Luwu Timur — SMK Negeri 1 Luwu Timur kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap pakai dan berdaya saing melalui pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik dari enam program keahlian dan berlangsung hingga 13 Februari 2026.

Pelaksanaan UKK tahun ini melibatkan langsung penguji eksternal dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan industri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Kehadiran tim penguji profesional ini turut disaksikan oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII yang memantau jalannya ujian agar sesuai dengan standar pendidikan kejuruan.


Sejumlah perusahaan dan lembaga yang terlibat sebagai tim penguji eksternal di antaranya United Tractors, PT Citra Lampia Mandiri (CLM), Bengkel Iksan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta Asosiasi Pengelasan Indonesia Cabang Bagian Pengembangan Generasi . Para penguji tersebut secara langsung menguji kemampuan dan keterampilan peserta didik sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Arman, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas sekaligus Ketua Penyelenggara UKK, menegaskan bahwa Ujian Kompetensi Keahlian merupakan salah satu persyaratan kelulusan wajib dalam dunia pendidikan kejuruan.


“UKK ini menjadi tolok ukur pencapaian kompetensi siswa. Peserta didik tidak hanya diuji secara teori, tetapi juga praktik sesuai kebutuhan industri, sehingga lulusan benar-benar siap menghadapi dunia kerja,” ujar Arman.

Ia menambahkan, keterlibatan penguji dari dunia industri memberikan pengalaman nyata bagi siswa serta meningkatkan kepercayaan diri mereka. Melalui UKK ini, SMKN 1 Luwu Timur berharap dapat melahirkan generasi muda Luwu Timur yang handal, profesional, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Dengan semangat pendidikan vokasi yang relevan dan adaptif, SMKN 1 Luwu Timur terus berupaya menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja demi masa depan lulusan yang lebih cerah.

RadarLuwu.com– Keriuhan terjadi di media sosial. Terkait pernyataan HM Siddiq BM terkait pembentukan Kabupaten Luwu Tengah.

Melalui sambungan telepon, HM Siddiq BM menyampaikan ungkapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang peduli dengan Tana Luwu. Cacian yang diterima di media sosial, dianggap sebagai bagian dari semangat pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.

“Ada mis informasi yang membuat masyarakat mengeluarkan kecaman hingga cacian. Ini tidak jadi soal. Ini bagian dari semangat masyarakat menginginkan daerah yang kita cintai ini mekar dan lepas dari Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.

“Saya mau bilang, terima kasih kepada seluruh masyarakat yang memberikan tanggapannya. Tetap jaga semangat untuk mewujudkan cita-cita pembentukan provinsi Luwu Raya,” sambungnya.

Kesalahpahaman yang terjadi di dunia maya saat ini ungkap Siddiq, cukup menjadi pembelajaran. Berharap tak terjadi dikemudian hari. Sebab, hal ini bisa saja menjadi penghambat dalam mewujudkan cita-cita bersama.

“Saya lihat komentar-komentar netizen, memang sangat kejam. Tapi tidak apa-apa. Komentar kejam itu harus dirawat. Sehingga nantinya, digunakan dengan tepat dan ke pihak yang tepat,” bebernya.

Soal pembentukan Provinsi Luwu Raya? HM Siddiq BM sudah menyatakan mendukung penuh. Bahkan dalam rapat paripurna, ia mengajak seluruh anggota DPRD Lutim menyumbangkan gajinya untuk kepentingan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Ia tak mau perjuangan ini dilakukan setengah-setengah. Ia belajar dari perjuangan masyarakat Tana Luwu sebelumnya. Gagal. Kali ini, ia berharap semua kekurangan bisa dipenuhi agar pejuang terdahulu bisa tersenyum manis.

“Kita tidak membicarakan kesepakatan lagi membentuk Provinsi Luwu Raya. Karena kita semua sudah sepakat. Yang kita bahas ini, bagaimana memenuhi semua syarat pembentukan provinsi Luwu Raya,” jelasnya.

Upaya yang akan dilakukan memang ada beberapa opsi. Baik itu menggugat moratorium, hingga meminta diskresi Presiden untuk menjadikan Tana Luwu sebagai daerah istimewa.

“Saya bukannya tidak setuju dengan langkah ini. Saya berpendapat, terkait segala kemungkinan. Dan saya berpikir kemungkinan terburuk. Bagaimana kalau gagal. Sehingga, opsi-opsi yang lain kita bahas guna membantu panitia CDOB,” tuturnya.

Upaya menggugat moratorium ini tidak mudah. Kemungkinan kalahnya besar. Sebab, empat Kabupaten saja dapat membentuk Provinsi, akan banyak daerah lain mengajukan. Karena pertimbangan ini, pemerintah tentu dapat menggagalkan upaya yang dilakukan.

Kemudian, mengajukan Diskresi Presiden. Daerah lain juga akan melakukan. Misalnya, Pejuang Antasari dan Pattimura. Mereka juga mau. Karena hal ini, potensi upaya menggugat bisa gagal.

Makanya, opsi memenuhi syarat pembentukan DOB didorong. Agar Kabupaten Luwu Tengah bisa terbentuk, maka sebagian dari Seko yang berada di Kabupaten Luwu Utara diserahkan ke Kabupaten Luwu Tengah.

Saat membahas pembentukan Kabupaten Luwu Tengah (Walmas) yang ramai saat ini sambungnya, video yang beredar seolah-olah itu adalah pendapat pribadi. Padahal, hal itu merupakan informasi yang dibahas untuk mencarikan solusinya.

“Informasi yang saya terima adalah, Walmas belum layak dari segi ekonomi dijadikan Kabupaten. Hal ini yang perlu kita bahas, solusinya seperti apa. Waktu itu, saya menawarkan agar Luwu Utara melepaskan sebagian wilayah Seko. Dan seandainya, Luwu Timur dekat dengan Luwu Tengah kenapa tidak kita dorong Luwu Timur lepas sebagian wilayahnya untuk masuk sebagai Luwu Tengah,” ungkapnya lagi.

Menurutnya, perusahaan pertambangan yang ada di Kabupaten Luwu Raya ini bisa menjadi sumber PAD setiap kabupaten di Tana Luwu. Caranya, ada saham pemerintah di setiap perusahaan. Sama seperti yang dilakukan di Papua. Ada saham pemerintah daerah di Freeport yang jadi PAD.

“Jika pemerintah punya saham di perusahaan-perusahaan tambang ini, tak ada lagi alasan ekonomi untuk bentuk Kabupaten Luwu Tengah. Karena PAD besar di sektor pertambangan. Lima Kabupaten/Kota punya sumber PAD yang bisa memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakat,” jelasnya.

Diakhir kata, Siddiq menyampaikan permohonan maaf jika apa yang disampaikan diangkat sebagai kekeliruan atau kesalahan. “Jika pernyataan saya ini dinilai salah dan melukai saya mohon maaf,” katanya.

“Tidak ada maksud melemahkan. Kalau saya dianggap salah oleh masyarakat di Luwu dan Luwu Utara, terutama keluarga saya di Lamasi. Mohon saya dimaafkan,” imbuhnya dengan penuh rendah hati. (*)

Malili – Sejumlah aksi pencurian dilaporkan terjadi di beberapa kios di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Terduga pelaku menggunakan modus mengalihkan perhatian penjual sebelum membawa kabur barang dagangan, terutama rokok dalam jumlah besar.

Kapolsek Malili IPTU Awaluddin mengatakan, setelah menerima laporan masyarakat, pihaknya segera berkoordinasi dengan Unit Resmob Sat Reskrim Polres Luwu Timur untuk melakukan penyelidikan cepat. Hasilnya, kurang dari enam jam setelah aduan diterima, polisi berhasil mengamankan seorang terduga pelaku berinisial IG (35) di Desa Ussu, Kecamatan Malili, pada Jumat (6/2/2026).

“Tim bergerak cepat berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV. Terduga pelaku berhasil diamankan saat hendak melarikan diri ke Kota Parepare,” ujar IPTU Awaluddin kepada wartawan.

Diketahui, IG merupakan warga Kabupaten Takalar. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya. Modus yang digunakan yakni berpura-pura memesan banyak barang di kios korban, kemudian meminta dibuatkan nota. Setelah itu, pelaku berpura-pura mengangkat barang pesanan ke kendaraan, namun langsung kabur tanpa melakukan pembayaran.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:
* 1 (satu) unit sepeda motor merek Scoopy

* Uang tunai hasil penjualan 7 (tujuh) slop rokok

* Nota pembelian dari kios korban

Saat ini IG tengah menjalani proses penyidikan di Polsek Malili. Penyidik juga masih melakukan pengembangan guna memastikan kemungkinan adanya TKP lain yang terkait dengan aksi pelaku.

Kapolsek Malili juga mengimbau para pemilik kios dan masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus serupa serta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungannya.

Luwu Timur – Dalam rangka mendukung Program Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah), Polres Luwu Timur melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan Pasar Sentral Malili bersama TNI, organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Bhayangkari, mahasiswa KKN Universitas Cokroaminoto Palopo, serta masyarakat secara gotong royong, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Luwu Timur, AKBP Ario Putranto. Aksi bersih-bersih ini difokuskan pada pengangkutan sampah di area pasar serta pembersihan saluran pembuangan guna mencegah penyumbatan dan menjaga kebersihan lingkungan. Personel gabungan bersama mahasiswa KKN dan warga tampak kompak membersihkan berbagai sudut pasar, mulai dari area lapak pedagang hingga jalur drainase.

Kapolres Luwu Timur AKBP Ario Putranto dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Bersih merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan. Melalui Program Indonesia ASRI, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa kebersihan adalah tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa program Jumat Bersih akan dilaksanakan secara rutin setiap minggu sebagai upaya berkelanjutan untuk menjaga kebersihan fasilitas umum, khususnya area pasar yang menjadi pusat aktivitas masyarakat serta menumbuhkan semangat gotong royong demi terciptanya kawasan yang aman, sehat, resik, dan indah.

Morowali, 4 Februari 2026 — Upaya membangun generasi yang sadar risiko dan tangguh dalam menghadapi bencana terus diperkuat di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Melalui kolaborasi lintas sektor, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) yang merupakan anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID), bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali dan mitranya PT Petrosea Tbk menggelar Sosialisasi Tanggap Bencana bagi Siswa Sekolah Dasar. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Februari 2026, dengan mengusung tema “Siap Siaga, Selamat Bersama: Anak Sekolah Tangguh Bencana.”

Sosialisasi dilaksanakan di sekolah-sekolah dasar yang berada di wilayah desa binaan PT Vale IGP Morowali, meliputi SDN Dampala, SDN Siumbatu, SDN 1 dan 2 Onepute Jaya, serta SDN 1 dan 2 Bahomotefe. Para siswa di sekolah-sekolah ini dinilai sebagai kelompok strategis dalam menanamkan budaya sadar bencana secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Dalam sosialisasi, para siswa dibekali pengetahuan dasar mengenai potensi bencana di lingkungan sekitar, langkah mitigasi, serta cara bertindak aman saat terjadi keadaan darurat. Edukasi dirancang secara interaktif dan disesuaikan dengan karakteristik usia sekolah dasar agar mudah dipahami dan diterapkan.

Potensi bencana alam yang menjadi fokus utama selama sosialisasi, yaitu gempa bumi yang memiliki tingkat risiko tinggi di wilayah Sulawesi Tengah. Tidak hanya menyampaikan materi secara konseptual, kegiatan ini juga diperkaya dengan simulasi dan praktik kebencanaan secara langsung, sehingga para siswa memperoleh pengalaman nyata mengenai langkah-langkah penyelamatan diri yang tepat, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Dengan metode pembelajaran yang interaktif, komunikatif, dan mudah dipahami, anak-anak diajak mengenali tanda-tanda terjadinya gempa bumi, memahami prosedur evakuasi yang benar, serta mempraktikkan sikap aman seperti drop, cover, and hold on. Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan antusiasme siswa, sekaligus membangun keberanian dan rasa percaya diri mereka dalam menghadapi situasi darurat.

“Anak-anak adalah kelompok yang rentan, namun sekaligus memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Dengan pemahaman dan latihan yang tepat, mereka tidak hanya mampu menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga dapat membantu orang-orang di sekitarnya,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Morowali, Mohammad Ridwan Mangkali.

Mohammad Ridwan pun mengapresiasi terbangunnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat edukasi kebencanaan di daerah. Menurutnya, edukasi kebencanaan sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan PT Vale dan PT Petrosea dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Morowali,” tambahnya.

Para sekolah merasakan manfaat langsung dari kegiatan sosialisasi ini. Kepala SDN Siumbatu, Serno, menyatakan bahwa dampak positifnya tidak hanya dirasakan oleh para siswa, tetapi juga oleh para tenaga pendidik.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Anak-anak terlihat sangat antusias dan kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana bersikap saat terjadi bencana. Mereka juga tampak lebih percaya diri. Harapan kami, pengetahuan ini dapat tertanam kuat dan diterapkan dalam keseharian, serta kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen PT Vale dalam mendorong keselamatan, ketangguhan, dan keberlanjutan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Keselamatan merupakan nilai fundamental yang selalu kami junjung tinggi. Melalui edukasi dan praktik kebencanaan sejak dini, kami ingin membekali anak-anak dengan pengetahuan dasar, kesiapan mental, serta keberanian untuk bertindak tepat saat menghadapi keadaan darurat. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama bahwa kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab kolektif antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Community Development Officer Bahodopi, Salwa, mewakili Manajemen PT Vale.

Melalui kegiatan sosialisasi tanggap bencana ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami potensi risiko bencana, tetapi juga mampu menerapkan langkah-langkah mitigasi secara tepat dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan institusi pendidikan menjadi langkah konkret dalam menanamkan budaya sadar dan siaga bencana sejak usia dini, sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat Kabupaten Morowali di masa depan.