Kajari Samarinda Lantik Bara Mantio Irsahara Sebagai Kasi Intelijen Baru

RADARLUWU, Samarinda, 18 Desember 2024 – Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda telah melaksanakan Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan untuk Kepala Seksi Intelijen baru pada Rabu pagi pukul 10.00 WITA. Prosesi berlangsung khidmat di Ruang Lamin, Lantai 2 Kantor Kejari Samarinda, yang berlokasi di Jl. M. Yamin No.04, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Dalam upacara tersebut, Bara Mantio Irsahara, S.H., M.H. resmi dilantik sebagai Kepala Seksi Intelijen Kejari Samarinda, menggantikan pejabat sebelumnya, Erfandy Rusdy Quiliem, S.H., M.H., yang kini menduduki jabatan baru sebagai Pemeriksa Pegawai dan Tugas Umum (PEGASUM) di Kejaksaan Tinggi Banten.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Samarinda, Firmansyah Subhan, S.H., M.H., didampingi oleh seorang rohaniwan. Acara ini juga dihadiri oleh para pejabat struktural dan staf Kejari Samarinda, di antaranya Faisol, S.H., M.H. (Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus), Muhammad Israq, S.H. (Kepala Sub Bagian Pembinaan), Muhammad Idham Syam, S.H., M.H. (Kepala Seksi Tindak Pidana Umum), Apriady Miradian, S.H., M.H. (Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara), Para Kepala Sub Seksi (Kasubsi), para Kepala Urusan (Kaur), dan staf Tata Usaha.

Dalam sambutannya, Firmansyah Subhan menyampaikan selamat bergabung kepada kasi intelijen yang baru Bara Mantio Irsahara di Kejaksaan Negeri Samarinda dan berpesan untuk dapat melanjutkan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian di kota samarinda yang merupakan daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sebelum dipercaya menjabat di Kejari Samarinda, Bara Mantio Irsahara, S.H., M.H. bertugas sebagai Kepala Seksi Intelijen di Kejari Luwu Timur. Sosok Bara dikenal luas sebagai figur yang tegas, disiplin, dan humanis selama masa tugasnya.

Selain itu Bara Mantio Irsahara selama tiga tahun berturut-turut aktif dalam pelaksanaan Pengamanan Pembangunan Strategis Daerah Kabupaten Luwu Timur dimana program tersebut merupakan bagian dari pengawalan dan pengamanan proyek strategis daerah, sejumlah pekerjaan yang sebelumnya diprediksi akan mangkrak sukses diselesaikan melalui Program PPSD yang ditanganinya, selain itu selama menjabat Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Bara Mantio Irsahara juga aktif dalam melaksanakan Program Jaksa Garda Desa (Jaksa Desa) dimana sebelumnya ia mendirikan Posko Jaga Desa sebagai wadah Penerangan , Penyuluhan Pengawasan dalam Pengelolaan Keuanga Desa, selain itu melalui Program Jaga Desa ia turut dalam pembinaan Kampung Pangan Adhyaksa di 14 Desa percontohan sebagai Pilot Project Desa Percontohan Kemandirian dan Swasembada Pangan yang melibatkan langsung masyarkat desa dalam pengelolaannya.

Danny-Azhar Gugat KPU Sulsel di MK, Andalan Hati Bentuk Tim Hukum, Jubir DIA: Lucu Saja

RADARLUWU,MAKASSAR – Kubu Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut 02, Andi Sudirman Sulaiman – Fatmawati Rusdi (Andalan Hati) dikabarkan menyiapkan tim hukum menghadapi gugatan Paslon 01, Danny Pomanto – Azhar Arsyad (DIA) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Tim Andalan Hati, Muhammad Ramli Rahim (MRR), dalam sejumlah pemberitaan media di Makassar, Senin (16/12/2024).

“Surat kuasa dari paslon 02 Andalan Hati sudah ditanda tangani kepada pengacara untuk mewakili semua proses di MK,” ujarnya, Senin (16/12/2024).

MRR mengungkapkan, dari informasi yang dihimpun paslon Andalan Hati, gugatan yang akan didaftarkan paslon DiA bukan terkait hasil atau jumlah suara, melainkan proses pelaksanaan Pilkada, khususnya Pilgub Sulsel 2024.

Dengan demikian, kata dia, gugatan DiA tersebut terkait dengan dugaan pelanggaran yang terstruktur, sistematis, dan masif alias TSM. Sehingga, apabila memenuhi syarat formal gugatan, berarti akan lanjut ke persidangan untuk penyampaian gugatan, dalil dan fakta-fakta.

Respon kubu Andalan Hati ini menimbulkan tanda tanya bagi banyak pihak. Soalnya, sejak awal mereka mengatakan bahwa gugatan DIA ke MK hanya buang-buang energi saja.

“Dengan selisih lebih dari 1,4 juta suara tanpa money politik dan tanpa intimidasi, masyarakat Sulsel tak perlu menanggapi serius keinginan gugatan dia, kita berikan kesempatan dia berjuang,” kata MRR, Selasa (10/12) lalu.

MRR menyebut dengan perbedaan hampir 1,4 juta raihan suara, gugatan DIA ke MK dianggap hanya akan membuang energi saja. Kendati, itu adalah hak demokrasi bagi setiap paslon yang kalah dalam pemilu.

Terkait hal itu, Juru Bicara Danny – Azhar (DIA), Asri Tadda mengatakan, yang digugat pihaknya ke MK adalah pihak penyelenggara Pilgub, dalam hal ini adalah Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Sulawesi Selatan.

“Lucu saja mendengarnya. Dulu mereka bilang tidak usah gugat ke MK karena bakal sia-sia, selisih suaranya jauh. Eh, sekarang justru siapkan tim hukum. Lagipula yang kami gugat itu KPU Sulsel, bukan Paslon 02. Ada apa?” kata Asri, Senin (16/12).

Dijelaskan Asri, proses gugatan di Mahkamah Konstitusi adalah bagian yang tidak boleh dianggap terpisah dalam tahapan Pemilu.

“Proses ke MK ini konstitusional, jadi harus dihargai sebagai bagian dari pembelajaran demokrasi bagi rakyat. Bagaimanapun, setiap bentuk kecurangan dan pelanggaran kepemiluan, harus diselesaikan dengan baik sesuai regulasi yang ada,” jelasnya.

Saat ini, tambah Asri, rakyat juga perlu memahami bahwa saat ini MK bukan hanya memproses gugatan terkait selisih hasil suara saja, melainkan juga bisa menerima gugatan terkait proses apabila ada indikasi pelanggaran yang sifatnya Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM).

“Perlu dipahami bahwa MK juga bisa memproses gugatan terkait proses Pemilu, bukan cuma soal perbedaan atau selisih suara saja. Itulah yang tengah diperjuangkan oleh DIA saat ini, bahwa di Pilgub kemarin telah terjadi kecurangan yang sifatnya TSM,” pungkasnya. (*)

Desa Terabaikan di Tengah Hegemoni Tambang PT Vale

RADARLUWU —Di balik megahnya operasi pertambangan PT Vale Indonesia yang mendominasi kawasan Luwu Timur, terdapat sebuah desa yang nyaris tak tersentuh perhatian. Desa ini, yang berada di tengah-tengah kawasan pertambangan, menjadi simbol kesenjangan pembangunan di wilayah tambang yang seharusnya membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Desa yang dimaksud adalah Desa Balambano, Dusun Balambano, kecamatan Wasuponda, kabupaten Luwu Timur, sebuah wilayah kecil yang terhimpit Mulut PLTA PT Vale. Meskipun perusahaan ini telah beroperasi selama beberapa dekade dengan keuntungan besar dari eksplorasi tambang, masyarakat desa tersebut masih berjuang dengan masalah-masalah mendasar seperti akses air bersih dan pengenbsngsn olahraga.

Sudah tiga Kali Warga Desa Balambano mengusulkan Pembangunan Lapangan Futsal ke PT Vale tidak digubris, padahal pihak PT Vale telah membangun Lapangan Futsal di beberapa kecamatan dalam wilayah Pemberdayaannya.

Mujur, Salah seorang tokoh Pemuda Balambano kepada jurnalis Radar luwu. Com mengungkapkan bahwa Masyarakat di Desanya telah tiga kali mengusulkan Pembangunan Lapangan Futsal ke Vale namun tidak digubris, padahal ditempat lain PT Vale telah memberikan bantuan beberapa sarana Olah raga di tempat lain, kata Mujur.

Dengan nada kesal, Mujur mewakili Masyarakat Balambano menyampaikan kekecewaannya terhadap PT Vale yang dinilainya menganaktirikan Masyarakat Balambano khusunya Generasi muda di daerahnya.

Desa Balambano kata Mujur, selain jalur perlintasan Operasional pengangkutan Material PT Vale, juga warganya setiap saat terancam dari dampak PLTA Milik PT Vale, tapi Perusahaan justru hanya melihat sebelah Mata warga Balambano, kesal Mujur.

Mujur menambahkan bahwa saat ini lokasi pembangunan lapangan Futsal di daerahnya (Balambano) sudah lama masyarakat siapkan, bahkan warga mulai bergotong royong untuk membangunnya, termasuk telah mengumpulkan bantuan dari warga setempat untuk melanjutkan lapangan bola mini itu (futsal).

Hingga berita ini diturunkan, PT Vale belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga Desa Balambano. Namun, dalam laporan tahunan perusahaan, mereka mengklaim telah menjalankan berbagai program sosial, meskipun realisasinya sering kali tidak dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah tambang.

Kisah Desa Balambano mencerminkan ironi pembangunan di sektor tambang. Di satu sisi, tambang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian negara, tetapi di sisi lain, masyarakat yang tinggal di sekitar tambang justru menjadi pihak yang paling terpinggirkan. Pemerintah dan perusahaan perlu segera bertindak agar masyarakat desa tidak lagi menjadi korban dari eksploitasi sumber daya alam yang semestinya membawa manfaat bagi semua.

Komunitas Pemuda Satu Server Hadiri Temu Pegiat Literasi se-Luwu Raya

RADARLUWU,Luwu – Komunitas Pemuda Satu Server turut ambil bagian dalam kegiatan Temu Pegiat Literasi se-Luwu Raya yang diselenggarakan selama 4 hari (12-15/09/24), di Desa mappetajang, kecamatan Bassesangtempe, kabupaten Luwu.

Acara ini bertujuan untuk memperkuat gerakan literasi di wilayah Luwu Raya dan mempererat jaringan antar komunitas pegiat literasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai komunitas literasi, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pentingnya literasi dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai salah satu komunitas yang aktif dalam kegiatan sosial dan edukasi, Pemuda Satu Server menghadirkan sejumlah anggotanya untuk berbagi pengalaman, ide, serta inisiatif yang telah mereka jalankan.

Ketua Komunitas Pemuda Satu Server, Anjar, menyampaikan bahwa kehadiran mereka dalam acara ini merupakan wujud komitmen untuk mendukung pengembangan literasi di Luwu Raya.

“Kami percaya bahwa literasi adalah kunci untuk membuka wawasan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menciptakan dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Insha Allah, Tahun Depan Kabupaten Luwu Timur akan menjadi Tuan Rumah pertemuan atau Silaturahmi Relawan pegiat literasi Luwu Raya, ini adalah salah satu komitmen kita bersma Relawan dalam menghidupkan Literasi di Luwu Raya Khususnya dikabupaten Luwu Timur.

Mewakili Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Luwu Timur yang turut hadir dalam kegiatan temu pegiat Literasi se-Luwu Raya, Aristu menyampaikan temu pegiat literasi se Luwu Raya ini merupakan kegiatan pondasi awal dlm saling berbagi di dunia literasi secara global, dimana dengan segala keterbatasan namun tidak menyurutkan semangat membangun SDM masyarakat melalui literasi.

“Dukungan stakeholder, khususnya pemerintah agar lebih banyak lagi. Salam literasi, literasi untuk kesejahteraan, ” Tambah Aristu.

Dengan adanya Temu Pegiat Literasi ini, diharapkan dapat tercipta sinergi antar komunitas untuk terus mendorong gerakan literasi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Luwu Raya terkhusus Luwu Timur, Bumi Batara Guru.

Komunitas Pemuda Satu Server pun menyatakan kesiapannya untuk terus berkontribusi dalam upaya ini melalui program-program yang akan datang.

 

Sepeda Motor Terbakar di Luwu Timur, Diduga Akibat Jerigen Bensin yang Dibawa Pengendara

RADARLUWU, Luwu Timur – Sebuah video yang memperlihatkan sepeda motor terbakar di Dusun Konronio, Desa Lamaeto, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @lutim_update, tampak warga sekitar berusaha memadamkan api yang melahap kendaraan tersebut.

Menurut keterangan dalam video, insiden terjadi pada Sabtu (14/12) sekitar pukul 13.00 WITA. Sepeda motor tersebut mengalami kecelakaan tunggal dan terbakar setelah terjatuh di jalan. Diduga, penyebab kebakaran adalah jerigen berisi bahan bakar bensin yang dibawa oleh pengendara. Beruntung, pengendara selamat meskipun insiden tersebut mengakibatkan putusnya salah satu kabel tiang listrik.

Kasubsi Humas Polres Luwu Timur, Bripka A. Muh. Taufik, melalui pesan WhatsApp membenarkan kejadian ini. “Benar, kecelakaan tunggal yang menyebabkan terbakarnya sepeda motor terjadi Sabtu siang sekitar pukul 13.00 WITA,” ujar Bripka Taufik.

Ia menjelaskan bahwa pengendara bernama Hanafi (53), seorang pedagang bensin eceran, membawa jerigen berisi sekitar 213 liter bahan bakar jenis Pertalite. Hanafi kehilangan kendali saat berkendara hingga terjatuh, yang kemudian memicu percikan api dan menyambar bahan bakar.

“Setelah sepeda motornya jatuh dan terbakar, pengendara segera meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri,” tambahnya.

Polisi saat ini masih menyelidiki lebih lanjut insiden tersebut. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, namun masyarakat diimbau untuk menghindari membawa barang berbahaya seperti bahan bakar minyak.