Arsip Kategori: Polri

Pasca Penertiban di Dua Desa, Pemkab dan Polres Luwu Utara Susun Langkah Perdamaian Munte-Karondang

RadarLuwu.com, Luwu Utara – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama Polres Luwu Utara mulai merancang langkah perdamaian menyusul pertikaian antarwarga yang terjadi antara Desa Munte dan Desa Karondang di Kecamatan Tanalili. Upaya tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim agar konflik antardesa yang masih bertetangga itu segera diselesaikan secara adil dan mengedepankan nilai kekeluargaan.

Pembahasan digelar pada Sabtu (5/9/2026) dan dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Luwu Utara Ismaruddin, Kabag Operasi Polres Luwu Utara Kompol Rafli, Camat Tanalili Syamsuria, serta Kapolsek Bone-Bone/Tanalili AKP Muhajir. Rapat koordinasi ini digelar setelah aparat kepolisian melakukan penertiban di wilayah dua desa yang bertikai tersebut.

Ismaruddin menegaskan, penegakan hukum yang adil tetap akan berjalan apabila pendekatan restorative justice tidak kunjung mencapai kesepakatan. Kendati demikian, karena hubungan antarwarga kedua desa masih terikat tali kekeluargaan, penyelesaian secara kekeluargaan tetap menjadi prioritas, dengan tahap awal berupa pengamanan maupun penyerahan diri para terduga pelaku. “Setelah terduga pelaku diambil atau menyerahkan diri, barulah tahapan perdamaian dilakukan. Selanjutnya, apakah pendekatan restorative justice atau hukum positif yang dipakai, itu tergantung situasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dialog antartokoh terus dijalankan untuk mencegah masuknya pihak-pihak yang berpotensi memprovokasi warga. Meski kondisi fisik dinilai sudah kondusif, indikator keamanan belum sepenuhnya pulih karena mobilitas warga antardesa masih terhambat. Pertemuan formal pun sedang disiapkan dengan melibatkan pemerintah desa serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda dari kedua desa.

Menurut Ismaruddin, tugas utama pemerintah saat ini ada dua, yakni menjaga kondusivitas keamanan dan menjamin kesejahteraan masyarakat. Sesuai perintah pimpinan, dialog akan terus digelar hingga perdamaian benar-benar terwujud di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kompol Rafli mengingatkan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat dan tidak hanya bertumpu pada jumlah personel di lapangan. Dalam pengembangan penanganan perkara, pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa senjata yang sempat meletus serta dua pucuk senjata rakitan hasil penertiban. Polres juga mengklarifikasi sejumlah isu yang beredar di tengah warga Desa Munte agar informasi tetap berimbang dan tidak memicu kesalahpahaman.

Kapolsek Bone-Bone/Tanalili AKP Muhajir memastikan situasi keamanan di Desa Munte dan Desa Karondang tetap aman dan kondusif pasca-penertiban. Personelnya masih siaga di titik perbatasan kedua desa untuk mengantisipasi perkembangan serta memberi rasa aman bagi warga yang beraktivitas. Warga diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya. “Pengamanan di titik perbatasan ini akan terus berlangsung hingga situasi dinyatakan sepenuhnya kondusif,” tuturnya.

Dua Pelaku Pencurian di Malili Ditangkap Polres Luwu Timur, Kabel Tembaga Islamic Center Ikut Digasak

RadarLuwu.com, Malili – Satuan Reserse Kriminal Polres Luwu Timur menangkap dua orang pelaku pencurian yang beraksi di wilayah Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Di hadapan penyidik, keduanya yang berinisial AG dan AH mengaku telah melakukan aksinya di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan rilis yang dikirimkan kepolisian ke media, kedua pelaku mengambil tiga buah mesin pompa air di Gedung Laboratorium Kesmas, Jalan Soekarno-Hatta, Desa Puncak Indah. Mereka juga menggasak kabel tembaga di Islamic Center, Kelurahan Malili, Kecamatan Malili.

Tak berhenti di situ, keduanya mengakui telah mencuri satu unit mesin pompa air atau alkon di Desa Wewangriu serta besi ulir di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili. Selain itu, mereka juga mengaku mencuri mesin air dan kabel tembaga di wilayah Kelurahan Malili.

Kabel tembaga yang diambil dari Islamic Center, bersama mesin air dan kabel tembaga dari Kelurahan Malili, telah dijual kepada pembeli barang bekas atau besi tua di wilayah kelurahan setempat.

Salah satu pelaku, AH alias Jon, diketahui merupakan residivis kasus serupa yang telah keluar masuk lembaga pemasyarakatan. Terhadap para terduga pelaku, polisi menerapkan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana pencurian.

Kecelakaan Maut Poros Belopa-Latimojong: Pelajar 12 Tahun Tewas Tertabrak Truk Tronton

RadarLuwu.com, Luwu – Kecelakaan lalu lintas fatal terjadi di Jalan Poros Belopa-Latimojong, Lingkungan Balo-Balo, Kelurahan Balo-Balo, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, pada Sabtu (5/9) malam. Seorang pelajar berusia 12 tahun meregang nyawa di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang ditumpanginya bertabrakan dengan truk tronton pengangkut alat berat.

Korban jiwa adalah Aiman (12), warga Dusun Tiangka, Desa Sampeang, Kecamatan Bajo Barat. Ia dibonceng Rasmi (38) yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi DP 2077 UF. Dari arah berlawanan melaju truk tronton bernomor polisi DD 8819 KB yang dikemudikan Hendra (38). Akibat benturan keras tersebut, Aiman yang mengalami luka di bagian kepala meninggal dunia di tempat.

Sementara itu, Rasmi berhasil selamat, tetapi menderita luka terbuka pada lutut kiri serta luka lecet di betis kiri, perut, dan siku kiri. Ia kini menjalani perawatan di RSUD Batara Guru Belopa.

Kasat Lantas Polres Luwu, AKP Muh. Alwi, mengungkapkan kronologi awal kejadian. Sepeda motor melaju dari arah timur menuju barat dengan kecepatan sedang. Begitu tiba di lokasi, pengendara berusaha menghindari sebuah mobil yang terparkir di sisi kiri jalan sehingga laju motornya bergeser ke kanan. Pada saat bersamaan, truk tronton bermuatan alat berat datang dari arah barat menuju timur, dan tabrakan antara kedua kendaraan pun tidak dapat dihindari.

Pengemudi truk, Hendra (38), warga Jalan Bangkala, Kelurahan Kapasa Raya, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, dilaporkan tidak mengalami luka. Ia kini diamankan aparat untuk dimintai keterangan lebih lanjut. AKP Muh. Alwi menambahkan, personel telah mendatangi tempat kejadian, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, membuat laporan polisi, dan melanjutkan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Sumber: koranseruya

9 Kali Gasak Sarang Walet di Luwu, Polisi Bekuk Tiga Pelaku, Eksekutor Utama Masih Buron

RadarLuwu.com, Luwu – Tim URC Resmob Polda Sulawesi Selatan bersama Satreskrim Polres Luwu membekuk tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi pencurian sarang burung walet di Kabupaten Luwu. Ketiganya berinisial JM (40), BI (24), dan KS (18), dengan BI dan KS diketahui berstatus pasangan suami istri.

Penangkapan berlangsung pada Kamis (3/9/2026) setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan. Pengungkapan berawal dari penelusuran keberadaan JM di Kabupaten Wajo, kemudian dikembangkan hingga petugas menangkap BI dan KS di kediamannya yang juga berada di Wajo.

Katim 1 Resmob Polda Sulsel, Aiptu Arsyad Samosir, mengungkapkan ketiga tersangka mengaku telah beraksi sebanyak sembilan kali di wilayah Kabupaten Luwu sepanjang Agustus 2026. Dari seluruh aksi tersebut, total kerugian korban diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta, dengan aksi terakhir menimbulkan kerugian sekitar Rp20 juta.

Delapan lokasi pencurian lainnya masih dalam proses identifikasi Polres Luwu. Polisi mengarahkan para korban di lokasi-lokasi tersebut untuk membuat laporan resmi agar kasusnya dapat diproses sesuai hukum.

Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini memiliki pembagian tugas. Seorang pria berinisial BS diduga berperan sebagai eksekutor utama dan kini masih buron sehingga masuk daftar pencarian orang (DPO). Sementara itu, tersangka perempuan bertugas mengawasi situasi di sekitar lokasi, sebagian lain standby di atas mobil, dan satu orang ikut memantau lokasi sasaran. Ketiga tersangka yang ditangkap berperan memantau keadaan serta menjadi sopir kendaraan yang digunakan dari Wajo menuju Luwu.

Ketiga tersangka selanjutnya dibawa ke Markas Resmob Polda Sulsel di Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada Polres Luwu guna menjalani proses hukum. Polisi masih memburu BS dan mendalami sejumlah kasus pencurian lain yang diduga terkait dengan komplotan tersebut.

Sumber: KabarMakassar

Granat Nanas Aktif di Asrama Polres Palopo Ditemukan Personel, Tim Jibom Polda Sulsel Lakukan Peledakan

RadarLuwu.com, Palopo – Penemuan benda mencurigakan di kompleks Asrama Polres Palopo berujung pada proses pemusnahan oleh tim penjinak bom. Sebuah granat model nanas yang diduga masih aktif ditemukan di belakang asrama, dan setelah melalui pemeriksaan, benda tersebut akhirnya diledakkan oleh Tim Jibom Detasemen Gegana Brimob Polda Sulsel.

Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki, membenarkan penanganan benda berbahaya tersebut. “Benar, benda tersebut adalah granat nanas dan telah diledakkan,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

Granat itu pertama kali diketahui oleh personel Polres Palopo bernama Bripka Novrianto pada Rabu (2/9) sekitar pukul 22.22 Wita. Saat itu Novrianto tengah mengecek pipa air di lokasi, lalu secara tidak sengaja mengarahkan senter ponselnya ke sisi material bangunan. Di sana ia melihat besi yang diduga merupakan granat model nanas.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke unit identifikasi Polres Palopo. Dari hasil identifikasi gabungan, benda itu dinyatakan benar sebagai granat nanas yang pemicunya masih terpasang, meski pelatuk pemicunya sudah terlepas sehingga sempat diduga masih aktif.

Polres Palopo selanjutnya berkoordinasi dengan Tim Jibom Detasemen Gegana Brimob Polda Sulsel untuk memeriksa granat tersebut. Granat aktif itu kemudian diledakkan di lapangan tembak KM 8, Kelurahan Latuppa, Kecamatan Mungkajang pada Jumat (4/9) pagi.

“Alhamdulillah tim Jibom dari Polda telah melakukan pemusnahan di lapangan Latuppa,” tutupnya.

Sumber: detikSulsel