RadarluwuCom, Makassar – Mantan Sekretaris PWI Sulawesi Selatan M. Anwar Sanusi bersama beberapa pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Selatan diagendakan akan dilantik pada awal September 2015 mendatang.

Pada kegiatan sakral itu, dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum SMSI Pusat di Kota Makassar.

” Insya Allah Ketum SMSI Pusat Pak Firdaus akan hadir melantik dan memberi pembekalan kepada segenap pengurus SMSI Sulsel,” ujar Anwar Sanusi, dikantornya Kompleks Pengayoman Kota Makassar Sulawesi Selatan. Jumat 15 Agustus 2025.

Saat ini Anwar Sanusi juga masih merupakan salah satu pengurus SMSI Pusat.

Selain itu, Anwar juga merupakan pengurus di beberapa lembaga keagamaan di Kota Makassar.

” Kepengurusan ini, akan diisi oleh beberapa kader senior, yang sudah punya pengalaman banyak di beberapa organisasi Pers,” tuturnya.

” Diharapkan organisasi ini secepatnya bisa berjalan dan memberi kontribusi positif bagi pembangunan, khususnya di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

RadarluwuCom, Luwu Utara – Suasana penuh semangat kebangsaan mewarnai kediaman resmi Wakil Bupati (Rujab Wabup) Luwu Utara pada Jumat (14/08/2025), saat digelar lomba nyanyi pasangan lagu perjuangan yang melibatkan para pejabat se-Kabupaten Luwu Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan tahun 2025 yang mengangkat tema “Melalui Jiwa Semangat Nilai-nilai 45, Kita Lestarikan dan Amalkan Pancasila dan UUD 1945.”

Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya lomba tersebut. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan penguatan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.

“Sekarang, anak muda harus mengerti sejarah perjuangan. Lagu-lagu perjuangan adalah cara efektif untuk memupuk rasa cinta kepada bangsa dan tanah air. Nilai-nilai itu harus tertanam di hati,” ujar Jumail dalam sambutannya.

Menurutnya, di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, generasi muda perlu tetap mengingat dan menghargai jasa para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan. Ia berharap lomba ini dapat menjadi medium untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan di kalangan masyarakat, khususnya para pemuda.

“Masa depan bangsa, termasuk Kabupaten Luwu Utara, ada di tangan generasi muda. Mereka adalah penerus kemerdekaan yang harus tetap menjaga dan meneruskan nilai-nilai luhur bangsa,” lanjutnya.

Jumail juga menyoroti kecenderungan lagu perjuangan yang mulai tersisih oleh lagu-lagu modern. Ia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk tetap mencintai lagu-lagu perjuangan sebagai identitas dan perekat bangsa.

“Zaman boleh digital, tapi jangan lupakan lagu perjuangan. Ini adalah warisan semangat bangsa yang harus kita jaga bersama,” tuturnya.

Kegiatan ini pun disambut antusias oleh para peserta dan penonton. Menurut panitia, jumlah peserta mencapai sekitar 20 pasangan pejabat, melebihi ekspektasi yang biasanya hanya diikuti 20 hingga 30 orang secara keseluruhan.

Ia juga menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme para peserta.

“Alhamdulillah, lomba nyanyi pasangan lagu perjuangan ini diminati banyak pihak. Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena pesertanya berasal dari kalangan pejabat yang biasanya jarang ikut kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Selain lomba nyanyi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar instansi serta mempererat kebersamaan dalam semangat kemerdekaan. (KN)

Radarluwu. Com, Wasuponda – Dalam upaya menjaga stabilitas pangan nasional, Polres Luwu Timur melalui Polsek Wasuponda bersama Bhayangkari Ranting Wasuponda menggelar Gerakan Pangan Murah Bhayangkara pada Rabu (13/8/2025) di halaman Mako Polsek Wasuponda.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Luwu Timur AKBP Ario Putranto T.M., Wakapolres Luwu Timur KOMPOL Hajriadi, Kasat Lantas Polres Luwu Timur IPTU Agusnawan, Kapolsek Wasuponda IPTU Tomy De’e, serta jajaran personel Polsek Wasuponda dan Bhayangkari.

Gerakan pangan murah ini merupakan kolaborasi Polri dengan Perum Bulog untuk mempercepat penyerapan jagung, menyalurkan beras SPHP, serta mendistribusikan bantuan pangan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Bulog menyalurkan 400 paket beras SPHP atau setara 2 ton beras medium dengan harga jual Rp 60.000 per paket (5 Kg), jauh lebih murah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp 80.000 per 5 Kg. Setiap warga yang hadir dapat membeli maksimal 2 paket (10 Kg) dan seluruh stok beras habis terjual.

Kapolsek Wasuponda IPTU Tomy De’e menyampaikan bahwa kegiatan ini disambut positif masyarakat. “Kami berharap gerakan pangan murah ini dapat meringankan beban warga dan membantu menjaga kestabilan harga pangan di wilayah Wasuponda,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 13.00 WITA ini berjalan aman, lancar, dan penuh antusiasme dari warga.

Radarluwu. Com, Luwu Timur, 13 Agustus 2025 – Sejumlah organisasi keagamaan dan tokoh masyarakat di Kabupaten Luwu Timur, yang meliputi Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persatuan Santri dan Alumni Pesantren Luwu Timur (Persamil), serta Yayasan Pembina Rohani Islam (YPRI), menyatakan penolakan tegas terhadap rencana keikutsertaan waria dalam lomba gerak jalan peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Ketua FUIB Luwu Timur, Muhammad Yusuf, menilai keterlibatan waria dalam kegiatan tersebut sama saja dengan mempromosikan perilaku LGBT yang dianggap bertentangan dengan ajaran agama.
“Acara semacam ini dapat mengundang bala dan murka Allah SWT. Menghadirkan waria sama saja dengan mengkampanyekan perilaku yang jelas-jelas dilarang agama,” ujarnya.

Senada, pengajar agama sekaligus pengurus YPRI Luwu Timur, Ustadz Yusnar, mengingatkan bahwa peringatan kemerdekaan seharusnya diisi dengan kegiatan positif seperti donor darah, santunan anak yatim, atau aksi sosial lainnya.
“Menampilkan gerak-gerik waria di ruang publik jelas dilarang Allah SWT. Ini bukan bentuk rasa syukur, melainkan kemunduran moral,” tegasnya.

Ia juga mengutip hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Rasulullah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari, no. 5885)
“Sungguh dilaknat orang yang melakukan perbuatan seperti kaum Luth.” (HR. Ahmad 1/309).

Ketua Persamil Luwu Timur, Ustadz Amal Hamzah, menambahkan bahwa kehadiran waria di ruang publik kerap dijadikan upaya untuk menormalisasi perilaku yang dilarang agama.
“Pelaku maksiat sengaja tampil agar terlihat wajar di masyarakat. Padahal, di sisi Allah, status terlaknatnya tetap sama. Ini peringatan keras akan turunnya azab,” katanya.

Para tokoh tersebut menegaskan penolakan ini tidak hanya berlandaskan ajaran agama, tetapi juga demi menjaga norma budaya timur dan adat ketimuran di Bumi Batara Guru. Mereka mengingatkan bahwa pelibatan waria dalam kegiatan umum melanggar norma kesusilaan, adat, serta peraturan terkait ketertiban umum, termasuk nilai sila pertama Pancasila dan UUD 1945.

Mereka meminta pemerintah daerah dan panitia lomba untuk tidak memfasilitasi ataupun membiarkan partisipasi waria dalam lomba gerak jalan tersebut.

Radarluwu. Com — Anggota DPRD Luwu Timur, Mahading, S.Sos, melaksanakan kegiatan temu konstituen pada masa reses perseorangan masa sidang III tahun sidang 2024/2025 di Desa Harapan, Kecamatan Malili, Selasa (13/8/2025).

Agenda ini menjadi kesempatan bagi Mahading untuk menampung secara langsung aspirasi warga di Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Malili dan Kecamatan Wasuponda.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan disampaikan masyarakat, khususnya dari kalangan nelayan dan warga yang menginginkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kerja lokal. Salah satu usulan yang mengemuka adalah penyelenggaraan pelatihan operator alat berat, guna memperluas peluang kerja bagi warga setempat.

 

Kelompok nelayan juga mengajukan permintaan perbaikan fasilitas tambatan perahu yang kondisinya mulai rusak, serta mengusulkan penetapan zonasi nelayan berdasarkan perbedaan jenis alat tangkap yang digunakan.

Menanggapi hal tersebut, Mahading menyatakan bahwa peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal melalui pelatihan akan menjadi salah satu program yang diutamakannya. “Pelatihan ini sangat penting agar tenaga kerja lokal memiliki daya saing dan peluang kerja yang lebih besar,” ungkapnya.

Terkait pembagian wilayah tangkap, Mahading menilai pemisahan zona nelayan tidak dapat dilakukan sepenuhnya karena seluruh nelayan memiliki hak yang sama di laut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penggunaan alat tangkap yang masuk kategori illegal fishing seperti bom ikan dan pukat harimau tetap dilarang sesuai ketentuan yang berlaku.

“Yang dilarang itu adalah alat tangkap ilegal, seperti bom ikan, pukat harimau, dan lainnya, sesuai aturan yang berlaku,” tegas Mahading.

Kegiatan reses ini berlangsung dalam suasana dialogis, di mana warga dapat menyampaikan aspirasi secara langsung, dan Mahading berkomitmen untuk memperjuangkannya di DPRD Luwu Timur.

Turut hadir dalam agenda tersebut Camat Malili, perwakilan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, serta Dinas Perikanan.