Arsip Tag: PT Vale

RadarLuwu. Com, SOROWAKO, 16 September 2025 — Sejak hari pertama kejadian kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) berkomitmen melakukan penanganan dan pemulihan secara menyeluruh dengan prinsip transparansi, pendekatan ilmiah, serta kolaborasi erat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur, masyarakat, dan para pemangku kepentingan.

Hingga saat ini, komitmen tersebut konsisten dijalankan, dengan supervisi langsung dari Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, termasuk dalam memastikan keterbukaan pelibatan tim ahli independen yang melakukan observasi dan pengujian dampak sosial maupun lingkungan.

Pengujian independen dilakukan oleh Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI), serta Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur bekerja sama dengan PT Global Environment Laboratory (GEL).
• Air: Sampel diambil 30 Agustus 2025 di Danau Towuti ±1 km dari muara Sungai Timampu. Parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi diuji, dengan hasil memenuhi baku mutu kelas 2 sesuai PP No. 22/2021. Artinya, air layak untuk rekreasi, budidaya ikan air tawar, peternakan, pengairan pertamanan, hingga kebutuhan lain yang mempersyaratkan mutu serupa.
• Udara: Sampel diambil di Dusun Molindoe, Desa Lioka pada 30 Agustus 2025. Parameter SO₂, O₃, dan NO₂ semuanya berada di bawah ambang batas baku mutu udara ambien nasional, menunjukkan kualitas udara masih aman dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Pengambilan sampel dilakukan secara terbuka, disaksikan masyarakat desa, dicatat waktu dan koordinat, disegel sesuai standar, lalu diuji di laboratorium resmi.

Ketua DRRC UI, Prof. Fatma Lestari, menegaskan hasil uji sahih dan kredibel. “Analisis dilakukan dengan standar ilmiah ketat dan observasi lapangan langsung. Hasil menunjukkan air aman, namun pemantauan rutin, transparansi data, dan pelibatan masyarakat tetap menjadi kunci. DRRC UI akan terus mendampingi agar langkah pengelolaan lingkungan konsisten dengan bukti ilmiah dan harapan masyarakat,” jelasnya.

Direktur dan Chief of Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menegaskan bahwa kabar baik ini tidak akan membuat perusahaan lengah. “Kami menyambut hasil uji ini dengan penuh rasa syukur karena memberi kepastian dan ketenangan bagi masyarakat. Namun, kami sadar bahwa tugas kami belum selesai. PT Vale tetap berkomitmen melanjutkan pemulihan, memperbaiki infrastruktur desa, menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan warga, dan menjaga transparansi setiap langkah yang diambil. Semua ini kami lakukan dengan hati dan tanggung jawab,” ungkap Budiawansyah.

Hingga hari ke-22, tercatat 206 aduan resmi dari enam desa terdampak telah diverifikasi dan ditindaklanjuti, mulai dari layanan kesehatan hingga bantuan penghidupan. Pemerintah bersama PT Vale juga memperbaiki fasilitas publik seperti pegangan jembatan dan saluran irigasi, agar aktivitas masyarakat kembali lancar dan aman.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa hasil uji ini adalah kabar baik sekaligus bukti nyata transparansi. “Insya Allah, masyarakat Towuti dapat tenang karena air dinyatakan aman. Namun pemerintah bersama para ahli dan PT Vale akan tetap melakukan pemantauan rutin agar kepastian ini selalu terjaga. Semua langkah kami pastikan berjalan secara fair, transparan, dan untuk kebaikan masyarakat Luwu Timur,” ujarnya.

Dengan berakhirnya masa tanggap darurat pada 12 September 2025, pemerintah daerah dan PT Vale kini memasuki tahap transisi pemulihan, dengan fokus pada bantuan berkelanjutan, pemantauan kualitas lingkungan bersama tim independen, serta penguatan fasilitas desa agar lebih tangguh menghadapi risiko di masa depan.

Morowali, 8 September, 2025 — Sebagai perusahaan nikel berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung agenda pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita, dengan fokus pada keberlanjutan, transisi energi hijau, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah operasi perusahaan.

Dalam pertemuan strategis bersama pemangku kepentingan utama di Sulawesi Tengah, Morowali, dan Luwu Timur, PT Vale menghadirkan pimpinan perusahaan serta pemerintah daerah untuk memastikan langkah pemulihan, pembangunan, dan pemberdayaan berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PT Vale menggarap Bahodopi Block 1 dalam rangka mempertegas posisi perseroan dalam mendukung ekspansi produksi nikel nasional untuk memenuhi permintaan global dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Komitmen ini turut menggandeng mitra bisnis strategis, yaitu PT Antareja Mahada Makmur (AMM) dalam aktivitas pengupasan, penambangan, pengangkutan bijih, hingga pengembangan infrastruktur pendukung di Bahodopi Block 1.

Kegiatan Ceremony First Cut yang berlangsung di Pit Myara, Senin (8/9/2025), menjadi momentum penting sebagai tanda dimulainya tahapan operasional Bahodopi Block 1 yang turut disaksikan oleh para stakeholder kunci Sulawesi Tengah, Morowali, Luwu Timur, Komisaris Utama PT Vale Indonesia, F.S. Multhazar, serta Direktur dan Chief of Project PT Vale Indonesia, Muhammad Asril.

First Cut Bahodopi Block 1 menjadi salah satu proyek yang strategis yang akan berdampak besar bagi perekonomian Indonesia. Proyek ini tidak hanya meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Meskipun masih di awal pengembangan, Bahodopi Block 1 telah membawa manfaat nyata bagi daerah. Hingga saat ini, tercatat sudah menyerap ratusan tenaga kerja lokal yang menempati posisi strategis. Dari total 503 orang yang terlibat pada pengambangan Bahodopi Block 1, 63 persen diantaranya merupakan masyarakat lokal dari Morowali dan Luwu Timur yang masing-masing memiliki tupoksi penting terhadap kelancaran proyek.

Hingga saat ini, sejumlah fasilitas pendukung penambangan di Bahodopi Block 1 sedang dalam tahap konstruksi, mulai dari area disposal, settling pond, stockpile, camp, workshop, Mining Hauling Road (MHR), serta Power Line, yang harapannya menjadi penunjang kelancaran operasional di masa mendatang.

Selain itu, sejumlah program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat juga sudah dilakukan PT Vale bersama PT Antareja Mahada Makmur (AMM) yang menjadi mitra strategis dalam pengembangan Bahodopi Block 1. Diantaranya, berkolaborasi dengan BUMDes Morowali untuk suplai tenaga kerja, rental kendaraan, bantuan hewan kurban, hingga sponsorship lomba.

Selanjutnya, di Morowali, terdapat program Kerjasama dengan pengusaha lokal untuk suplai tenaga kerja, penyediaan rental kendaraan, sponsorship pada acara desa, kecamatan, hingga ulang tahun desa. Ke depan, PT AMM akan membuka program beasiswa yang diharapkan mencetak tenaga kerja kompeten di bidang operator dan mekanik dari lulusan SMK.

Dari perspektif keberlanjutan, Direktur dan Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan praktik pertambangan yang baik dan bertanggung jawab, baik dari sisi lingkungan maupun sosial. Komitmen PT Vale yang sudah berjalan selama 57 tahun di Blok Sorowako akan diadaptasi dalam setiap aktivitas pertambangan di Blok Bahodopi.

“Saat ini kita berada di Blok Bahodopi 1 yang merupakan bagian dari rencana strategis untuk mendukung hilirisasi nikel. Blok Bahodopi 1 ini inshaallah bisa memberikan nilai tambah dan tentunya praktik tambang yang baik kami lakukan di Sorowako bisa kami terapkan di sini,” sambung Budiawansyah, dalam sambutannya, pada saat Ceremony First Cut Bahodopi Block 1, Senin (8/9/2025).

Di tengah upaya untuk berkontribusi terhadap industri nikel, lingkungan dan sosial kadang terabaikan. Konsistensi PT Vale terhadap nilai keberlanjutan menjadi harapan yang membawa optimisme bagi daerah, tidak hanya memastikan lingkungan terjaga tapi juga optimalisasi kontribusi ke pendapatan daerah.

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menilai langkah hilirisasi melalui pengangkutan bijih nikel dari Morowali yang akan diolah di Sorowako, Luwu Timur, menjadi strategi yang akan sangat menguntungkan bagi daerah, baik provinsi maupun kabupaten. Bukan hanya bijih nikel dari Bahodopi Block 1, tapi juga dari Bahodopi Block 2 dan 3.

Pada saat operasional, sekitar 55 juta metrik ton bijih nikel dari Bahodopi Block 1 akan ditambang yang akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pendapatan daerah. “Ini harapan baru bagi kita, Sulawesi Tengah dan Morowali melalui bagi hasil dari nikel matte. Pak Kapolres, Pak Dandim, kita jaga baik-baik betul ini karena PT Vale adalah harapan masa depan kita, pasti akan bertambah pendapatan kita baik bagi hasil Morowali maupun Sulawesi Tengah,” kata Gubernur.

“Kemarin dengan Pak Budi saya bilang, Pak Budi tidak usah bangun pabrik di Morowali, lebih baik bawa semua ore ke Sorowako lebih banyak kita dapat Pak Bupati daripada bangun pabrik di Morowali,” ungkap Gubernur.

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kesra, Abdul Malik, menyampaikan apresiasi atas peran PT Vale di Morowali, utamanya dalam berbagai inisiatif sosial.
“Kegiatan PT Vale di Morowali sering kami dampingi, di bidang kesehatan dan pendidikan. Keberadaan PT Vale sangat membantu Pemerintah Daerah, secara bersama-sama melakukan pembinaan di desa-desa serta pembenahan fasilitas kesehatan,”

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Ir. H. Irwan Bachri Syam, ST, IPM, menekankan sinergi penting antara pemerintah daerah dan perusahaan. Pengembangan Bahodopi Block 1 akan membawa banyak manfaat, utamanya bagi peningkatan pendapatan daerah melalui pembayaran pajak dan royalty, tidak hanya bagi Provinsi Sulawesi Tengah saja, tapi juga Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kenapa kami mendorong PT Vale? Karena sudah 57 tahun bermitra dengan kami di Luwu Timur dan selama bermitra dengan Pemerintah dan Masyarakat di Luwu Timur, luar biasa kontribusi PT Vale apalagi menerapkan sistem pertambangan hijau. PT Vale dalam melakasanakan kegiatan sangat luar biasa, maka kami berterima kasih dengan kehadiran PT Vale. Jadi kami mendapatkan lingkungan yang hijau, dan kami juga memperoleh pendapatan dari situ,” ungkap Bupati.

*Gubernur Minta Perusahaan Tambang Contoh Komitmen Keberlanjutan PT Vale*

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., memberikan apresiasi atas konsistensi PT Vale dalam menjalankan operasional dengan tidak mengesampingkan aspek lingkungan dan sosial yang dinilai dapat menjadi contoh bagi perusahaan tambang lainnya.

 

Di tengah masifnya langkah ekspansif perusahaan tambang di Kabupaten Morowali, komitmen terhadap aspek sosial dan lingkungan kerap diuji dan terabaikan. Hadirnya PT Vale dengan prinsip keberlanjutan dan bertanggung jawab membawa angin segar.

“Saya berterim kasih kepada PT Vale yang konsisten menjaga lingkungan, mudah-mudahan PT AMM, di bawah supervisi PT Vale akan menerapkan pertambangan yang baik dan benar sehingga akan menjadi contoh,” ungkap Anwar Hafid.

Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya aktualisasi program pemberdayaan masyarakat. Dia mengajak perusahaan serta seluruh pemangku kepentingan, baik Bupati, Camat, hingga Kepala Desa untuk secara bersama-sama mengawal komitmen perusahaan terhadap aspek sosial dan lingkungan.

“Harapan saya kepada pengusaha, di bawah kepemimpinan saya, Bupati, Camat, dan Kepala Desa menjaga ini dengan sebaik-baiknya, terutama pemberdayaan masyarakat lokal tolong diperhatikan betul.

RadarLuwu, MAKASSAR – Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT) menegaskan komitmennya membekali generasi muda agar lebih siap menghadapi persaingan kerja.

Komitmen itu diwujudkan melalui Pelatihan Persiapan Memasuki Dunia Kerja yang digelar di Hotel Remcy Makassar, 30–31 Agustus 2025.

Pelatihan perdana ini diikuti sekitar 50 pemuda dan mahasiswa asal maupun diaspora Luwu Timur. Mereka terpilih setelah melalui proses seleksi yang ketat, mengingat tingginya animo pendaftar.

“Peserta berasal dari lulusan SMA/SMK hingga sarjana. Mereka adalah generasi muda yang punya motivasi tinggi untuk meningkatkan daya saing,” jelas Ketua Panitia, Suryadi Arsyad ST.

Berbeda dengan pelatihan konvensional, program KKLT ini menggunakan metode interaktif seperti diskusi kelompok, studi kasus, curah pendapat, games, hingga presentasi.

Narasumber berasal dari praktisi sumber daya manusia, akademisi, hingga konsultan berpengalaman.

Salah satunya adalah La Ode Muhammad Ichman dari PT Vale Indonesia Tbk (PTVI), mitra utama kegiatan. Ia menekankan pentingnya nilai CARES (Compassion, Accountability, Resilience, Excellence, Sustainability) yang menjadi budaya kerja Vale.

“Nilai-nilai ini relevan bagi siapa pun yang ingin bertahan di dunia kerja modern. Dibutuhkan integritas, ketangguhan, dan orientasi keberlanjutan,” ujarnya.

Acara dibuka oleh Bupati Luwu Timur yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aini Endis Anrika.

Ia bersama Ketua Umum KKLT periode 2024–2029, Dr dr Abdul Rahman Rauf Sp.OG(K), memberi pesan motivasi kepada peserta agar memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin.

Selain PTVI, sejumlah perusahaan lain turut mendukung kegiatan, di antaranya PT Gunung Verbeck Karebbe, PT Cahaya Berdikari Mandiri, PT Wiratama Karya Nugraha, PT Luwu Timur Gemilang, dan PT Arif Abdullah Perdana.

Ketua Umum KKLT, dr Abdul Rahman, mengapresiasi dukungan para mitra. Menurutnya, kolaborasi ini penting agar pemuda Luwu Timur tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan dan mentalitas yang sesuai dengan tuntutan zaman.

“Kami ingin kegiatan ini memberi bekal nyata bagi peserta, bukan sekadar teori,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Panitia, Suryadi Arsyad. Ia menegaskan pelatihan ini akan dijadikan program rutin.

“Kami percaya, lewat wadah ini generasi muda bisa lebih percaya diri menghadapi tantangan dunia kerja, baik di level lokal maupun global,” ujarnya. (*)

RadarLuwuCom, TOWUTI, 28 Agustus 2025 – Kejadian kebocoran pipa minyak yang berdampak pada sejumlah desa di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, menjadi sebuah tantangan yang memerlukan kebersamaan semua pihak. Dari masyarakat hingga pemerintah, dari tenaga teknis hingga dukungan perusahaan, semua bergerak dengan hati untuk mempercepat pemulihan. Semangat gotong royong ini mencerminkan nilai luhur bangsa Indonesia: menghadapi bencana bersama, dan bangkit bersama.

Melihat kejadian ini, masyarakat dari desa-desa terdampak tidak tinggal diam. Mereka dengan sukarela turun membantu pembersihan titik-titik terdampak bersama tim teknis di lapangan. Hingga hari keenam, warga dari Langkea Raya, Lioka (Dusun Malindoe), Baruga, Matompi, dan Timampu ikut serta dalam pemulihan bantaran sungai dan sawah.

PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) mendukung upaya ini dengan memastikan seluruh kegiatan dilakukan sesuai standar keselamatan, membekali masyarakat dengan pembekalan yang sesuai keperluan di lapangan sehingga semangat gotong royong tetap berjalan dengan aman.
“Sebagai warga kampung di sini, kami merasa terpanggil untuk ikut membantu agar pemulihan lebih cepat. Ini kampung kami, mari kita jaga bersama. Kami percaya PT Vale juga hadir sebagai bagian dari kehidupan di sini,” ujar Batteng, warga Longkea Raya.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat, pemerintah, dan PT Vale di konferensi pers yang diadakan di kantor Camat Lioka yang dihadiri oleh puluhan masyarakat, “Kami melihat sendiri bagaimana kolaborasi terjalin di lapangan. Laporan sementara menunjukkan bahwa lima desa terdampak. Namun, penyebab kejadian masih dalam proses investigasi oleh tim ahli dan mengumumkan bahwa bencana kebocoran pipa minyak Marine Fuel Oil (MFO) sejak hari pertama sampai 14 hari kedepan yakni 5 September 2025 akan dintinjau kembali. Karena itu, kita harus menunggu hasil resmi, bukan berspekulasi. Yang jelas, kebersamaan ini adalah modal besar bagi Towuti untuk bangkit kembali,” kata Irwan.

Beliau juga menambahkan bahwa sinergi seperti ini memperkuat resiliensi daerah menghadapi tantangan, dan mengapresiasi kesiapan PT Vale untuk terbuka dan hadir bersama masyarakat dalam proses pemulihan.

Direktur sekaligus Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, menegaskan bahwa perusahaan menempatkan masyarakat dan lingkungan sebagai prioritas utama.
“Kami telah menyusun rencana pemulihan sosial dan lingkungan yang komprehensif dengan melibatkan para ahli di bidangnya. Ini adalah tanggung jawab moral kami sekaligus pembelajaran penting agar kesiapsiagaan ke depan semakin kuat. Dengan sinergi pemerintah, masyarakat, dan PT Vale, kami percaya Towuti bisa bangkit kembali #BersamaUntukTowuti,” ujar Budiawansyah.

Radarluwu.Com, TOWUTI, 27 Agustus 2025 — Lima hari pasca insiden kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, semangat kebersamaan masyarakat menjadi sumber kekuatan dalam proses pemulihan. Tidak hanya tim teknis dan pemerintah, tetapi juga warga sendiri yang secara sukarela datang meminta untuk dilibatkan dalam kegiatan pembersihan dan pemulihan.

Sekitar 60 warga komunitas berinisiatif melalui Kepala Desa untuk turut serta membersihkan area terdampak. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pemulihan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga gerakan bersama demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Selain keterlibatan warga, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) juga memperkuat komitmen transparansi melalui Posko Pengaduan & Informasi di Kantor Camat Towuti (07.00–18.00 WITA) serta Hotline 24 jam. Hingga 27 Agustus 2025, tercatat 52 aduan masyarakat telah diterima: 17 aduan diselesaikan, 20 dalam proses penanganan, dan 15 masih tahap verifikasi.

Salah seorang warga Desa Lioka, Elieser Sula, mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Posko Pengaduan dan Informasi setelah mengikuti sosialisasi dari Kepala Desa. Elieser Sula yakin, aduan yang disampaikan akan didengarkan dan ditindaklanjuti oleh PT Vale. “Saya yakin PT Vale bisa memberikan solusi terbaik dari keresahan saya,” ungkapnya dengan optimis, Rabu (27 Agustus 2025).

Untuk memperkuat langkah pemulihan, PT Vale bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan pihak terkait telah membentuk Tim Monitoring dan Asesmen Dampak Lingkungan dan Sosial. Tim ini bertugas memetakan dampak, melakukan asesmen lapangan, dan memastikan setiap tindak lanjut berjalan akuntabel dan terukur.

Direktur dan Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, menegaskan komitmen perusahaan. “Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Kami berkomitmen menangani insiden ini secara transparan dan bertanggung jawab, dengan langkah yang terukur serta kolaborasi bersama semua pihak,” ujarnya.

Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menambahkan apresiasinya terhadap antusiasme warga. “Melihat warga yang datang sendiri untuk meminta ikut bergotong royong adalah hal yang sangat menguatkan. Kami percaya, pemulihan hanya bisa terwujud dengan kebersamaan. Semoga semangat ini membuat recovery lebih cepat, menyeluruh, dan menghadirkan kembali rasa aman bagi masyarakat,” katanya.

Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan, PT Vale yakin proses pemulihan akan berjalan lebih cepat, transparan, dan mampu memulihkan kembali ketenangan warga.