Tangis, Pelukan, dan Doa: Perpisahan Haru Warnai Pelepasan Siswa Kelas VI SDN 127 Buanipa

WOTU — Langkah kecil itu berjalan perlahan menuju barisan guru. Beberapa siswa menunduk, sebagian lainnya mencoba tersenyum meski mata mulai berkaca-kaca. Di halaman UPT SDN 127 Buanipa, Senin (2/6/2026), suasana haru tak dapat disembunyikan saat puluhan siswa Kelas VI resmi dilepas menuju jenjang pendidikan berikutnya.

Pagi itu, halaman sekolah yang selama enam tahun menjadi tempat belajar, bermain, dan tumbuh bersama berubah menjadi ruang penuh kenangan. Tangis siswa, pelukan orang tua, dan doa guru menyatu dalam prosesi perpisahan yang berlangsung sederhana namun sarat makna.

Acara pelepasan dihadiri Kepala Sekolah Nur Ilmi Muhiddin Laittu, S.Pd., Pengawas Sekolah Hidayat Manggesa, S.Pd., Wali Kelas VI Mismar M, S.Pd., M.Pd., Gr, Pemerintah Desa Arolipu, serta orang tua dan wali murid yang memenuhi area sekolah sejak pagi.

Bagi para guru, pelepasan bukan sekadar seremoni tahunan. Ada perjalanan panjang yang ikut dilepas bersama langkah anak-anak didik mereka.

“Lulus dari sini bukan akhir, tetapi awal perjalanan baru. Tetap rendah hati, hormati orang tua dan guru, serta terus belajar mengejar cita-cita,” pesan Kepala Sekolah, Nur Ilmi Muhiddin Laittu, di hadapan siswa dan orang tua.

Bacaan Lainnya

Momen paling emosional hadir saat prosesi salam perpisahan dimulai. Satu per satu siswa menyalami guru mereka. Tangis pecah ketika beberapa siswa memeluk wali kelas yang selama enam tahun menjadi sosok pendamping di ruang belajar.

Dengan suara yang beberapa kali tertahan, Wali Kelas VI, Mismar M, menyampaikan pesan sederhana namun membekas.

“Guru mungkin melepas kalian hari ini, tetapi doa tidak akan pernah berhenti menyertai langkah kalian,” ucapnya.

Di sudut lain, sejumlah orang tua tampak menyeka air mata. Bagi mereka, hari itu bukan hanya tentang kelulusan anak-anak, tetapi tentang menyaksikan tumbuhnya generasi baru yang siap melangkah lebih jauh.

Pengawas Sekolah Hidayat Manggesa menilai keberhasilan siswa menyelesaikan pendidikan dasar merupakan hasil kerja bersama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan.

Prosesi pelepasan kemudian ditutup dengan persembahan puisi, paduan suara, dan foto bersama. Tawa dan tangis silih berganti mengiringi akhir dari sebuah perjalanan enam tahun.

Hari itu, SDN 127 Buanipa tidak sekadar melepas siswa-siswinya. Sekolah itu sedang mengantar mimpi-mimpi kecil menuju masa depan yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *