Prioritaskan Komitmen pada Budaya Kerja Aman dan Produktif, PT Vale Indonesia Gelar Peringatan Bulan K3 Nasional 2025

Radarluwu. Com

SOROWAKO, 16 Januari 2025 – Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat komitmen terhadap keselamatan kerja. PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) memanfaatkan momen ini untuk kembali menegaskan dedikasinya terhadap budaya kerja yang aman dan produktif, dengan resmi membuka perayaan Bulan K3 di seluruh area operasionalnya di Sorowako, Morowali, dan Pomalaa yang akan berlangsung dari 12 Januari 2025 sampai 12 Februari 2025.

Dengan tema “Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dalam Mendukung Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) untuk Meningkatkan Produktivitas”, PT Vale menggelar berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif sepanjang Januari. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh karyawan, kontraktor, dan pemangku kepentingan, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif.

PT Vale juga dengan bangga mengumumkan pencapaian luar biasa di tahun 2024. Meski menghadapi tantangan berupa dua insiden N2 di awal tahun, fokus dan komitmen bersama seluruh karyawan telah membawa hasil yang signifikan. Tahun 2024 ditutup dengan zero fatality dan statistik kecelakaan terendah dalam sejarah perusahaan.

Sorowako: Semangat Bersama untuk Masa Depan yang Lebih Aman

Perayaan resmi dimulai di Main Office Plant Site, Sorowako (13/01/2025), dihadiri oleh karyawan, kontraktor, dan Bupati Luwu Timur, Budiman. Dalam sambutannya, Budiman mengapresiasi PT Vale sebagai pelopor budaya keselamatan kerja di daerah.
“PT Vale telah menunjukkan bahwa budaya keselamatan tidak hanya melindungi pekerja tetapi juga meningkatkan produktivitas. Semoga ini menjadi inspirasi bagi perusahaan lain,” ujar Budiman.

Dengan mengusung kampanye “Start With Me”, PT Vale mendorong setiap individu untuk menjadikan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama. Budaya keselamatan ini tidak hanya aturan kerja, tetapi bagian tak terpisahkan dari nilai perusahaan.

Morowali: Refleksi dan Kesadaran K3 untuk Tahun 2025

Di Morowali, pembukaan Bulan K3 berlangsung di Port Bahomotefe (14/01/2025), dengan fokus pada edukasi dan kompetisi. Head of Bahodopi Project, Wafir, memuji progres kerja hingga 70% dari target 2024, sembari mengingatkan kesiapan menghadapi tantangan di 2025.
“Tahun ini adalah ujian tanggung jawab bersama. Mari saling menjaga, mengingatkan, dan memastikan semua bekerja dalam kondisi aman dan bebas risiko,” ujar Wafir, menyoroti pentingnya pencegahan risiko non-teknis, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Pomalaa: Kolaborasi untuk Keberlanjutan

Di Pomalaa, kegiatan pembukaan diadakan di Training Ground (13/01/2025), dengan fokus pada sinergi bersama masyarakat. Head of Pomalaa Project, Mohammad Rifai, menegaskan bahwa pengendalian potensi bahaya adalah kunci menciptakan lingkungan kerja yang aman.
“Dengan mengendalikan potensi bahaya hingga standar aman, produktivitas akan meningkat secara signifikan,” ungkap Rifai. Workshop keselamatan, kampanye kesadaran lingkungan, dan lomba inovasi keselamatan menjadi sorotan program ini.

Komitmen PT Vale untuk Masa Depan yang Lebih Aman dan Produktif

Dalam kegiatan ini, PT Vale percaya bahwa keberhasilan penerapan budaya keselamatan dimulai dari diri sendiri, seperti yang digaungkan dalam kampanye “Start With Me.” Setiap individu memiliki peran untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja. Dengan mengedepankan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), PT Vale berkomitmen menciptakan ekosistem kerja yang tidak hanya menekan angka kecelakaan tetapi juga meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Perayaan Bulan K3 Nasional ini adalah wujud nyata kolaborasi seluruh elemen perusahaan menuju target besar 2025. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, PT Vale optimistis mampu mewujudkan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif. Mari mulai dari diri sendiri, mari mulai bersama. Start With Me!

 

Tambang Ilegal Galian C di Luwu Timur: Aparat Hukum Diminta Bertindak Tegas

Radarluwu.com

Luwu Timur — Aktivitas tambang ilegal galian C di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, masih marak terjadi tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Ketua Pelaksana Harian Lembaga Kajian dan Advokasi HAM Indonesia (LHI), Iskaruddin, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran yang mencakup beberapa wilayah.

“Saya telah berada di Kecamatan Mangkutana, Tomoni, Kalaena, dan Tomoni Timur selama tiga hari,” ungkap Iskar dalam keterangan tertulis pada Selasa malam (14/1/2025).

Iskar juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan langsung terhadap pemilik tambang yang diduga ilegal. “Kami menemukan beberapa aktivitas tambang ilegal yang berlangsung tanpa rasa takut atau merasa bersalah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iskar menyebut bahwa pihaknya menerima informasi adanya keterlibatan seorang kepala desa di Kecamatan Tomoni yang diduga turut menjalankan tambang ilegal. Kepala desa berinisial ST tersebut, setelah dikonfirmasi melalui telepon, mengakui memiliki izin eksplorasi seluas 5 hektar, terdiri atas 3 hektar lahan miliknya sendiri dan 2 hektar milik kerabatnya.

Iskar menegaskan bahwa tim LHI telah mengumpulkan data berupa nama-nama pemilik tambang ilegal beserta lokasi dan koordinatnya. “Hasil pendataan ini akan kami laporkan ke Ketua Umum DPP LHI di Makassar untuk diteruskan kepada instansi penegak hukum dalam bentuk laporan resmi,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa pendataan tersebut dilakukan berdasarkan surat perintah tugas dari DPP LHI Nomor: 531.7/SK.DPP-LHI/I/2024, dengan merujuk pada surat edaran Dinas ESDM Provinsi Sulsel Nomor: 540/2379/DESDM, tertanggal 7 Oktober 2024, yang tembusannya telah dikirimkan ke sejumlah instansi, termasuk polres setempat.

Iskar berharap Polres Luwu Timur segera menindak tambang ilegal sesuai dengan surat edaran Dinas ESDM. Ia juga meminta DPRD memikirkan solusi bagi pelaku tambang yang belum memiliki izin. “Bagaimanapun, para pelaku tambang galian C ini memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan Kabupaten Luwu Timur,” tuturnya.

Hingga berita ini diterbitkan, LHI dan tim media masih berusaha mengonfirmasi informasi lebih lanjut dari pihak terkait.

 

Kades Parudongka Tersandung Hukum, Dinas PMD Konawe Tunjuk Sekdes Jadi Pelaksana Sementara Jabatan Kades

Radarluwu.com

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Konawe, menunjuk sekretaris desa (Sekdes) Lalomerui sebagai pelaksana sementara (Ps) jabatan kepala desa Parudongka, Kecamatan Routa.

Hal ini dilakukan dinas PMD Konawe sebagai respon penetapan tersangka Kades Parudongka berinisial A atas dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen.

Kadis PMD Konawe, Dahlan mengatakan roda pemerintahan harus tetap berjalan di desa Parudongka, oleh karena itu untuk sementara pelaksana pemerintahan diberikan kepada sekretaris desa Parudongka.

sementara ini kami sedang menunggu putusan Incract kalau sudah ada putusan pengadilan yang mengikat maka bupati akan menunjuk pelaksana jabatan (Pj) kades,” ujar Dahlan, Selasa (14/1/2025).

Sebelumnya, Penyidik Polres Konawe menetapkan Kepala Desa Parudongka, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, sebagai tersangka dugaan penggunaan dokumen palsu.

Kepala desa Parudongka berinisial A diduga menggunakan dokumen palsu surat keterangan pengganti kelulusan untuk kepentingan pendaftaran pemilihan Kepala Desa di kecamatan Routa.

Ya, kami telah melakukan penahanan terhadap Tersangka inisial A yang merupakan salah satu kepala desa di Routa sejak kemarin di rutan Polres Konawe,” ujar Kasat reskrim Polres Konawe AKP Abdul Azis Husain Lubis Melalui Kanit 1 IPDA DR. Umar R. Sugeng, Selasa (14/1/2025).

Pihaknya menerangkan, tersangka A menggunakan dokumen yang diduga dipalsukan dalam Pilkades. Atas perbuatannya pelaku terancam penjara 6 tahun penjara sebagaimana Pasal 263 ayat 2 tentang penggunaan dokumen palsu.

Pelaku kami tahan 20 hari kedepan untuk selanjutnya dilimpahkan ke kejaksaan setelah dokumen penyidikan lengkap,” ungkap IPDA Dr. Umar R Sugeng.

Ia menyebut untuk pelaku pemalsuannya sudah ditangani oleh Polres Luwu Timur dan sudah putus di pengadilan Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan.

Aset BUMDes Kalaena Kiri Diduga Hilang, Keberadaan Mobil Pick-Up Dipertanyakan

Radarluwu.com

Luwu Timur — Beredar kabar aset BUMDes Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel) yang bersumber dari hibah Kemendes PDTT diduga hilang jejak.

Terungkapnya kasus hilangnya aset BUMDes Kalaena Kiri berawal dari laporan informasi salah satu warga Desa Kalaena Kiri yang enggan disebutkan namanya.

Kepala Desa Kalaena Kiri, Hengki Wicakwono mengakui tidak tahu menahu masalah aset BUMDes berupa mobil pick up atau yang lainnya.

“Kalau masalah itu saya tidak tahu, karena waktu itu saya belum menjabat kepala desa,” kata Hengki saat di konfirmasi sehari setelah di konfirmasi Ketua BPD.

Lanjut kata Hengki, silahkan konfirmasi ke Ketua BPD karena memang sempat membahas persoalan itu.

Ketua BPD Kalaena Kiri, Muh. Yusuf saat di konfirmasi beberapa hari lalu membenarkan adanya isu itu.

“Ya itu benar, bahkan kami (BPD) Kalaena Kiri telah melakukan konfirmasi di beberapa pihak untuk mencari tahu keberadaan aset mobil pick up BUMDes tersebut dan ini berasal dari dana hibah Kemendes PDTT tahun 2018. Kalau tidak salah, waktu saya belum jadi BPD, nanti di tahun 2019 baru menjabat kemudian dana tersebut dibelanjakan oleh pengurus, salah satunya adalah mobil pick up untuk operasional BUMDes,” ungkap Yusuf dalam keterangan yang diterima Minggu malam (12/1/2025).

Dikatakannya, dirinya juga tidak tahu kemana aset tersebut dan semua dokumen-dokumen BUMDes kepengurusan sebelumnya juga tidak ada di kantor.

“Informasi terkahir tahun 2021 pasca pemilihan kepala desa, pengurus BUMDes sebelumnya menitipkan aset tersebut ke Dinas Pemberdayaan Desa (DPMD),” katanya.

Yusuf juga menyampaikan bahwa, BPD telah melakukan konfirmasi ke kepala desa dan meminta agar Pemdes mencari tahu atau mempertanyakan hal tersebut ke Dinas PMD, karena di desa sama sekali tidak ada bukti-bukti penyerahan atau dokumen lainnya tentang kepengurusan BUMDes sebelumnya.

“Kami berharap agar pihak terkait segera memperjelas aset BUMDes yang rimbanya entah kemana,” ucap Muh. Yusuf.

Ketua BUMDes saat ini, Desy Vitorina, saat dimintai keterangan, terkait kabar hilangnya jejak kendaraan yang menjadi aset desa. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui kendaraan tersebut, mengingat kejadian itu terjadi sebelum masa jabatannya sebagai ketua.

“Saya tidak mengetahui soal kendaraan tersebut, bahkan belum pernah melihat kendaraan itu secara langsung. Saya mulai menjabat sebagai Ketua BUMDes Kalaena Kiri sejak tahun 2022, sedangkan kejadian ini, berdasarkan informasi yang saya dengar, terjadi sebelum saya menjabat,” ujar Desy Vitorina dalam keterangannya kepada media, minggu (13/01/2025).

Meski begitu, Ketua BUMDes berharap kendaraan yang dimaksud benar-benar ada dan dapat ditemukan, karena sangat diperlukan untuk mendukung operasional usaha desa, terutama untuk kegiatan seperti pengangkutan rotan dan kebutuhan lainnya.

Hingga berita ini ditayangkan, wartawan terus berupaya melakukan konfirmasi ke pihak DPMD Luwu Timur.

Tim media mencoba melakukan konfirmasi dengan mendatangi kantor Dinas PMD namun kadis tidak ada di tempat di hubungi melalui telpon juga tidak ada jawaban.

sementara Sekdis PMD melalui by phone Senin siang 13/01/2024 namun menolak dikonfirmasi dengan alasan masih cuti dan refresing bersama keluarganya diluar kota. (*)

Dua Warga Asal Lutim Tewas Ditembak OTK di Papua, Dimakamkan di Desa Kasintuwu

Radarluwu.com

Luwu Timur – Suasana duka menyelimuti Dusun Tongkumaino, Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Senin (14/01/2025). Aipda Oktavianus, perwakilan Polsek Mangkutana, hadir dalam prosesi ibadah pemakaman di rumah duka dua warga setempat yang menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di Papua.

Kedua korban yang dimakamkan adalah:
1. Efraim Dore, 39 tahun, seorang petani, warga Dusun Tongkumaino, Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana.

2. Abineno Tadona, 64 tahun, juga seorang petani, warga Dusun Tongkumaino, Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana.

Kasubsi Humas Polres Luwu Timur, Bripka A. Muh. Taufik, menyampaikan bahwa insiden terjadi pada Rabu, 8 Januari 2025, sekitar pukul 13.00 WITA. Kedua korban sedang beristirahat makan siang di sebuah camp tempat mereka bekerja sebagai tukang sengso kayu. Tiba-tiba, sekelompok orang yang diduga dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyerang, melakukan penganiayaan, dan penembakan hingga menyebabkan kedua korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

 

Setelah ibadah pemakaman di rumah duka selesai, jenazah kedua korban dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen Dusun Tongkumaino.

Keluarga korban menyampaikan duka mendalam atas kepergian orang-orang terkasih mereka yang menjadi korban kekerasan di tanah Papua.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kedamaian dan keamanan di wilayah konflik masih menjadi tantangan besar bagi semua pihak.