Morowali, 4 Februari 2026 — Upaya membangun generasi yang sadar risiko dan tangguh dalam menghadapi bencana terus diperkuat di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Melalui kolaborasi lintas sektor, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) yang merupakan anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID), bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali dan mitranya PT Petrosea Tbk menggelar Sosialisasi Tanggap Bencana bagi Siswa Sekolah Dasar. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Februari 2026, dengan mengusung tema “Siap Siaga, Selamat Bersama: Anak Sekolah Tangguh Bencana.”

Sosialisasi dilaksanakan di sekolah-sekolah dasar yang berada di wilayah desa binaan PT Vale IGP Morowali, meliputi SDN Dampala, SDN Siumbatu, SDN 1 dan 2 Onepute Jaya, serta SDN 1 dan 2 Bahomotefe. Para siswa di sekolah-sekolah ini dinilai sebagai kelompok strategis dalam menanamkan budaya sadar bencana secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Dalam sosialisasi, para siswa dibekali pengetahuan dasar mengenai potensi bencana di lingkungan sekitar, langkah mitigasi, serta cara bertindak aman saat terjadi keadaan darurat. Edukasi dirancang secara interaktif dan disesuaikan dengan karakteristik usia sekolah dasar agar mudah dipahami dan diterapkan.

Potensi bencana alam yang menjadi fokus utama selama sosialisasi, yaitu gempa bumi yang memiliki tingkat risiko tinggi di wilayah Sulawesi Tengah. Tidak hanya menyampaikan materi secara konseptual, kegiatan ini juga diperkaya dengan simulasi dan praktik kebencanaan secara langsung, sehingga para siswa memperoleh pengalaman nyata mengenai langkah-langkah penyelamatan diri yang tepat, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Dengan metode pembelajaran yang interaktif, komunikatif, dan mudah dipahami, anak-anak diajak mengenali tanda-tanda terjadinya gempa bumi, memahami prosedur evakuasi yang benar, serta mempraktikkan sikap aman seperti drop, cover, and hold on. Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan antusiasme siswa, sekaligus membangun keberanian dan rasa percaya diri mereka dalam menghadapi situasi darurat.

“Anak-anak adalah kelompok yang rentan, namun sekaligus memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Dengan pemahaman dan latihan yang tepat, mereka tidak hanya mampu menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga dapat membantu orang-orang di sekitarnya,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Morowali, Mohammad Ridwan Mangkali.

Mohammad Ridwan pun mengapresiasi terbangunnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat edukasi kebencanaan di daerah. Menurutnya, edukasi kebencanaan sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan PT Vale dan PT Petrosea dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Morowali,” tambahnya.

Para sekolah merasakan manfaat langsung dari kegiatan sosialisasi ini. Kepala SDN Siumbatu, Serno, menyatakan bahwa dampak positifnya tidak hanya dirasakan oleh para siswa, tetapi juga oleh para tenaga pendidik.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Anak-anak terlihat sangat antusias dan kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana bersikap saat terjadi bencana. Mereka juga tampak lebih percaya diri. Harapan kami, pengetahuan ini dapat tertanam kuat dan diterapkan dalam keseharian, serta kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen PT Vale dalam mendorong keselamatan, ketangguhan, dan keberlanjutan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Keselamatan merupakan nilai fundamental yang selalu kami junjung tinggi. Melalui edukasi dan praktik kebencanaan sejak dini, kami ingin membekali anak-anak dengan pengetahuan dasar, kesiapan mental, serta keberanian untuk bertindak tepat saat menghadapi keadaan darurat. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama bahwa kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab kolektif antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Community Development Officer Bahodopi, Salwa, mewakili Manajemen PT Vale.

Melalui kegiatan sosialisasi tanggap bencana ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami potensi risiko bencana, tetapi juga mampu menerapkan langkah-langkah mitigasi secara tepat dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan institusi pendidikan menjadi langkah konkret dalam menanamkan budaya sadar dan siaga bencana sejak usia dini, sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat Kabupaten Morowali di masa depan.

MAKASSAR — Universitas Islam Makassar (UIM) Al Gazali kembali mencetak ratusan lulusan baru di Hotel Dalton, Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Selasa (3/2/2026).

Ada sebanyak 547 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai lulusan dari berbagai fakultas dan program studi.

Adapun rincian jumlah lulusan dari masing-masing fakultas dan program studi yakni Fakultas Agama sebanyak 45 orang, Fakultas Hukum 33 orang, Fakultas Kesehatan Keperawatan dan Kebidanan 28 orang.

Adapun Program Studi Ners 26 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 75 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) 48 orang.

Lalu untuk Pascasarjana Pertanian 36 orang, Pascasarjana Agama 34 orang, Fakultas Pertanian S1 50 orang, Fakultas Sosial dan Politik (Sospol) 61 orang, serta Fakultas Teknik 116 orang.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, Kepala BPSDM Sulsel Prof Jufri dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultanbatara, Andi Lukman.

Rektor UIM Al Gazali, Prof Muammar Bakry, mengatakan wisuda kali ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momentum 15 Sya’ban.

“Wisuda hari ini kita sebut dengan Wisuda Nisfu Sya’ban. Di situ bermakna kekuatan dan komprehensif. Jadi sarjana yang kita telorkan hari ini, sarjana dan magister, adalah Strong and Comprehensive Scholar,” katanya.

Ia menjelaskan, bulan Sya’ban memiliki makna filosofis yang erat kaitannya dengan perjalanan hidup manusia, termasuk dalam proses akademik mahasiswa.

“Karena kebetulan kita persis berada di 15 Syaban. Syaban itu artinya kekuatan dan kompleksitas. Kenapa? Karena malam Nisfu Syaban itu adalah malam penentuan nasib seseorang dalam satu tahun,” jelasnya.

Menurut Prof Muammar, makna tersebut relevan dengan capaian para wisudawan yang telah menyelesaikan proses pendidikan hingga meraih gelar sarjana.

“Nasib dirinya yang berkaitan dengan rezekinya, dengan jodohnya, dengan umurnya, kesehatan, dan lain-lain. Artinya proses perjalanan akademik mahasiswa, manusia, sampai kepada meraih gelar S1, itu adalah nasib hidup seseorang,” uajrnya.

“Artinya tadi malam sudah ditentukan nasibnya bahwa hari ini mereka sarjana,” tambah dia.

Atas dasar itu, ia menyebut para lulusan sebagai Wisudawan Nisfu Sya’ban.

Prof Muamar berharap para lulusan UIM Al Gazali tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan.

“Kita berharap sebagaimana arti filosofi dari sarjana adalah orang yang memiliki kebijaksanaan,” ungkapnya.

“Jadi kita berharap sarjana-sarjana yang kita telorkan adalah orang yang bisa menyikapi problematika hidupnya, untuk bisa lebih bermanfaat kepada masyarakat banyak,” tambahnya.(*)

MALILI — Perusahaan pertambangan nikel yang beroperasi di Kabupaten Luwu Timur, PT Citra Lampia Mandiri (CLM), menggelar musyawarah Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Kantor Camat Malili, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari konsistensi perusahaan dalam mengimplementasikan program PPM di wilayah pemberdayaan.

Senior Supervisor PPM PT CLM, Mehdyi Insana, menjelaskan bahwa musyawarah tersebut bertujuan untuk menyosialisasikan delapan pilar program PPM sekaligus menyerap aspirasi dari pemerintah desa dan masyarakat. Delapan pilar tersebut meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pendapatan riil, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, kelembagaan dan organisasi kemasyarakatan, serta infrastruktur penunjang.

“Di sektor pendidikan, program PPM diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di desa. Begitu pula di sektor kesehatan, kami mendorong peningkatan akses serta pelayanan kesehatan yang lebih prima bagi masyarakat,” ujar Mehdyi.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi perusahaan dalam mendorong peningkatan pendapatan masyarakat. “Untuk sektor pendapatan riil dan kemandirian ekonomi, kami ingin masyarakat desa mampu mengembangkan usaha yang mereka kelola hingga bertumbuh dan mandiri,” tambahnya.

Selain itu, pilar sosial budaya diarahkan pada pelestarian budaya lokal, sementara pilar lingkungan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. “Program PPM PT CLM bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan,” lanjut Mehdyi.

Dalam musyawarah tersebut, sejumlah kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menyampaikan usulan serta evaluasi terhadap pelaksanaan PPM. Kepala Desa Wewangriu, Budiman, mengapresiasi program PPM PT CLM yang dinilai berdampak positif bagi masyarakat.

“Ke depan, kami mengusulkan agar PT CLM membentuk tim survei di desa-desa pemberdayaan untuk melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan prioritas,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Baruga, Yahya. Ia menyatakan bahwa meskipun bantuan yang diberikan terbatas, program PPM PT CLM tetap memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah perlu terus diperkuat melalui komunikasi yang intens antar-stakeholder,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Puncak Indah, Cakir, menyoroti bantuan armada sampah yang telah diberikan PT CLM dan dimanfaatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Ke depan, kami berharap ada pengembangan program daur ulang sampah berbasis teknologi yang didampingi oleh PT CLM dan pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Musyawarah PPM PT CLM ini difasilitasi oleh Camat Malili, Hasimning, yang sekaligus bertindak sebagai moderator. Kegiatan tersebut diikuti oleh lima desa dan kelurahan yang masuk dalam wilayah ring 3 program PPM dan CSR PT CLM, yakni Desa Puncak Indah, Baruga, Wewangriu, Balantang, serta Kelurahan Malili.

Radarluwu.com — Kelangkaan BBM di Kabupaten Luwu Timur kian memprihatinkan menyusul ditutupnya sejumlah akses jalan akibat aksi lockdown di wilayah pemekaran Provinsi Luwu Raya. Terhambatnya jalur distribusi tersebut membuat pasokan BBM dan LPG tersendat, mendorong Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam turun langsung menemui pihak Pertamina untuk mencari solusi darurat atas krisis energi yang mulai melumpuhkan aktivitas masyarakat dan roda perekonomian daerah.

Sebagai langkah cepat, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Joni Patabi melakukan kunjungan kerja ke PT Pertamina Terminal BBM (TBBM) Palopo, yang berlokasi di Desa Karang-Karangan, Kecamatan Bua, Selasa (27/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Irwan menegaskan bahwa kelangkaan BBM dan LPG di Luwu Timur tidak dapat dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada aktivitas transportasi, pelayanan publik, hingga sektor ekonomi masyarakat. Ia menekankan perlunya solusi konkret, khususnya pembukaan jalur alternatif distribusi energi di tengah penutupan sejumlah akses utama.

“Situasi ini sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Kami perlu solusi cepat dan jalur alternatif agar distribusi BBM dan LPG ke Luwu Timur tetap berjalan meski ada penutupan jalan,” ujar Irwan.

Irwan juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu Timur akan melakukan roadshow dan koordinasi bersama kepala daerah lain di wilayah Luwu Raya guna membuka kembali akses jalan umum yang ditutup, sekaligus mengamankan jalur distribusi BBM dan LPG.

Menanggapi hal tersebut, Supervisor II Receiving, Storage & Distribution PT Pertamina TBBM Palopo, Dian Fazhrin Ahmad, menyatakan kesiapan Pertamina untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan armada distribusi BBM dan LPG dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan Luwu Timur.

“Kami siap mendukung langkah pemerintah daerah dan telah menyiapkan armada distribusi untuk memastikan pasokan BBM dan LPG tetap tersedia,” kata Dian.
Bupati Irwan menambahkan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi kebutuhan riil BBM dan LPG di Luwu Timur serta mempercepat proses pengadaan dan distribusi agar kelangkaan tidak semakin meluas.

“Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan, berkoordinasi dengan para kepala daerah dan Pertamina, demi menjaga ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM dan LPG bagi masyarakat Luwu Timur,” tegasnya.

Diharapkan, hasil koordinasi ini dapat segera direalisasikan sehingga krisis BBM dan LPG akibat terganggunya jalur distribusi dapat segera teratasi, serta aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah kembali berjalan normal. (hr/ikp-humas/kominfo-sp)

Radarluwu.com, Luwu Timur – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Timur melaksanakan konsolidasi demokrasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Luwu Timur, Selasa (20/1/2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Ketua Bawaslu Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tugas Konsolidasi Demokrasi dalam Memperkuat Penyelenggaraan Pemilu di Luar Tahapan.

Koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Luwu Timur Pawennari, didampingi Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Sulkifli, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Sukmawati Suaib, serta Kasubbag Administrasi Dedy Sutaryo bersama CPNS/PPPK Bawaslu Kabupaten Luwu Timur.

Dalam pertemuan itu, Pawennari menyampaikan bahwa masa non tahapan dimanfaatkan Bawaslu untuk memperkuat pelaksanaan pendidikan pengawasan partisipatif dan pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas demokrasi.

“Kesadaran pemilih tidak bisa hanya ditunggu, tetapi harus ditumbuhkan dan diikhtiarkan melalui pendidikan politik. Karena itu kami berharap ke depan dapat berkolaborasi dengan Kesbangpol, sebab pada dasarnya misi kita sama, yaitu memperkuat demokrasi,” ujar Pawennari.

Ia menambahkan bahwa Bawaslu secara nasional telah melaksanakan pendidikan pengawasan partisipatif di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Luwu Timur.

“Ke depan, Bawaslu juga akan terus melakukan konsolidasi demokrasi dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya serta masyarakat sipil untuk memperkuat kualitas demokrasi di luar masa tahapan,” lanjutnya.

Pawennari juga menegaskan bahwa kualitas pemilih masih menjadi tantangan bersama. “Masih ada pemilih yang mau menggadaikan suaranya. Ini adalah pekerjaan rumah kita bersama, dan solusinya hanya satu, yaitu pendidikan politik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Luwu Timur Salam Latief, menyambut baik langkah konsolidasi yang dilakukan Bawaslu.

“Kami menyambut baik konsolidasi demokrasi yang dilakukan Bawaslu. Harapannya kedepan pendidikan politik selain dilakukan oleh Kesbangpol dan Penyelenggara Pemilu tentu juga menjadi peran partai politik, sehingga menjadi kolaborasi bersama,”tandasnya.