Sabtu Nanti, KKLT Bakal Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Jender Berbasis Online

RADARLUWU, MAKASSAR – Organisasi paguyuban warga Luwu Timur di Makassar, Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT) bakal menggelar kegiatan diskusi bertema ‘Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Jender Berbasis Online’ di Makassar, Sabtu (21/12/2024).

Ketua Panitia Pelaksana, Ir. Hj. Helmy Yulianti Kasim mengatakan, kegiatan itu merupakan program kerja KKLT khususnya Bidang Pemberdayaan Perempuan.

“Ini program kerja kami. Memang sudah direncanakan saat raker, dan Alhamdulillah akan segera kita realisasikan,” kata Helmy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/12).

Praktek kekerasan jender yang terjadi secara online saat ini kerap terjadi dan menimbulkan banyak korban. Karena itu perlu dilakukan tindakan pencegahan dan antisipasi terutama dari kalangan perempuan itu sendiri.

“Nah, upaya kami ini setidaknya bisa membantu mensosialisasikan kekerasan jender terutama kepada kaum perempuan. Target kami adalah 100 orang peserta dan mayoritas memang adalah perempuan,” jelas Helmy.

Terpisah, Sekretaris Umum KKLT, Muhammad Nur Muin mengatakan, peserta yang akan mengikuti kegiatan ini adalah kalangan perempuan utusan dari organisasi paguyuban warga Luwu Raya yang ada di Makassar dan sekitarnya.

“Jadi kami undang setiap kerukunan Kabupaten/Kota se-Luwu Raya, mulai dari KKLR Luwu, KKLR Palopo, dan KKLR Lutra. Juga utusan dari BPW KKLR Sulsel. Mudah-mudahan bisa maksimal yang hadir,” ungkap Nur Muin.

Kegiatan yang mengambil tempat di Baruga Anging Mammiri Rujab Wali Kota Makassar itu akan menghadirkan dua orang narasumber, yakni A. Fauziah Erwin Baharuddin Solongi.

Rencananya, Wali Kota Makassar Ir. Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto akan membuka acara tersebut secara resmi. (*)

Viral! Perkelahian Pelajar SMP di Luwu Timur Terekam di Jembatan Tarengge

RADARLUWU, Luwu Timur – Beredar video di media sosial yang memperlihatkan perkelahian yang melibatkan tiga pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), video ini viral dengan berbagai tanggapan dari masyarakat.

Kepada wartawan, Kasubsi Humas Polres Luwu Timur Bripka A.Muh. Taufik membenarkan kejadian tersebut. “Benar kejadian tersebut terjadi di Jembatan Tarengge, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur Rabu kemarin. Ketiga pelajar tersebut hanya mengalami luka gores ringan akibat insiden tersebut. Pelajar yang terlibat adalah inisial NR (14), RF (12), dan NC (12),” kata Bripka Taufik, Kamis (19/12/2024).

Dua siswi yang terlibat berasal dari SMP 1 Wotu, sementara satu siswi lainnya dari MTs Pergis Wotu. Taufik menjelaskan bahwa kejadian ini dipicu oleh perselisihan kecil yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Pada Senin (16/12/2024), NC (12) meneriaki NR (14) dan RF (12) yang sedang duduk di depan rumahnya.

“NC meneriaki mereka dengan mengatakan, ‘Apa lihat-lihat, ada utang ka,’ sekitar pukul 08.00 Wita. Kemudian, sore harinya, saat RF melewati rumah NC dalam perjalanan menuju pabrik kelapa, NC kembali mengulang teriakan yang sama,” jelas Taufik.

Pada Rabu (18/12/2024), NC kembali bertemu dengan NR dan RF saat mereka sedang makan di suatu tempat. Kali ini, NC memprovokasi dengan memainkan gas motornya. Tidak terima dengan tindakan tersebut, NR dan RF mendatangi NC. Perdebatan pun terjadi hingga berujung pada perkelahian. “NR dan RF saling bantu memukul NC, sehingga terjadilah perkelahian 2 lawan 1,” tambah Taufik.

Video perkelahian yang beredar menunjukkan ketiganya bertarung di atas jembatan. Salah satu siswi terlihat memakai seragam batik sekolah, sementara dua lainnya mengenakan seragam olahraga. Mereka saling menarik rambut dan menjatuhkan satu sama lain, sementara sejumlah orang di lokasi terlihat merekam dan tertawa menyaksikan kejadian tersebut.

Setelah insiden itu, Polsek Wotu memanggil ketiga pelajar beserta beberapa temannya yang ada di lokasi kejadian untuk mediasi. Proses mediasi juga melibatkan orang tua, kepala sekolah, dan perwakilan UPTD PPA.

“Dari hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Mereka juga menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut,” tutup Taufik.

Polres Luwu Timur Gelar Rapat Koordinasi Ops Lilin 2024 untuk Amankan Natal dan Tahun Baru

RADARLUWU, Luwu Timur – Menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Polres Luwu Timur mengadakan rapat koordinasi terkait persiapan pengamanan melalui operasi dengansansi Ops Lilin 2024. Rapat tersebut berlangsung di Aula Tribrata Polres Luwu Timur pada Kamis (19/12/2024).

Dipimpin oleh Wakapolres Luwu Timur, Kompol Syamsul, rapat ini dihadiri oleh perwakilan berbagai instansi terkait, seperti TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Dinas Damkar, Jasa Raharja, PLN Malili, dan Senkom. Dalam sambutannya, Kompol Syamsul menyampaikan pentingnya menyelaraskan pemahaman semua pihak untuk memastikan pengamanan dua perayaan besar tersebut berjalan lancar. “Rapat ini bertujuan untuk menyamakan persepsi kita semua demi kelancaran pelaksanaan pengamanan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025,” ujarnya.

Bag Ops Polres Luwu Timur menjelaskan bahwa Ops Lilin 2024 akan berlangsung selama 13 hari, dimulai pada 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025. Dalam operasi ini, akan didirikan lima pos utama, yaitu:

1. Pos Pengamanan di Pantai Ujung Suso, Kecamatan Burau, dan Lapangan Kecamatan Tomoni.

2. Pos Pelayanan di Pertigaan Tarengge, Kecamatan Wotu, serta Pos 700 Sat Lantas, Kecamatan Malili.

3. Pos Terpadu di Dermaga Sorowako, Kecamatan Nuha.

 

Pos-pos tersebut akan dilengkapi dengan petugas gabungan dari berbagai instansi untuk memberikan pelayanan serta informasi terkait pengamanan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, pos ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat bagi masyarakat.

Polres Luwu Timur juga akan mengerahkan personel gabungan untuk mengamankan berbagai kegiatan, seperti ibadah Natal di gereja-gereja dan perayaan Tahun Baru di berbagai lokasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman dan kondusif, baik di tempat ibadah, objek wisata, maupun area publik lainnya.

 

Kondisi Memprihatinkan, Plafon SDN 259 Balambano Membahayakan Guru dan Siswa

RADARLUWU —Plafon di SDN 259, yang berlokasi di Desa Balambano, Dusun Balambano, Kecamatan Wasuponda, mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga setempat, terutama orang tua murid, terhadap keselamatan guru dan siswa yang setiap hari menggunakan fasilitas sekolah itu.

Menurut  salah satu warga Balambano Plapon Sekolah di sini suda sangat lama mengalami kerusakan namun tidak ada perhatian untuk dibenahi. Ini kan potensi membahayakan anak-anak kita dan para guru  yang melakukan proses belajar dan mengajar di SDN 259 Balambitu.

“Bagaiamana kalau plapon ini tiba-tiba roboh dan anak-anak kita atau para guru tertimpa saat proses belajar dan mengajar. Ini kan tentu membahayakan mereka. Olehnya itu, plapon ini segera dibenahi” Ucap salahsatu warga Balambano yang enggan disebutkan namanya, Rabu (18/12/2024).

Menanggapi hal tersebut, Kepala sekolah SDN 259 Balambano, Adelheit Hode mengatakan bahwa terkait Plapon sekolah. Pihaknya telah beberapa kali mengusulkan agar plapon sekolah ini diganti atau dibenahi ke Pemda atau dinas terkait. Hanya saja, hingga saat ini belum ditanggapi.

“Plapon SDN 259 Balambano ini sudah kami usulkan akan segera diganti. Kami juga sudah sampaikan di musyawarah desa, musyawarah kecamatan. Tapi hingga saat ini, belum ada tindakan perbaikan plapon ini,” kata Adelheit. (*)

Papan Nama SDN 259 Balambano Jadi Sorotan, Kapan Akan Diganti?

RADARLUWUPapan nama UPTD SDN 259 Balambano menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, identitas sekolah tersebut nampak suda tidak layak.

“Suda lama sekali saya lihat ini papan nama sekolah rusak begini. Tapi tidak diganti. Entah kenapa pihak sekolah tidak mengganti dengan baru. Papan ini nama inikan identitas sekolah dan yang paling pertama kita lihat,” Ungkap salahsatu masyarakat yang enggan disebutkan namanya, Rabu (18/12/2024).

“Papan nama ini tebuat dari bahan baliho, bukan terbuat dari kayu. Apakah ini suda sesuai prosedur atau tidak. Kami sarankan agar papan nama ini segera diganti yang baru dan tentu sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan,” katanya lagi.

Menanggapi hal ini, Kepala sekolah SDN 259 Balambano mengatakan terkait papan nama tersebut pihaknya telah merencanakan akan diganti.

“Kami sudah bermohon ke Kepala desa Balambano, agar dibantu membuat papan nama sekolah yang baru terbuat dari kayu. Kabarnya dari Kepala Desa Balambano, Papan nama tersebut suda jadi hanya saja belum dipasang karena Kepala Desa Masi di Makassar,” Ucap Kepala Sekolah SDN 259 Balambano, Adelheit Hode. (*)