Arsip Kategori: Berita

Sat Narkoba Polres Luwu Timur Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Tomoni

RADARLUWU.COM,Luwu Timur – Satuan Narkoba Polres Luwu Timur berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Desa Mandiri, Kecamatan Tomoni, pada Senin (7/10). Dalam operasi ini, petugas berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku yang masing-masing berinisial RN (21), SP (50), dan GN (24). Ketiganya diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menemukan barang bukti berupa sabu seberat 0,12 gram yang disimpan di dalam sachet, serta alat hisap sabu dan beberapa plastik sachet bekas. Kasubsi Humas Polres Luwu Timur, Bripka A. Muh. Taufik, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan itu. “Ya, ada tiga orang diamankan, dan dari ketiganya ditemukan barang bukti sabu seberat kurang lebih 0,12 gram dan alat hisap sabu,” ujar Taufik.

Saat ini, ketiga tersangka sedang menjalani proses pemeriksaan di Satresnarkoba Polres Luwu Timur. Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Berdasarkan aturan tersebut, ketiganya terancam pidana penjara maksimal 4 tahun.

Bripka Taufik menutup keterangannya dengan menegaskan komitmen Polres Luwu Timur dalam memberantas peredaran narkoba. “Kami akan terus berupaya maksimal untuk menjaga wilayah Luwu Timur dari peredaran narkotika demi menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari peredaran gelap narkotika” tutupnya.(*)

PT PUL Lakukan Perluasan Jetty dan Pembukaan OB Tanpa Kantongi Izin, Sekjen KKM Minta Pemerintah Tegas

RADARLUWU.COM,MALILI — Perusahaan pertambangan PT Prima Utama Lestari (PUL) melakukan perluasan Jetty tanpa mengantongi izin. Bahkan melakukan pembukaan overburden (OB).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, PT PUL menggandeng PT. Tektonindo Henida Jaya (THJ) untuk melakukan dua kegiatan tersebut. Baik OB hingga penimbunan Jetty untuk perluasan pelabuhan.

Sekjen Kerukunan Keluarga Malili, Rudiansyah, mengatakan, kegiatan perluasan jetty yang saat ini dilakukan PT PUL harus dihentikan. Sebab, kegiatan tersebut memperkecil luasan sungai.

“Pemerintah seharusnya melakukan pengawasan secara ketat. Kegiatan menimbun untuk perluasan Jetty harus dihentikan. Apalagi PT PUL tidak punya izin untuk itu,” kata Rudiansyah, Selasa, (08/10/24).

Selain itu, PT PUL juga sudah mulai melakukan kegiatan kegiatan pembuatan OB. Sementara, PT PUL belum mengantongi RKAB. “Semua ini tidak boleh dilakukan. Sekali lagi, kami meminta pengawasan pemerintah. Hentikan ini,” ungkapnya.

Rudiansyah bilang, ESDM Sulsel baru-baru ini melakukan peninjauan di PT PUL. Ia menyaksikan kegiatan penimbunan Jetty yang dilakukan PT PUL. Jika ESDM tidak menghentikan, maka dugaan kongkalingkong benar adanya.

“Kami meminta ESDM tidak abai. Ini sudah disaksikan secara langsung. ESDM harus menghentikan kegiatan penimbunan di area Jetty dan pembukaan OB. Jika tidak, ada dugaan kongkalingkong,” Imbuhnya.

Kepala Dinas ESDM Sulsel, Andi Eka Prasetya yang dikonfirmasi melalui panggilan dan pesan WhatsApp belum merespon. Panggilan terhubung namun tidak diangkat.

Demikian halnya Eksternal PT PUL, Fikri. Ia tidak merespon panggilan dan pesan WhatsApp. (*)

Milenial dan Gen Z : Kami Suka Program Budiman Akbar

RADARLUWU.COM,Luwu Timur, 8 Oktober 2024 – Ribuan milenial dan Gen Z memadati Gedung Pertemuan Masyarakat Sorowako di Kecamatan Nuha pada malam 7 Oktober 2024 untuk menghadiri Inagurasi dan pengukuhan tim milenial-Gen Z pasangan calon (paslon) Budiman-Akbar. Acara ini dikemas dengan apik menggunakan teknologi lighting dan sound canggih yang sesuai dengan psikologi dan selera kaum muda, menciptakan suasana meriah yang penuh interaksi dan kegembiraan sepanjang acara.

Paslon Budiman-Akbar menunjukkan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan keinginan generasi milenial dan Gen Z, yang terlihat tidak hanya dari konsep acara yang modern dan dinamis, tetapi juga dari orasi yang mereka sampaikan. Setiap kali paslon ini tampil di atas panggung, suasana semakin semarak dengan tepuk tangan dan sorakan dari para hadirin. Slogan “lanjutkan kebaikan” terus bergema sepanjang orasi Budiman-Akbar menandakan antusiasme dan dukungan penuh dari milenial.

Dalam orasinya, Budiman-Akbar mempertahankan gaya khas yang ringan, santai, dan sering diselingi dengan humor yang menyegarkan, sehingga pesan-pesan mereka mudah dicerna oleh berbagai kalangan. Selain itu, penampilan mereka yang sederhana dan tidak berlebihan membuat mereka semakin dekat dengan masyarakat, terutama kaum muda yang hadir dalam acara tersebut.

Setelah acara, juru bicara paslon, Citra Febrianti, menjelaskan program-program yang diusung Budiman-Akbar, yang menekankan fokus pada pemenuhan kebutuhan kaum muda. “Paslon Budiman-Akbar berkomitmen untuk melanjutkan program beasiswa, memperluas kesempatan kerja bagi milenial, memberikan akses teknologi yang lebih baik, serta mengembangkan keterampilan kaum muda, terutama dalam menghadapi tantangan era digital,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budiman-Akbar juga akan memfasilitasi berdirinya perguruan tinggi politeknik dan vokasi di Luwu Timur sebagai wujud komitmen mereka untuk mengakomodasi kepentingan pendidikan generasi muda.

Kamaruddin, seorang milenial dari Kecamatan Angkona, mengungkapkan pendapatnya mengenai program yang diusung paslon ini. Ia merasa bahwa paslon Budiman-Akbar sangat memahami apa yang dibutuhkan oleh milenial dan Gen Z saat ini. “Penyediaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital, serta internet publik adalah dambaan kami semua,” ujarnya.

Sherira Sahir, remaja putri dari Kecamatan Tomoni, juga menyuarakan harapan yang serupa, terutama terkait rencana pembangunan perguruan tinggi vokasi di Luwu Timur. “Ini adalah harapan besar kami dan juga orang tua kami, agar adik-adik kami nanti memiliki akses pendidikan yang lebih baik,” katanya sambil mengacungkan dua jari dan mengajak hadirin untuk mendukung paslon Budiman-Akbar.

Acara yang dipenuhi interaksi hangat dan antusiasme ini menunjukkan kekuatan dukungan milenial dan Gen Z terhadap paslon Budiman-Akbar, yang secara konsisten menyuarakan komitmen mereka untuk memajukan Luwu Timur dengan termasuk fokus pada kebutuhan generasi muda.

Pasangan Budiman-Akbar Wujudkan Komitmen Sejahterakan Petani Luwu Timur Melalui Hilirisasi

RADARLUWU.COM, LUWU TIMURPaangan calon bupati dan wakil bupati Luwu Timur, Budiman-Mochammad Akbar Andi Leluasa (Budiman-Akbar), berkomitmen untuk terus meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan.

Komitmen ini, untuk memperkuat hilirisasi produk pertanian dan perkebunan. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para petani di Luwu Timur.

Juru Bicara (Jubir) Budiman-Akbar, Ibriansyah Irawan mengungkapkan, program hilirisasi ini akan didukung oleh infrastruktur yang memadai, termasuk fasilitas pengolahan hasil pertanian dan perkebunan.

Tidah hanya itu, pemerintah di bawah nahkoda Budiman-Akbar juga akan memberi pelatihan bagi para petani untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menghadapi proses produksi yang lebih modern.

“Budiman-Akbar berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga memperkuat hilirisasi produk agar nilai tambah dari hasil pertanian dan perkebunan lebih besar,” ujar Rian sapaan akrab Ibriansyah.

“Dengan hilirisasi, kita tidak lagi hanya mengirim produk mentah, tetapi bisa menghasilkan produk jadi yang siap dipasarkan dengan harga lebih tinggi,” sambungnya.

Menurut Rian, program hilirasasi pertanian adalah solusi strategis untuk meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ekonomi daerah.

“Sehingga kita bisa memaksimalkan hasil pertanian dan perkebunan kita, mengurangi ketergantungan pada penjualan bahan mentah, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja lokal,” jelasnya.

Rian juga menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi Budiman-Akbar yang ingin menjadikan Luwu Timur sebagai pusat ekonomi yang berdaya saing, di mana sektor pertanian dan perkebunan menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“Budiman-Akbar percaya bahwa pertanian adalah kekuatan utama Luwu Timur, dan dengan hilirisasi kita bisa memanfaatkan potensi itu secara optimal,” terang Rian.

“Tidak hanya memberikan keuntungan bagi petani, tetapi juga bagi seluruh masyarakat melalui penambahan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi lokal,” tambahnya.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap produk pertanian di Luwu Timur bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” lanjut Rian.

“Dengan hilirisasi, kita bisa memperpanjang rantai nilai produk, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

 

 

Soal Wisata Halal di Toraja, Begini Penjelasan Calon Gubernur Sulsel Danny Pomanto

RADARLUWU,TORAJA UTARA – Calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Muh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengatakan bahwa istilah Wisata Halal kurang tepat dikenakan di wilayah Toraja.

Pasalnya, hal tersebut bertentangan dengan kondisi sosial, tradisi dan kepercayaan yang dominan di daerah yang terkenal dengan destinasi wisata budaya tersebut.

Hal itu dikatakan Danny usai pertemuan silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan pengurus Badan Pengelola Sinode (BPS) Gereja Toraja di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Senin (07/10).

“Istilah Wisata Halal di Toraja kurang tepat. Istilah ini, secara sosio-kultural tidak mendapatkan ruang karena mayoritas warganya non-muslim. Tapi kalau restoran halal, kuliner halal, akomodasi halal dan sebagainya memang harus ada sebagai fasilitas bagi wisatawan muslim yang datang ke sini,” ungkap Danny.

Dijelaskan Wali Kota Makassar dua periode itu, potensi wisata di wilayah Toraja sangat memungkinkan untuk terus dikembangkan, asalkan mendapat dukungan dari pemerintah.

“Potensi wisata Toraja ini sangat besar, dan kalau ada dukungan ril dari pemerintah, termasuk dari Pemprov, maka bisa lebih dioptimalkan sehingga memberi kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi rakyat,” jelas Danny.

Karena itu, ke depan yang paling dibutuhkan adalah fasilitas lengkap dan representatif yang memungkinkan setiap kalangan dapat berwisata dengan nyaman di daerah yang terkenal sejuk dan alami ini.

Sementara itu Juru Bicara Danny – Azhar, Asri Tadda menambahkan, pengembangan pariwisata merupakan salah satu program prioritas yang akan dilakukan oleh Paslon yang dikenal dengan akronim “DIA” itu.

“Danny – Azhar bertekad memperkuat struktur ekonomi berbasis pangan dan salah satunya adalah di bidang pariwisata. Potensi pariwisata Sulsel sangat banyak dan kalau itu dikembangkan dengan baik, maka tentu akan menjadi salah satu penyumbang pendapatan daerah,” jelas Asri.

Hanya saja, lanjutnya, pengembangan potensi wisata di Suslel tentu harus memperhatikan kondisi sosial-kultural setempat. Agar tidak menjadi kontroversi yang justru tidak menguntungkan.

“Pariwisata adalah tentang hospitality. Wisatawan mau menikmati destinasi dengan aman dan nyaman. Jadi yang utama adalah konsep, fasilitas dan akomodasinya. Sehingga semua kalangan bisa menikmatinya dengan baik, baik yang muslim maupun non-muslim,” pungkas Asri. (*)