Arsip Kategori: Radar Daerah

Malili – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memastikan akan meninjau ulang dan merevisi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 26 Tahun 2024 tentang pengenaan pajak reklame, menyusul keluhan pelaku usaha terkait pajak papan nama usaha dan profesi yang dinilai memberatkan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Luwu Timur, M. Yusri, mengatakan revisi tersebut bertujuan memberikan kepastian hukum serta keringanan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Perbup ini akan kami evaluasi dan direvisi. Fokusnya pada pajak reklame, khususnya papan nama usaha yang selama ini dirasakan membebani pelaku usaha,” kata Yusri saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10 Februari 2026).

Menurut Yusri, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur di bawah kepemimpinan Bupati Irwan Bachri Syam berkomitmen menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif melalui kebijakan pajak yang berkeadilan.

Ia menjelaskan, revisi Perbup akan mengatur pembebasan atau keringanan pajak reklame bagi pelaku UMKM, dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saat ini kami masih menunggu hasil konsultasi dengan BPK. Namun dalam waktu dekat Perbup baru akan diterbitkan,” jelasnya.
Yusri menambahkan, selama Perbup baru belum ditetapkan, petugas pemungut pajak di lapangan masih menggunakan aturan lama sebagai dasar penarikan.

“Insyaallah Perbup ini segera direvisi. Ini bagian dari komitmen Pemda agar kebijakan pajak tidak membebani UMKM,” pungkasnya.

Makassar — PT Pongkeru Mineral Utama (PT Pomu) menyatakan siap melakukan kegiatan pertambangan di Blok Pongkeru, Kabupaten Luwu Timur. Selama kegiatan berjalan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan akan memberikan pendampingan hukum.

Komitmen tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Pomu dengan Kejati Sulsel di Hotel Aston Makassar, Kamis (18/9/2025).

Plt Direktur Utama PT Pomu, Hamzah Kurniadani, mengatakan kerja sama ini akan mendorong transparansi perusahaan dalam menjalankan setiap agenda. “Semacam pendampingan hukum. Dan tentunya ini bagian dari mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi perusahaan serta kejaksaan,” ujarnya di Makassar, Rabu (24/9/2025).

PT Pomu merupakan perusahaan patungan antara PT Antam, PT Sulsel Citra Indonesia (BUMD Sulsel), dan PT Luwu Timur Gemilang (BUMD Luwu Timur). Perusahaan ini akan mengelola Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) Blok Pongkeru seluas 4.252 hektare berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor T-304/MB.04/MEM.B/2024.

Hamzah menyebut pihaknya masih menunggu penyelesaian sejumlah perizinan, termasuk izin lingkungan, kehutanan, dan RKAB eksplorasi. “Kami berharap tahun ini eksplorasi bisa berjalan. Jadi tergantung izinnya. Kalau izinnya cepat, maka cepat pula kegiatannya,” katanya.

Ia menegaskan keterlibatan perusahaan dan tenaga kerja lokal menjadi prioritas dalam kegiatan pertambangan. “Sejauh ini kami komitmen soal itu. Apalagi salah satu pemegang sahamnya merupakan putra daerah Luwu Timur,” tambahnya.

Hamzah menekankan kesiapan SDM dan peralatan menjadi faktor penting sebelum aktivitas tambang dimulai. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan masyarakat Luwu Timur terhadap kehadiran PT Pomu.

RADAR LUWU, LUWU TIMUR – Ribuan jamaah memadati Masjid Agung Malili, Jumat (06/06/2025), dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1446 H yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan. Tampak hadir Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, bersama istri yang juga Ketua TP PKK Lutim, dr. Ani Nurbani Irwan, serta keluarga.

Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler, jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Lutim AKBP Zulkarnain, dan berbagai unsur masyarakat turut mengikuti pelaksanaan Shalat Ied yang digelar hingga halaman luar masjid karena antusiasme jamaah yang membludak.

Shalat Ied dipimpin oleh Ustadz Ahmad Yani selaku imam tetap Masjid Agung Malili. Tata cara pelaksanaan dipandu oleh Ustadz Lalu Murna, sementara khutbah Idul Adha disampaikan secara mendalam oleh Habib Husain Ahmad Al-Hamid, Pembina Ponpes Abu Muhammad.

Dalam sambutannya sebelum pelaksanaan salat, Bupati Irwan menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar ibadah tahunan, tetapi juga refleksi dari nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kebersamaan yang menjadi pondasi penting dalam pembangunan daerah.

“Qurban mencerminkan semangat membangun bersama. Untuk mewujudkan visi Luwu Timur JUARA—maju dan sejahtera—kita butuh kebersamaan dan pengorbanan dari semua elemen masyarakat,” ucap Irwan.

Bupati juga mengajak masyarakat bersyukur atas berbagai pencapaian pembangunan, termasuk momentum Hari Jadi Luwu Timur ke-22. Salah satu program unggulan yang akan direalisasikan tahun ini yakni peluncuran tiga kartu layanan masyarakat: Kartu Pintar, Kartu Sehat, dan Kartu Lansia.

Di sektor ekonomi, Irwan menyebutkan bahwa pemerintah daerah terus mendorong pertanian sebagai motor penggerak, disertai masuknya sejumlah investasi strategis. Di antaranya, rencana pembangunan peternakan sapi perah pertama di Sulawesi oleh PT Grand Integra Teknologi (GIT) senilai Rp 3 triliun, dan rencana pembangunan pabrik beras oleh PT Menata Citra Selaras (MCS).

Bupati Irwan menutup sambutannya dengan mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan, serta mengajak masyarakat memperkuat persatuan dalam semangat Idul Adha.

“Dengan semangat kebersamaan, mari kita wujudkan Luwu Timur yang lebih adil, maju, dan sejahtera,” tutupnya.

Usai Shalat Ied, Bupati Irwan bersama Wabup Puspawati, Ketua TP PKK Lutim, dan Kapolres Lutim menyerahkan hewan kurban berupa sapi seberat 904 kg dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada panitia kurban Masjid Agung Malili.

Sebagai bentuk silaturahmi, Bupati juga menggelar Open House di kediaman pribadinya di Desa Puncak Indah, Malili, melanjutkan tradisi tahunan dalam suasana Idul Adha yang hangat dan penuh kebersamaan.