Arsip Tag: PT Vale

Sorowako, radarluwu, 20 Oktober 2025 – Wujudkan generasi emas yang memiliki literasi luas, berdaya saing dan berdaya guna, anak usaha Mining Industry (MIND ID), PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menunjukkan komitmennya melalui penyerahan donasi buku untuk anak-anak Loeha Raya, Blok Tanamalia.

Penyerahan donasi ke pengelola Perpustakaan Jendela Dunia Desa Tokalimbo dilakukan pada Senin (20/10/2025) di kantor GFS, Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Donasi diberikan dalam bentuk berupa ratusan buku cerita anak, ensiklopedia, komik sains serta alat tulis dan meja belajar. Upaya tersebut sejalan dengan amanat negara untuk mencerdaskan segala bangsa sehingga dunia pendidikan terus maju.

Kegiatan dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam meningkatkan literasi anak di Loeha Raya. Buku sebagai jendela dunia perlu disalurkan dan dinikmati oleh siapa saja. Jangan sampai akses transportasi menjadi halangan seorang anak untuk memperoleh pengetahuan.

Senior Project Manager Tanamalia PT Vale, Mercy Balebu mengatakan, donasi yang diberikan adalah hasil sumbangan sukarela para karyawan dan kontraktor. Perseroan mendukung agar anak-anak memiliki pengetahuan dengan membaca buku.

“Perusahaan memiliki misi untuk meningkatkan kualitas hidup di setiap wilayah operasionalnya. Melalui donasi buku ini, terselip harapan agar anak-anak bisa berani bermimpi dan menggapi cita-citanya,” katanya.

Tidak hanya itu, Mercy juga menyampaikan pemberian buku ini merupakan yang pertama di wilayah Tanamalia. Program diharapkan dapat berkelanjutan ke beberapa area desa-desa lainnya menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan asesmen di lapangan.

“Dunia digital saat ini memberi tantangan kepada para pengajar. Anak-anak lebih senang bermain Handphone dibanding membaca. Mari bekerja sama memecahkan tantangan ini. Anak perlu didekatkan pada dunia buku baik dalam bentuk fisik ataupun elektronik,” harap Mercy.

Staf Pengelola Perpustakaan Jendela Dunia Hasni Nusia Sari menyampaikan rasa haru dan simpati atas kepedulian PT Vale. Bahkan, dia mengaku kaget sekaligus terharu saat mendapat informasi ada donasi buku dan alat tulis tersebut.

“Saya sudah pusing harus meminta bantuan buku ke mana lagi agar anak-anak bisa tertarik ke perpustakaan, syukurlah ada bantuan dan kepedulian dari perusahaan,” ungkapnya.

Hasni bercerita setiap tahunnya desa memiliki anggaran pembelian buku. Namun, dengan anggaran terbatas buku yang dimiliki juga belum sepenuhnya menarik minat anak untuk singgah belajar di perpustakaan.

“Terima kasih banyak PT Vale. Saya senang perusahaan betul-betul memperhatikan literasi anak-anak di desa. Melalui buku-buku ini saya yakin anak-anak akan tertarik ke perpustakaan, apalagi banyak buku cerita bergambar yang diberikan,” kata Hasni penuh syukur.

Ia berbagi selama ini perpustakaannya menjadi tempat singgah anak usia SD saat pulang sekolah. Awal mulanya anak-anak belum tertarik, perlahan kegiatan kreavitas diadakan untuk menumbuhkan minat ke perpustakaan.

Pengurus Desa Tokalimbo ini percaya lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan. Di tengah tantangan digital, Ia berharap semangat literasi tidak hanya tumbuh di desanya. Tetapi setiap desa di Loeha Raya turut menciptakan sarana belajar yang baik.

Konsisten Pengembangan di Dunia Pendidikan

Tidak hanya melakukan pemberian donasi buku dan alat tulis, kepedulian PT Vale di dunia pendidikan sudah dimulai sejak lama. Perseroan ikut memastikan pendidikan yang dilakukan melalui bangku sekolah berjalan sesuai dengan standar.

Sejak tahun 2023, PT Vale mulai melakukan berbagai program seperti Pelatihan Vokasional, Bimbingan Belajar Masuk Perguruan Tinggi serta Pelatihan Kurikulum Merdeka untuk memastikan guru TK hingga SMP di Loeha Raya memiliki kompetensi yang baik dalam mencerdaskan anak bangsa.

Di sisi lain, perusahaan juga berkontribusi menjadi sarana belajar pengelolaan lingkungan yang baik. Hal ini dibuktikan dengan menerima kunjungan belajar dari Lembaga Kursus Bahasa Inggris Desa Bantilang dan SD 279 Rante Angin.

Direktur Eksternal Relations Endra Kusuma menyatakan aspek keberlanjutan menjadi fokus utama PT Vale dalam beroperasi. Adapun dunia pendidikan merupakan aspek penting penentu kualitas talenta-talenta lokal yang akan berkarya di perusahaan.

“Kami berkomitmen memberdayakan talenta lokal untuk menjadi SDM unggul. Sejak dini, kami turut memastikan kualitas anak bangsa dalam segi pendidikan,” tuturnya.

Perusahaan memastikan kontribusi-kontribusi positif akan terus dilakukan untuk masyarakat juga lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.

Towuti, 8 Oktober 2025 — Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam pemulihan pasca insiden kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus mengedepankan transparansi, pendekatan ilmiah, dan dialog terbuka dengan masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi di Desa Timampu, perusahaan memperkuat upaya pemulihan sosial dan lingkungan yang dilakukan secara bertanggung jawab dan terukur.

Sejak hari pertama insiden terjadi, yaitu pada tanggal 23 Agustus 2025, PT Vale telah menetapkan pendekatan penanggulangan berbasis sains yang selaras dengan standar global dan prinsip tata kelola lingkungan yang baik. Masa tanggap darurat yang berlangsung hingga 12 September 2025 difokuskan pada mitigasi tumpahan minyak, pengendalian area terdampak, serta pemetaan sosial untuk memastikan penanganan yang adil dan terverifikasi bagi seluruh masyarakat yang terdampak.

Hasil pemetaan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan menghasilkan klasifikasi dampak sosial yang meliputi sawah, empang, kebun, ternak, dan sumur di enam desa: Lioka, Langkea Raya, Baruga, Wawondula, Matompi, dan Timampu. Skema pemulihan dan penyaluran biaya penanganan dampak telah disepakati bersama oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan para kepala desa, serta telah dikomunikasikan kepada warga sejak awal September.

Momentum komitmen ini dipertegas dengan penyerahan simbolis biaya penanganan dampak yang dilaksanakan pada 2 Oktober 2025 di Kantor Camat Towuti, disaksikan oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, dan berbagai pemangku kepentingan. Proses penyaluran kompensasi kini berjalan secara bertahap, disertai verifikasi lapangan untuk memastikan setiap keputusan berbasis data dan akuntabilitas.

Meski masa tanggap darurat telah berakhir, PT Vale menegaskan bahwa pemulihan bukanlah sekadar fase reaktif, melainkan komitmen jangka panjang yang terus dijalankan hingga seluruh hak masyarakat terpenuhi. Dalam rangka memastikan kejelasan dan transparansi proses, perusahaan mengadakan sosialisasi lanjutan di Desa Matompi dan Desa Timampu, menghadirkan masyarakat secara langsung untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai mekanisme, tahapan verifikasi, dan hak kompensasi.

Head of External Relations PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma, menyampaikan bahwa perusahaan memahami sepenuhnya keresahan masyarakat dan terus hadir di lapangan untuk mendengarkan aspirasi mereka.

“Kami hadir bukan hanya untuk menjelaskan, tapi juga untuk mendengarkan. Sosialisasi ini adalah bagian dari tanggung jawab kami memastikan setiap warga terdampak memahami haknya dan terlibat aktif dalam proses pemulihan. Kami ingin setiap langkah berlangsung dengan jujur, transparan, dan berkeadilan,” ungkapnya usai kegiatan sosialisasi di Desa Timampu (8/10).

Endra menambahkan bahwa PT Vale kini memperluas bentuk komunikasi publik dengan mengombinasikan forum tatap muka dan pendekatan ke masing-masing kelompok seperti kelompok tani hingga kelompok nelayan, agar setiap pesan dan data yang disampaikan dapat diterima secara menyeluruh.

“Kami terbuka terhadap masukan dan kritik selama tujuannya untuk mempercepat pemulihan. Dukungan pemerintah daerah, khususnya Bupati Luwu Timur dan seluruh jajarannya, menjadi fondasi penting bagi keberhasilan proses ini,” tambahnya.

Kepala Desa Timampu, Samsul, menyambut baik langkah PT Vale dalam memastikan keterlibatan warga di setiap tahap pemulihan. “Sosialisasi ini menjadi langkah konkret untuk mempercepat proses verifikasi dan penyaluran kompensasi. Semakin cepat masyarakat memahami mekanisme, semakin cepat pula pemulihan bisa dijalankan secara menyeluruh,” ujarnya.

Bagi PT Vale, keberhasilan pemulihan tidak hanya diukur dari berakhirnya masa tanggap darurat, melainkan dari pemulihan kepercayaan, kesejahteraan, dan keberlanjutan lingkungan di Towuti. Seluruh proses dilakukan dengan melibatkan masyarakat, lembaga akademik, dan pemerintah, agar setiap kebijakan dan keputusan berdasar pada data ilmiah, empati sosial, dan prinsip tata kelola yang baik.

Dengan semangat kolaborasi ini, PT Vale menegaskan kembali pesan utamanya: “Pemulihan yang berkelanjutan hanya bisa terwujud bila dilakukan bersama—dengan kejujuran, keterbukaan, dan rasa tanggung jawab kepada masyarakat dan alam.”

Singapura, 30 September 2025 – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan rantai pasok pertambangan yang bertransformasi melalui inovasi dan keberlanjutan. Perseroan dianugerahi Manufacturing Category Award dalam ajang bergengsi Supply Chain Excellence Awards (SCEA) Asia Pacific 2025.

Inisiatif yang memenangkan penghargaan ini, Proyek Rebuild Truk 0-Hour , merupakan terobosan yang menggabungkan keunggulan operasional dengan tanggung jawab lingkungan. Alih-alih membuang truk berat yang menua dan menggantinya dengan unit baru, PT Vale memulihkan armada tersebut hingga kembali ke kondisi “nol jam” – seolah-olah baru keluar dari pabrikan.

Pendekatan ini tidak hanya memastikan performa dan keselamatan setara dengan aset baru, tetapi juga menghindarkan dampak lingkungan dari proses produksi dan transportasi truk baru. Dengan memaksimalkan kembali penggunaan material dan komponen yang ada, proyek ini secara signifikan mengurangi limbah industri, meminimalkan emisi dari manufaktur, serta memperkuat praktik ekonomi sirkular dalam operasi pertambangan.

Inisiatif ini juga mencerminkan visi jangka panjang PT Vale untuk menempatkan keberlanjutan di inti rantai pasoknya. Melalui program zero-hour rebuild, Perseroan berhasil menekan jejak karbon sekaligus meningkatkan efisiensi biaya dan ketahanan operasional. Armada yang dipulihkan memungkinkan Vale untuk tetap mendukung kebutuhan global akan nikel—mineral penting bagi transisi energi bersih—tanpa mengorbankan standar keselamatan maupun kepedulian lingkungan.

Sebagai bagian dari strategi yang lebih luas, PT Vale juga mengembangkan solusi bahan bakar terbarukan seperti proyek Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) bersama PT Pertamina Patra Niaga, PT Trakindo Utama, dan PT United Tractors, yang bertujuan menekan intensitas karbon dalam proses logistik dan pertambangan.

Rangkaian inisiatif ini menunjukkan bahwa rantai pasok pertambangan dapat menjadi sumber inovasi dan tanggung jawab, bukan sekadar dampak semata.

Sadewo, Head of Supply Chain Management PT Vale Indonesia Tbk, menegaskan nilai transformasi dari program ini:
“0-Hour Truck Rebuild bukan sekadar proyek perawatan, melainkan solusi keberlanjutan. Dengan membangun kembali alih-alih mengganti, kami memperpanjang usia aset kritis, mengurangi limbah, dan menekan emisi, sembari memastikan operasi tetap efisien dan andal. Dikombinasikan dengan upaya energi terbarukan dan logistik hijau, penghargaan ini mencerminkan tekad kami untuk mendorong praktik rantai pasok menuju masa depan yang menyeimbangkan tanggung jawab dan performa.”

Menutup capaian ini dengan refleksi, Bernardus Irmanto, Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk, menyampaikan:
“Penghargaan adalah bentuk pengakuan penting, namun yang lebih utama adalah dampak yang diwakilinya. 0-Hour Truck Rebuild menggambarkan warisan yang ingin kami bangun: inovasi yang melindungi lingkungan sekaligus memungkinkan pertumbuhan. Sebagai bagian dari keluarga MIND ID, kami percaya kebijaksanaan dalam menambang secara bertanggung jawab hari ini adalah fondasi bagi masa depan yang lebih baik.”

Luwu Timur, 26 September 2025 – Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat kebocoran pipa minyak milik PT Vale Indonesia Tbk di Kecamatan Towuti berakhir tanpa hasil. DPRD Luwu Timur menskorsing jalannya rapat karena dinilai tidak memiliki data konkret untuk menagih pertanggungjawaban perusahaan.

Rapat yang berlangsung sekitar dua jam di ruang Banggar DPRD Luwu Timur itu dihadiri Ketua DPRD Ober Datte, lintas komisi DPRD, TNI, Polri, OPD, aparat desa, serta sejumlah organisasi dan aktivis lingkungan, di antaranya Lak HAM Indonesia, Fokal Lutim, FKPB Lutim, LSM Gempa, JKM LTI, Fokal Wosuponda, Amji RI DPC Lutim, OPTIM Timampu, FPM Lutim, serta pemuda Towuti pemerhati lingkungan.

Aktivis Gerakan Peduli Lingkungan Luwu Timur mengecam sikap PT Vale yang dinilai menutup-nutupi hasil penanganan kebocoran. Mereka menyoroti adanya perbedaan hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh ahli independen dengan tim yang dibiayai perusahaan.

Sejumlah warga Towuti juga menyuarakan kekecewaan terhadap hasil RDP. Mereka menilai para wakil rakyat tidak serius mengawal aspirasi masyarakat. “Kami sangat kecewa, ketika ada masalah perusahaan yang merampas hasil tanah kami, DPRD hanya bilang sabar. Nyatanya mereka tidak punya data dan hanya bisa mengetuk palu untuk menunda rapat,” ungkap salah seorang warga.

Skorsing rapat tersebut menambah tanda tanya terkait komitmen DPRD dalam mengawal aspirasi masyarakat Towuti yang terdampak kebocoran pipa minyak.

TOWUTI, 25 September 2025 – Pasca berakhirnya masa tanggap darurat insiden kebocoran pipa minyak pada 12 September 2025 lalu, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan setiap dampak terhadap masyarakat dan lingkungan tertangani secara menyeluruh, transparan, serta melalui mekanisme dialog inklusif dengan seluruh pemangku kepentingan.

Fokus utama perusahaan adalah menjawab keresahan masyarakat dengan langkah nyata yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hingga hari ini, lebih dari 284 aduan dari warga enam desa terdampak; Lioka, Wawondula, Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu—telah dicatat melalui Posko Pengaduan di Kantor Camat Towuti dan interaksi langsung di lapangan. Lebih dari setengah laporan telah ditindaklanjuti, sebagai bukti komitmen perusahaan untuk mendengar dan menjawab setiap aspirasi masyarakat.

Dalam rapat dengar pendapat bersama DPRD Luwu Timur, PT Vale menegaskan pentingnya proses pemulihan yang transparan dan berbasis partisipasi. Endra Kusuma, Head of External Relations PT Vale, menegaskan bahwa keresahan warga adalah sesuatu yang sah dan harus ditangani dengan hati-hati,
“Kami hadir untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan memastikan setiap langkah diambil dengan mempertimbangkan aspek sosial, lingkungan, dan keberlanjutan. Pendekatan ini bukan hanya soal menyelesaikan dampak, tapi juga membangun kembali kepercayaan bersama.”

Bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, PT Vale menyusun klasifikasi dampak yang mencakup sawah, kebun, empang, ternak unggas, ternak besar, nelayan, hingga sumur air. Klasifikasi ini terbagi berdasarkan tingkat keparahan rendah, sedang, hingga tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan setiap warga terdampak menerima penanganan yang proporsional dengan kondisi riil di lapangan. Proses saat ini telah memasuki tahap verifikasi menuju penandatanganan perjanjian pembayaran dan penyaluran.

Seluruh tim bekerja maksimal yang didukung penuh oleh PT Vale di dampingi dengan, pemerintah Luwu Timur dan pelibatan tim ahli independen, termasuk Disaster Risk Reduction Centre (DRRC) Universitas Indonesia di bawah pimpinan Prof. Fatma Lestari. Selama tiga minggu terakhir, pengambilan sampel air, udara, dan tanah dilakukan secara terbuka, dicatat waktu dan koordinatnya, disegel sesuai standar, dan diuji di laboratorium resmi.

Hasil uji hingga 24 September 2025 menunjukkan kadar Merkuri (Hg) 0.0008 mg/L dan Chromium (Cr6+) 0.01 mg/L—jauh di bawah baku mutu I. Hal ini menegaskan bahwa kualitas air dan tanah di wilayah terdampak berada dalam batas aman. Prof. Fatma menyampaikan,
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Karena itu, seluruh pengambilan sampel dilakukan terbuka, terdokumentasi, dan hasilnya berbasis sains. Jika masih ada keraguan, kami siap mendampingi agar masyarakat benar-benar merasa yakin bahwa pemulihan dilakukan secara bertanggung jawab.”

Selain mekanisme kompensasi, PT Vale juga terus memastikan upaya lapangan berjalan, termasuk pembersihan sisa minyak di pinggiran sungai, serta monitoring berkelanjutan bersama pemerintah dan warga.

Upaya pemulihan ini bukan hanya menyelesaikan insiden, tetapi menjadi titik balik untuk memperkuat kolaborasi, membangun kepercayaan, dan memastikan keberlanjutan ekosistem Towuti.