lingkungan yang ketat untuk memastikan keberlanjutan proyek ke depan,” jelas Wafir.

Ia menekankan bahwa tantangan industri pada awal 2026 justru menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat ketangguhan organisasi.
“Industri ini sangat dinamis. Karena itu, kami terus beradaptasi, memperkuat kolaborasi internal, dan menjaga komunikasi terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami optimistis kinerja positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” tambahnya.

Dalam menghadapi persaingan industri nikel yang semakin ketat, perusahaan terus memperkuat manajemen operasional berbasis efisiensi dan inovasi. Optimalisasi perencanaan tambang, peningkatan produktivitas alat, serta penguatan manajemen risiko menjadi langkah penting untuk memastikan kelangsungan kinerja. Selain itu, budaya kerja berorientasi keselamatan (safety first) terus ditanamkan di seluruh lini.

Dukungan pemerintah daerah maupun pusat juga dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, tidak hanya dalam perizinan dan regulasi, tetapi juga dalam upaya bersama mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Capaian 2,2 juta ton ore pada produksi dan penjualan ini menjadi fondasi kuat bagi target kinerja perusahaan sepanjang 2026.
Dengan perencanaan yang matang dan disiplin eksekusi, PT Vale IGP Morowali menargetkan pertumbuhan yang seimbang antara produktivitas dan tanggung jawab lingkungan.

Melalui semangat kolaborasi dan keberlanjutan, PT Vale IGP Morowali optimistis dapat menghadapi berbagai tantangan ke depan dengan tetap menjunjung integritas, keselamatan, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Capaian awal 2026 ini bukan hanya soal volume produksi, tetapi tentang konsistensi, sinergi, dan kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa.

 

Morowali, 11 Februari 2026 – Pengelolaan sampah menjadi isu mendesak di Morowali seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas industri. Edukasi sejak dini pun penting karena sekolah memiliki peran besar dalam membentuk perilaku generasi muda. Untuk mendukung hal tersebut sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) yang merupakan anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) melaksanakan program “Vale Goes to School” pada 10–11 Februari 2026 di SMPN 2 Bahodopi dan SMPN 3 Bungku Timur sebagai bagian dari komitmen perusahaan pada pendidikan lingkungan yang berkelanjutan di Morowali.

Dalam sesi edukasi, para siswa diberikan pemahaman dasar mengenai konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), jenis-jenis sampah, serta dampak jangka panjang jika sampah tidak dikelola dengan baik. Materi ini disampaikan dengan pendekatan visual, demonstratif, dan percakapan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa.

Materi yang dibawakan menekankan pengelolaan sampah bukan hanya sekadar membuang pada tempatnya, tetapi melibatkan proses pemilahan, pengolahan, hingga bagaimana setiap individu dapat berperan dalam mengurangi sampah yang dihasilkan. Serta dampak buruk yang ditimbulkan dari sampah bagi lingkungan dan makhluk hidup.

*Mengenal Pengelolaan Sampah Lebih Dekat: Kunjungan Inspiratif ke TPS3R*

Salah satu bagian paling berkesan bagi siswa adalah kunjungan ke TPS3R Onepute Jaya, fasilitas pengolahan sampah yang dibangun oleh PT Vale Indonesia dan dikelola oleh LPM Valone Jaya. Di fasilitas ini, siswa dapat menyaksikan langsung bagaimana konsep 3R diterapkan dalam pengelolaan sampah sehari-hari.

Para siswa diperlihatkan proses pemilahan antara sampah organik, anorganik, dan residu. Mereka juga menyaksikan bagaimana sampah organik diolah menjadi kompos yang digunakan untuk pengayaan tanah. Sementara sampah anorganik yang masih bernilai jual seperti plastik, kertas, dan logam dikumpulkan untuk dijual kembali.

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian siswa adalah demonstrasi budidaya maggot, sebuah metode pengolahan sampah organik menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF). Metode ini tidak hanya efektif mempercepat penguraian sampah organik, tetapi juga menghasilkan maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan bernilai ekonomi tinggi.

Untuk memastikan materi tidak hanya dipahami tetapi juga membekas, siswa diberi games pilah sampah, sebuah permainan edukatif yang mengajak siswa mempraktekkan langsung cara pemilahan sampah. Dalam permainan ini, siswa berkompetisi untuk mengelompokkan jenis sampah dalam waktu tertentu.

*Apresiasi Sekolah: Pembelajaran Lingkungan yang Memberi Dampak Nyata*

Kepala Sekolah SMPN 2 Bahodopi, Misdar, menyampaikan apresiasi kepada PT Vale Indonesia.
“Kegiatan ini sangat penting bagi siswa kami, karena memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana sampah harus dikelola. Anak-anak jadi lebih memahami apa perbedaan sampah organik dan anorganik. Kami sangat berterima kasih kepada PT Vale atas kepedulian dan kerja sama yang terus terjalin,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Bungku Timur, Nurfan, memberikan komentar serupa terkait pentingnya kegiatan ini.

“Anak-anak kami mendapat pengalaman yang berharga. Melihat langsung proses pengolahan sampah membuat mereka lebih peduli,” katanya.

Mewakili Manajemen PT Vale Indonesia, Nur Rasyidah Lacinu, Environment Engineer, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan, khususnya dalam bidang pendidikan lingkungan, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan komunitas.

“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa generasi muda memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan. HPSN menjadi momentum penting bagi kami untuk menguatkan edukasi langsung kepada siswa.”

Perusahaan berharap kegiatan ini menjadi pemicu lahirnya inisiatif lanjutan di tingkat sekolah, seperti pembentukan bank sampah, kelompok peduli lingkungan, hingga program rutin pengelolaan sampah yang melibatkan siswa dan masyarakat sekitar.

Perusahaan meyakini bahwa perubahan yang nyata dimulai dari sekolah sebagai pusat pembelajaran, kemudian berlanjut ke rumah dan lingkungan sekitar.
Dengan pengetahuan yang diberikan dan pengalaman langsung yang diperoleh, PT Vale berharap siswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu mempengaruhi keluarga, teman sebaya, dan masyarakat dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Morowali, 4 Februari 2026 — Upaya membangun generasi yang sadar risiko dan tangguh dalam menghadapi bencana terus diperkuat di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Melalui kolaborasi lintas sektor, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) yang merupakan anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID), bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali dan mitranya PT Petrosea Tbk menggelar Sosialisasi Tanggap Bencana bagi Siswa Sekolah Dasar. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Februari 2026, dengan mengusung tema “Siap Siaga, Selamat Bersama: Anak Sekolah Tangguh Bencana.”

Sosialisasi dilaksanakan di sekolah-sekolah dasar yang berada di wilayah desa binaan PT Vale IGP Morowali, meliputi SDN Dampala, SDN Siumbatu, SDN 1 dan 2 Onepute Jaya, serta SDN 1 dan 2 Bahomotefe. Para siswa di sekolah-sekolah ini dinilai sebagai kelompok strategis dalam menanamkan budaya sadar bencana secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Dalam sosialisasi, para siswa dibekali pengetahuan dasar mengenai potensi bencana di lingkungan sekitar, langkah mitigasi, serta cara bertindak aman saat terjadi keadaan darurat. Edukasi dirancang secara interaktif dan disesuaikan dengan karakteristik usia sekolah dasar agar mudah dipahami dan diterapkan.

Potensi bencana alam yang menjadi fokus utama selama sosialisasi, yaitu gempa bumi yang memiliki tingkat risiko tinggi di wilayah Sulawesi Tengah. Tidak hanya menyampaikan materi secara konseptual, kegiatan ini juga diperkaya dengan simulasi dan praktik kebencanaan secara langsung, sehingga para siswa memperoleh pengalaman nyata mengenai langkah-langkah penyelamatan diri yang tepat, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Dengan metode pembelajaran yang interaktif, komunikatif, dan mudah dipahami, anak-anak diajak mengenali tanda-tanda terjadinya gempa bumi, memahami prosedur evakuasi yang benar, serta mempraktikkan sikap aman seperti drop, cover, and hold on. Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan antusiasme siswa, sekaligus membangun keberanian dan rasa percaya diri mereka dalam menghadapi situasi darurat.

“Anak-anak adalah kelompok yang rentan, namun sekaligus memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Dengan pemahaman dan latihan yang tepat, mereka tidak hanya mampu menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga dapat membantu orang-orang di sekitarnya,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Morowali, Mohammad Ridwan Mangkali.

Mohammad Ridwan pun mengapresiasi terbangunnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat edukasi kebencanaan di daerah. Menurutnya, edukasi kebencanaan sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan PT Vale dan PT Petrosea dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Morowali,” tambahnya.

Para sekolah merasakan manfaat langsung dari kegiatan sosialisasi ini. Kepala SDN Siumbatu, Serno, menyatakan bahwa dampak positifnya tidak hanya dirasakan oleh para siswa, tetapi juga oleh para tenaga pendidik.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Anak-anak terlihat sangat antusias dan kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana bersikap saat terjadi bencana. Mereka juga tampak lebih percaya diri. Harapan kami, pengetahuan ini dapat tertanam kuat dan diterapkan dalam keseharian, serta kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen PT Vale dalam mendorong keselamatan, ketangguhan, dan keberlanjutan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Keselamatan merupakan nilai fundamental yang selalu kami junjung tinggi. Melalui edukasi dan praktik kebencanaan sejak dini, kami ingin membekali anak-anak dengan pengetahuan dasar, kesiapan mental, serta keberanian untuk bertindak tepat saat menghadapi keadaan darurat. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama bahwa kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab kolektif antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Community Development Officer Bahodopi, Salwa, mewakili Manajemen PT Vale.

Melalui kegiatan sosialisasi tanggap bencana ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami potensi risiko bencana, tetapi juga mampu menerapkan langkah-langkah mitigasi secara tepat dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan institusi pendidikan menjadi langkah konkret dalam menanamkan budaya sadar dan siaga bencana sejak usia dini, sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat Kabupaten Morowali di masa depan.

Jakarta, 20 Januari 2026 — Perusahaan pertambangan nikel berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale atau “Perseroan”; IDX: INCO), menghadiri undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam menyampaikan pembaruan terkait perkembangan proyek, agenda hilirisasi nikel, serta kepatuhan operasional dalam kerangka tata Kelola industry pertambangan nasional.

Dalam forum tersebut, PT Vale menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta kementerian dan lembaga terkait lainnya, termasuk MIND ID selaku holding, atas peran pembinaan dan pengawasan yang dijalankan terhadap industri pertambangan nasional.

Perseroan memandang dialog yang terbuka dan berbasis data dalam forum RDP sebagai elemen penting dalam memperkuat tata kelola serta mendorong keberlanjutan industri.

Sejalan dengan agenda RDP, PT Vale menegaskan komitmennya dalam mendukung hilirisasi nikel nasional, termasuk melalui pengembangan proyek pengolahan lanjutan dan integrasi ke rantai nilai industry kendaraan listrik. “Penjelasan kami dalam RDP menegaskan bahwa operasional eksisting, khususnya di Sorowako dan fasilitas smelter, memperoleh alokasi penuh.

Sementara untuk proyek pertumbuhan, pendekatannya bertahap dan terukur. Ini merupakan bagian dari tata kelola produksi yang sehat dan patuh terhadap regulasi,” ujar Bernardus Irmanto, Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk.

Dalam kesempatan yang sama, PT Vale Indonesia juga menyampaikan klarifikasi terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026. Sebagaimana dijelaskan dalam RDP, RKAB 2026 mengalokasikan 100% kegiatan operasional untuk operasional eksisting di Sorowako, termasuk fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter), guna memastikan keberlanjutan operasi yang telah berjalan.

Sementara itu, sekitar 30% dialokasikan untuk Indonesia Growth Projects (IGP) Pomalaa, Morowali, dan Sorowako Limonite, yang saat ini masih berada dalam tahap pengembangan secara bertahap dan terukur.

Di forum tersebut, PT Vale Indonesia juga memaparkan status proyek-proyek strategis Perseroan, kontribusi dalam mendukung hilirisasi nikel nasional, serta penjelasan faktual terkait perizinan dan tata kelola produksi. Perseroan memandang forum RDP sebagai ruang dialog yang konstruktif untuk memastikan keselarasan antara pelaku usaha, regulator, dan pemangku kepentingan.

Terkait aspek perizinan, PT Vale menegaskan bahwa seluruh kegiatan Perseroan di dalam kawasan hutan telah dilaksanakan sesuai dengan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) yang diterbitkan oleh Pemerintah, termasuk pemenuhan seluruh ketentuan teknis dan lingkungan yang melekat pada perizinan tersebut. Perseroan tidak melakukan aktivitas operasional di luar ruang lingkup izin yang sah.

Selama proses persetujuan RKAB berlangsung, PT Vale menegaskan bahwa setiap penyesuaian yang dilakukan merupakan bentuk kepatuhan terhadap ketentuan regulasi dan penghormatan terhadap kewenangan Pemerintah dalam menata produksi nasional, bukan akibat pelanggaran perizinan.

Sehubungan dengan pemberitaan pasca-RDP, PT Vale berharap informasi yang disampaikan kepada publik dapat dipahami secara utuh, proporsional, dan berbasis fakta, dengan mempertimbangkan konteks utama RDP sebagai forum pembaruan proyek dan hilirisasi nasional.