Arsip Tag: PT Vale

Morowali, 14 Januari 2026 – Keberhasilan pembangunan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kekuatan pertahanan yang solid. Sinergi keduanya adalah fondasi untuk menciptakan ekosistem yang aman, stabil, dan berdaya saing. Menyadari hal tersebut, PT Vale menerima kunjungan Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) VI Makassar, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, beserta jajaran di lokasi Indonesia Growth Project (IGP) Morowali. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama lintas sektor demi mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Rangkaian kunjungan dimulai dengan melihat secara langsung aktivitas operasional melalui layar monitor di ruang kontrol (control room). Pemantauan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana PT Vale mengintegrasikan teknologi dan sistem pengawasan untuk memastikan keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan operasional.

Setelah itu, Dankodaeral VI Makassar bersama jajaran melakukan peninjauan Jetty Febriany, salah satu infrastruktur utama yang mendukung kelancaran distribusi material proyek. Jetty ini merupakan titik krusial dalam rantai pasok PT Vale, sehingga pengamanan dan stabilitas wilayah perairan menjadi prioritas bersama.

Tidak hanya itu, rombongan juga berkesempatan melakukan penanaman pohon di area nursery, sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan pelestarian ekosistem.
Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menyampaikan apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi antara sektor industri dan pertahanan untuk kemajuan bangsa.

“Kami melihat sangat luar biasa, dari jetty hingga seluruh fasilitas yang ada. Kolaborasi dan sinergi ini adalah kunci untuk memajukan negara kita. Semua harus saling mendukung. Tanpa militer yang kuat, pembangunan ekonomi tidak akan berjalan optimal. Keduanya harus beriringan. Terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan,” ujarnya.
Andi Abdul Aziz menilai fasilitas yang dimiliki PT Vale, mulai dari jetty hingga sistem terintegrasi, sangat luar biasa.

“Semua produksi yang ada di area penambangan ini sudah terintegrasi dengan sistem dan aplikasi, semua termonitor real time mulai dari penambangan, pemuatan, sampai dengan pengiriman, termasuk monitor kapal-kapal yang akan mengangkut. Kami sempat melihat jetty yang sangat luar biasa menampung beberapa tongkang untuk distribusi, ini bisa kita manfaatkan juga suatu saat apabila dalam kondisi-kondisi tertentu untuk menghadirkan KRI di wilayah Morowali ini. Dan tentunya harapan kami PT Vale ini lebih berkembang lagi dan bisa bermanfaat untuk perkembangan perekonomian negara khususnya untuk membantu masyarakat sekitar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”

*Komitmen terhadap Keberlanjutan dan Keamanan*

Sementara itu, Head of Bahodopi Project PT Vale, Wafir, menekankan bahwa proyek IGP Morowali bukan sekadar investasi ekonomi, tetapi juga membawa dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
”Proyek ini tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penciptaan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan ketahanan energi Indonesia. Namun kami menyadari, keberhasilan proyek strategis seperti ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan modal, melainkan juga oleh keamanan, keselamatan, dan stabilitas wilayah operasional, termasuk jalur logistik dan perairan,” jelas Wafir.

Ia menambahkan, peran TNI, khususnya unsur pertahanan wilayah dan laut, merupakan mitra strategis bagi keberlangsungan proyek.
”Sinergi yang kuat antara industri dan pertahanan menjadi fondasi penting agar operasional dapat berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan. Kami berharap kolaborasi yang telah terbangun ini dapat terus diperkuat melalui koordinasi yang baik, dukungan pengamanan, serta sinergi program yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.

*Langkah Nyata untuk Masyarakat*

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pada 15 Januari 2026, PT Vale berpartisipasi dalam Upacara Hari Dharma Samudera yang digelar di Pelabuhan Bungku Tengah, Morowali. Dalam kesempatan tersebut, PT Vale juga turut membagikan paket sembako kepada masyarakat sekitar, sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan komunitas lokal.
Langkah ini sejalan dengan visi PT Vale untuk menciptakan nilai bersama melalui pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. PT Vale percaya bahwa keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap masyarakat dan lingkungan.

Dengan adanya sinergi ini, diharapkan tercipta ekosistem yang aman, stabil, dan berdaya saing, sehingga Indonesia dapat terus melangkah maju sebagai negara dengan fondasi ekonomi dan pertahanan yang kuat.

MASAMBA, 23 Desember 2025 — Di tengah meningkatnya intensitas curah hujan dan kerentanan sejumlah wilayah terhadap banjir serta longsor, penguatan ketahanan daerah menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Menjawab tantangan tersebut, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup MIND ID, mengambil langkah strategis bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui hibah satu unit alat berat excavator, dokumen kajian teknis, bahan bakar operasional 10 ribu liter, serta aksi penanaman bibit pohon sebagai bagian dari rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS).

Hibah alat berat excavator ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk kegiatan pengerukan sungai dan saluran air yang mengalami pendangkalan. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas aliran air, mengurangi risiko banjir terutama pada musim hujan, sekaligus mendukung pemeliharaan infrastruktur sumber daya air secara berkelanjutan.

Sebagai pelengkap solusi teknis tersebut, penanaman bibit pohon dilakukan sebagai upaya strategis menghadapi dampak perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem. Rehabilitasi DAS diharapkan mampu memperkuat daya dukung lingkungan, mengurangi laju limpasan air, serta menciptakan wilayah yang lebih tangguh terhadap bencana di masa depan.

Head of External Relation Regional & Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma, menegaskan bahwa penyerahan hibah alat berat yang dirangkaikan dengan penanaman bibit pohon merupakan wujud komitmen jangka panjang perusahaan untuk tumbuh dan maju bersama pemerintah daerah dan masyarakat. “Lebih dari sekadar bantuan fisik, hibah alat berat dan gerakan menanam pohon mencerminkan komitmen untuk memperkuat ketahanan daerah dalam upaya mitigasi bencana sekaligus membangun infrastruktur air yang berkualitas untuk masa depan yang lebih aman dan tangguh,” ungkap Endra usai menghadiri acara seremoni penyerahan hibah di Masamba.

Normalisasi sungai menjadi salah satu upaya krusial dalam mencegah risiko banjir yang berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan fungsi sungai yang kembali optimal, potensi luapan air dapat diminimalkan, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan tenang. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang penguatan ketahanan daerah menghadapi risiko bencana maupun optimalisasi potensi pangan daerah.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga disampaikan oleh Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan. “Kehadiran kami ini karna kecintaan terhadap masyarakat Luwu Utara dan kami melihat potensi yang besar di Luwu Utara oleh karna itu mohon di manfaatkan dengan baik,” ungkap Gubernur.

Sementara itu, Andi Abdullah Rahim, Bupati Luwu Utara, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan dunia usaha. “Tentunya dengan bantuan ini kami akan terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat kami di Kabupaten Luwu Utara,” kata Bupati.

Melalui penyerahan hibah alat berat dan rehabilitasi DAS sebagai langkah konkret mitigasi bencana, PT Vale kembali menegaskan perannya untuk hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai mitra pembangunan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan daerah.

Dengan mendukung upaya mitigasi yang berkelanjutan dan berbasis kolaborasi, PT Vale berkomitmen memperkuat ketahanan wilayah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Inisiatif ini sejalan dengan nilai-nilai perusahaan yang mengedepankan kepedulian, keberlanjutan, dan kemitraan erat demi masa depan Luwu Utara yang lebih aman dan tangguh.

Malili, Sulawesi Selatan, 22 Desember 2025 — Pembangunan infrastruktur hari ini bukan sekadar soal konektivitas fisik, melainkan fondasi bagi pemerataan ekonomi, ketahanan wilayah, dan kualitas hidup masyarakat di masa depan. Berangkat dari pemahaman tersebut, PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari grup MIND ID, menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam agenda pembangunan berkelanjutan Sulawesi Selatan melalui pembangunan Matano Belt Road serta penguatan ketahanan wilayah dari risiko bencana hidrometeorologi.

Matano Belt Road (MBR) merupakan infrastruktur jalan provinsi strategis yang menghubungkan Malili, Nuha, hingga perbatasan Sulawesi Tengah, sebuah koridor penting yang selama ini menjadi tantangan akses bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi. Jalan ini dirancang untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar arus barang dan jasa, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru yang lebih merata, sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mempercepat pembangunan wilayah berbasis konektivitas, produktivitas, dan keberlanjutan.

Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale Indonesia, Abu Ashar, menegaskan bahwa infrastruktur memiliki makna yang jauh melampaui fungsi teknisnya. Ia menjadi penghubung antara potensi dan peluang. “Ketika akses terbuka, ekonomi bergerak, layanan publik semakin dekat, dan masyarakat memiliki kesempatan yang lebih adil untuk tumbuh. Itulah esensi dari pembangunan Matano Belt Road, bukan hanya membangun jalan, tetapi membangun masa depan,” ujar Abu Ashar usai menghadiri peletakan batu pertama proyek tersebut di Ussu.

Pembangunan Matano Belt Road juga dirancang dengan standar keselamatan dan teknis yang ketat, memastikan efisiensi lalu lintas serta keamanan pengguna jalan. Dengan infrastruktur yang andal dan berkelanjutan, kawasan ini diharapkan menjadi tulang punggung baru bagi pengembangan pusat-pusat ekonomi, logistik daerah, serta sektor unggulan seperti pariwisata Danau Matano, salah satu danau purba terdalam di dunia yang menyimpan potensi ekologi dan ekonomi bernilai global.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa Matano Belt Road merupakan wujud konkret kolaborasi strategis antara pemerintah dan sektor industri dalam mempercepat pembangunan daerah. Ia menilai kehadiran jalan ini akan menjadi jalur alternatif sekaligus akses utama yang memperkuat konektivitas Luwu Timur dan kawasan sekitarnya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, yang menegaskan bahwa konektivitas Ussu hingga pesisir Danau Matano telah lama dinantikan masyarakat. Jalan ini diyakini akan membuka sentra ekonomi baru, khususnya di sektor pariwisata berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran Luwu Timur sebagai simpul pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Sulawesi Selatan.

Komitmen PT Vale terhadap pembangunan wilayah tidak berhenti pada konektivitas darat. Menyadari meningkatnya risiko perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi, perusahaan juga berkontribusi dalam penguatan ketahanan wilayah melalui proyek normalisasi Sungai Baliase di Kabupaten Luwu Utara. Kegiatan pengerukan sedimen dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai dan mengurangi risiko banjir yang selama ini berdampak langsung pada keselamatan dan aktivitas masyarakat.

Proyek normalisasi ini dirancang secara cermat dengan pendekatan teknis hidraulika, keselamatan kerja, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut memastikan fungsi sungai sebagai sistem drainase alami tetap terjaga, sekaligus meminimalkan dampak terhadap ekosistem sekitar. Upaya ini melengkapi inisiatif mitigasi banjir yang sebelumnya telah dilakukan PT Vale, termasuk dukungan penyediaan ribuan jumbo bag untuk penanganan darurat.

Melalui pembangunan Matano Belt Road dan normalisasi Sungai Baliase, PT Vale menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun Sulawesi Selatan yang lebih terhubung, tangguh terhadap risiko iklim, dan berdaya saing global. Infrastruktur ini bukan hanya menghubungkan wilayah, tetapi menyatukan harapan, menciptakan ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam lanskap global yang menuntut pembangunan rendah karbon dan berkeadilan, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci. Melalui inisiatif ini, PT Vale menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai bagian integral dari kontribusi jangka panjang bagi Indonesia—membangun hari ini, demi masa depan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Jakarta, 18 Desember 2025 — Upaya mendorong pembangunan berkelanjutan yang berangkat dari desa, berbasis potensi lokal, dan dijalankan melalui kolaborasi multipihak kembali memperoleh pengakuan nasional. Dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) 2025 dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2025 yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for CSR Development (CFCD), dua inisiatif pembangunan masyarakat dan lingkungan dari kawasan operasional pertambangan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dinobatkan sebagai praktik terbaik di tingkat nasional.

Penghargaan tersebut diberikan kepada dua program unggulan—Matano Iniaku dan Closedloop Livestock System: Peternakan Sapi—yang dinilai berhasil menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian lokal, sekaligus sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Sebagai bagian dari holding industri pertambangan nasional MIND ID dan mitra strategis pemerintah dalam penguatan praktik pertambangan berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”) menerima penghargaan tersebut dalam seremoni penganugerahan yang berlangsung di Birawa Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (17/12).

*“Matano Iniaku” — Menghubungkan Konservasi, Ekowisata, dan Penghidupan Berkelanjutan*

Penghargaan Indonesian CSR Awards (ICA) 2025 dianugerahkan untuk program Matano Iniaku, sebuah inisiatif pengembangan kawasan berbasis ekowisata dan agroforestri yang dijalankan di Desa Matano, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur.

Program ini dirancang untuk menjawab tantangan degradasi lingkungan sekaligus keterbatasan sumber penghidupan masyarakat melalui pendekatan nature-based solutions. Fokus utama diarahkan pada rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), pengembangan agroforestri polikultur, serta penguatan destinasi LaaWaa River Park sebagai ekowisata berbasis konservasi.

Melalui rangkaian pelatihan agroforestri, pengelolaan pupuk organik, penguatan kelembagaan lokal, hingga pengelolaan ekowisata, masyarakat didorong untuk beralih dari praktik monokultur menuju sistem yang lebih beragam, adaptif, dan berkelanjutan. Dampaknya tidak hanya terlihat pada pemulihan ekosistem, tetapi juga pada tumbuhnya sumber pendapatan alternatif bagi warga desa.

*“Closedloop Livestock System” — Peternakan Terpadu untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif*

Sementara itu, Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2025 diberikan kepada program Closedloop Livestock System: Peternakan Sapi, yang dijalankan di Desa Parumpanai dan Desa Kawata, Luwu Timur, sebagai kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Program ini mengembangkan model peternakan sapi terpadu berbasis closed-loop, yang mengintegrasikan peningkatan kapasitas peternak, penyediaan sarana-prasarana, manajemen pakan, kesehatan ternak, hingga penguatan kelembagaan ekonomi desa. Pendekatan ini memungkinkan peternak skala kecil meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha secara berkelanjutan.

Selain membuka lapangan kerja baru, program ini juga mendorong terbentuknya tata kelola ekonomi lokal melalui BUMDesMa sebagai pengelola aset dan usaha peternakan, memastikan manfaat ekonomi dapat berputar dan tumbuh di tingkat desa.

*“Beasiswa Anak Asuh” — Investasi Jangka Panjang pada Generasi Lokal Sorowako*

Melengkapi pendekatan lingkungan dan ekonomi, program Beasiswa Anak Asuh menjadi pilar ketiga yang menegaskan komitmen jangka panjang pada penguatan sumber daya manusia lokal, khususnya masyarakat adat asli Sorowako.

Program ini ditujukan bagi siswa jenjang SD, SMP, dan SMA yang berprestasi namun berasal dari keluarga ekonomi rentan, dengan fokus pada penduduk asli Sorowako dari garis keturunan ayah atau ibu. Penjaringan penerima manfaat dilakukan secara kolaboratif bersama Kerukunan Wawoinia Asli Sorowako (KWAS) sebagai representasi masyarakat adat, guna memastikan ketepatan sasaran dan sensitivitas sosial budaya.

Berlandaskan Nota Kesepahaman Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) antara perusahaan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, dan DPRD setempat, program ini telah menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan sejak era sebelum PT Vale, dengan tujuan menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan dasar hingga menengah di wilayah sekitar operasional tambang.

Setiap semester, program ini membuka kesempatan bagi puluhan siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tanpa hambatan ekonomi, sekaligus menanamkan nilai kemandirian, prestasi, dan pelestarian kearifan lokal di tengah arus globalisasi.

*Kolaborasi sebagai Fondasi Keberhasilan*

Keberhasilan kedua program tersebut ditopang oleh sinergi erat antara masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, perangkat desa, Universitas Hasanuddin, serta berbagai kelompok masyarakat terlibat aktif sejak tahap perencanaan, implementasi, hingga evaluasi program.

Pendekatan kolaboratif ini memastikan setiap inisiatif tidak hanya relevan secara sosial dan ekologis, tetapi juga memiliki fondasi kelembagaan yang kuat untuk keberlanjutan jangka panjang.

*Dari Timur Indonesia, Praktik Baik untuk Agenda Nasional*

Menanggapi penghargaan tersebut, Budiawansyah, Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, menyampaikan bahwa pengakuan ini mencerminkan pentingnya keberlanjutan yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.

“Penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa pembangunan berkelanjutan harus dijalankan secara konsisten dan kolaboratif. Kami percaya bahwa praktik pertambangan yang bertanggung jawab hanya dapat terwujud ketika alam terjaga dan masyarakat tumbuh bersama,” ujarnya.

Pencapaian di ICA dan ISDA 2025 menegaskan bahwa inovasi sosial dan lingkungan dari kawasan operasional di Luwu Timur mampu memberi kontribusi nyata bagi agenda pembangunan nasional—serta menjadi bukti bahwa praktik berkelanjutan dari daerah dapat memberi inspirasi bagi Indonesia yang lebih inklusif dan tangguh.

*Komitmen Keberlanjutan PT Vale*

Menerima penghargaan ICA dan ISDA 2025 ini semakin memotivasi PT Vale untuk terus mengedepankan filosofi pertambangan yang berkelanjutan dan berfokus pada pemberdayaan komunitas. Keberhasilan PT Vale di ajang ICA dan ISDA 2025 ini membuktikan bahwa konservasi lingkungan dan pembangunan ekonomi dapat berjalan berdampingan di sektor pertambangan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi berkelanjutan, PT Vale Indonesia akan terus berupaya menjaga harmoni antara operasi pertambangan dengan pelestarian alam serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga pertumbuhan industri dapat seiring sejalan dengan tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan.

Radarluwu.com. Makassar, 16 Desember 2025 — Di tengah tantangan nasional dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri strategis, PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), memperkuat perannya sebagai penggerak pembangunan talenta muda melalui Program Co-Ops (Cooperative Education Program).

Bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin, program ini menyeleksi 16 mahasiswa terbaik dari 48 kandidat untuk menjalani kerja praktik selama enam bulan penuh di lingkungan operasional PT Vale—durasi yang dirancang khusus untuk memberi pengalaman industri nyata, membentuk disiplin profesional, serta memastikan kesiapan kerja yang terukur dan berkelanjutan.

Program Co-Ops lahir dari kesadaran bahwa kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan sumber daya manusia nasional. Di tengah percepatan hilirisasi dan transformasi industri, PT Vale melihat bahwa keberlanjutan tidak hanya ditentukan oleh investasi fisik dan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan manusia yang mengoperasikannya. Karena itu, Co-Ops dirancang sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun talenta muda, sekaligus memastikan bahwa pertumbuhan industri berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui skema ini, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada dunia kerja, tetapi benar-benar menjalani ritme industri selama enam bulan, memahami standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), tata kelola operasional, serta budaya profesional yang menjadi fondasi industri pertambangan modern. Pendekatan ini menjadikan Co-Ops lebih dari sekadar program magang, melainkan ruang transisi nyata dari kampus ke dunia profesional, di mana peserta dilatih untuk berpikir kritis, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi sejak hari pertama memasuki dunia kerja.

Program Co-Ops juga menjadi bagian dari ekosistem pengembangan talenta lokal yang telah dibangun PT Vale secara konsisten selama bertahun-tahun di wilayah sekitar operasi. Melalui pengembangan Politeknik Sorowako (Poliwako) di Luwu Timur, yang bertransformasi dari Akademi Teknik Sorowako, PT Vale berkontribusi dalam menghadirkan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri.

Upaya ini diperkuat dengan berbagai pelatihan vokasi jangka pendek bagi pemuda lokal. Keseluruhan inisiatif ini dirancang untuk memastikan bahwa akses pendidikan berujung pada kesiapan kerja yang nyata, bukan sekadar peningkatan angka partisipasi.

Senior Manager Talent Acquisition, Performance Management & EVP PT Vale Indonesia, Gandi Husodo, menegaskan bahwa Program Co-Ops merupakan bentuk investasi strategis perusahaan dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, tantangan terbesar industri saat ini bukan hanya ketersediaan tenaga kerja, tetapi kesiapan tenaga kerja untuk langsung berkontribusi secara aman, produktif, dan profesional.

“Melalui pengalaman industri nyata selama enam bulan, peserta Co-Ops mengalami lompatan signifikan dalam disiplin kerja, pemahaman keselamatan, dan kesiapan profesional. Inilah fondasi yang dibutuhkan industri untuk tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Program ini disambut sangat antusias oleh para peserta. Muhammad Akbar, mahasiswa asal Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, menyebut Co-Ops sebagai kesematan belajar yang akan membuka perspektifnya terhadap dunia kerja, tidak hanya dari aspek teknis, tetapi juga memahami pentingnya budaya keselamatan dan tanggung jawab profesional, terlebih karena PT Vale beroperasi di daerah asalnya.

Sementara itu, Dewi Erika Yuliana, mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Hasanuddin, menilai Co-Ops akan menjadi jembatan nyata antara teori yang dipelajari di kampus dan praktik di industri. Pengalaman selama Co-Ops diyakii akan membangun kepercayaan diri dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja setelah lulus.

Ke depan, PT Vale berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperluas Program Co-Ops melalui kolaborasi dengan lebih banyak institusi pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda di sekitar wilayah operasi untuk memperoleh pengalaman industri yang relevan, berkualitas, dan berdaya saing global. Bagi PT Vale, pembangunan talenta bukan sekadar program tanggung jawab sosial, melainkan bagian integral dari strategi bisnis dan keberlanjutan jangka panjang.

Di tengah upaya Indonesia memperkuat daya saing melalui hilirisasi dan transformasi industri, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penentu. Melalui Program Co-Ops dan ekosistem pengembangan talenta yang terintegrasi, PT Vale tidak hanya menyiapkan tenaga kerja masa depan, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan daerah dan nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada nilai tambah jangka panjang.