Arsip Penulis: admin

Demo di Kejari Luwu Timur, Massa Desak Tersangka Dua Kasus Dugaan Korupsi Segera Diungkap

RadarLuwu.com, Malili – Puluhan massa dari sejumlah organisasi masyarakat mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur, Senin (7/9/2026). Aksi unjuk rasa itu digelar untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menagih kepastian penanganan dugaan korupsi yang dinilai berlarut-larut.

Massa yang turun merupakan gabungan Aliansi Masyarakat Luwu Timur Anti Korupsi (MUAK), Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Jaringan Komunikasi Masyarakat Lingkar Tambang Indonesia (JKMLTI), Konsorsium Sarikat Nasional (KSN), Lembaga Kajian Hak Asasi Manusia Indonesia (LHI), Jaringan Advokasi Masyarakat (JAKAM), serta sejumlah elemen lainnya.

Dua perkara yang menjadi sorotan adalah dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah dan pengadaan ambulans di 24 desa di Kabupaten Luwu Timur. Massa mendesak Kejari Luwu Timur membuka perkembangan penanganan kedua perkara secara transparan dan segera mengumumkan pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban apabila alat bukti telah mencukupi.

Salah seorang orator yang merupakan mantan aktivis 1998, Iantono, menilai penanganan perkara tidak boleh berlarut tanpa kepastian. Ia pun mempertanyakan kemungkinan adanya intervensi apabila proses penetapan tersangka terus tertunda.

“Kami datang ke tempat ini untuk meminta kepada Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur agar dalam penanganan dua kasus dugaan korupsi bisa transparan dan segera mengumumkan siapa dalangnya, siapa tersangkanya. Kasus ini sudah berlarut-larut dan masyarakat berhak tahu apa sebenarnya yang terjadi,” tegas Iantono.

Hal senada disampaikan orator lainnya, Nasrun Naba, yang mengingatkan kejaksaan agar ketidakjelasan penanganan perkara tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. “Jangan sampai kasus ini menimbulkan tikus-tikus berdasi di atas tikus-tikus kecil. Harusnya pihak kejaksaan hari ini telah menetapkan siapa-siapa tersangka dalam kasus tersebut,” ujarnya. Ia juga mempertanyakan pemeriksaan terhadap 24 kepala desa dalam perkara pengadaan ambulans.

Setelah sekitar satu jam menyampaikan aspirasi, perwakilan massa diterima Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Berthy Oktavianes Zakarias Huliselan, untuk berdialog. Berthy menilai penyampaian aspirasi merupakan bagian dari sistem kontrol masyarakat terhadap pemerintah maupun aparat penegak hukum, termasuk kejaksaan.

Ia menjelaskan, kejaksaan tidak mempublikasikan penanganan perkara ketika masih berada pada tahap penyelidikan. Namun, setelah ditemukan alat bukti yang cukup, kedua perkara tersebut kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan dan penyidik bakal mencari pihak yang dimintai pertanggungjawaban.

“Saya selaku Kajari Luwu Timur, saya pastikan kalau sudah maju saya tidak akan mundur, saya akan tabrak. Hanya saja, kita menangani kasus tipikor tidak cuma sampai ke tahap penyidikan, tapi harus terbukti. Itu yang utama,” tegas Berthy.

Kajari yang baru beberapa bulan menjabat di Luwu Timur itu memastikan proses hukum terhadap kedua perkara akan terus berjalan. “Tak satu pun yang akan lolos dalam dua perkara ini. Kami jamin itu,” pungkasnya.

Pasca Penertiban di Dua Desa, Pemkab dan Polres Luwu Utara Susun Langkah Perdamaian Munte-Karondang

RadarLuwu.com, Luwu Utara – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama Polres Luwu Utara mulai merancang langkah perdamaian menyusul pertikaian antarwarga yang terjadi antara Desa Munte dan Desa Karondang di Kecamatan Tanalili. Upaya tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim agar konflik antardesa yang masih bertetangga itu segera diselesaikan secara adil dan mengedepankan nilai kekeluargaan.

Pembahasan digelar pada Sabtu (5/9/2026) dan dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Luwu Utara Ismaruddin, Kabag Operasi Polres Luwu Utara Kompol Rafli, Camat Tanalili Syamsuria, serta Kapolsek Bone-Bone/Tanalili AKP Muhajir. Rapat koordinasi ini digelar setelah aparat kepolisian melakukan penertiban di wilayah dua desa yang bertikai tersebut.

Ismaruddin menegaskan, penegakan hukum yang adil tetap akan berjalan apabila pendekatan restorative justice tidak kunjung mencapai kesepakatan. Kendati demikian, karena hubungan antarwarga kedua desa masih terikat tali kekeluargaan, penyelesaian secara kekeluargaan tetap menjadi prioritas, dengan tahap awal berupa pengamanan maupun penyerahan diri para terduga pelaku. “Setelah terduga pelaku diambil atau menyerahkan diri, barulah tahapan perdamaian dilakukan. Selanjutnya, apakah pendekatan restorative justice atau hukum positif yang dipakai, itu tergantung situasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dialog antartokoh terus dijalankan untuk mencegah masuknya pihak-pihak yang berpotensi memprovokasi warga. Meski kondisi fisik dinilai sudah kondusif, indikator keamanan belum sepenuhnya pulih karena mobilitas warga antardesa masih terhambat. Pertemuan formal pun sedang disiapkan dengan melibatkan pemerintah desa serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda dari kedua desa.

Menurut Ismaruddin, tugas utama pemerintah saat ini ada dua, yakni menjaga kondusivitas keamanan dan menjamin kesejahteraan masyarakat. Sesuai perintah pimpinan, dialog akan terus digelar hingga perdamaian benar-benar terwujud di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kompol Rafli mengingatkan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat dan tidak hanya bertumpu pada jumlah personel di lapangan. Dalam pengembangan penanganan perkara, pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa senjata yang sempat meletus serta dua pucuk senjata rakitan hasil penertiban. Polres juga mengklarifikasi sejumlah isu yang beredar di tengah warga Desa Munte agar informasi tetap berimbang dan tidak memicu kesalahpahaman.

Kapolsek Bone-Bone/Tanalili AKP Muhajir memastikan situasi keamanan di Desa Munte dan Desa Karondang tetap aman dan kondusif pasca-penertiban. Personelnya masih siaga di titik perbatasan kedua desa untuk mengantisipasi perkembangan serta memberi rasa aman bagi warga yang beraktivitas. Warga diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya. “Pengamanan di titik perbatasan ini akan terus berlangsung hingga situasi dinyatakan sepenuhnya kondusif,” tuturnya.

Empat Bandara Masih Ditutup Imbas Erupsi Anak Krakatau, Ini Daftar dan Jadwalnya

RadarLuwu.com, Jakarta – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih mengganggu operasional penerbangan pada Senin (7/9/2026) pagi. Sedikitnya empat bandara di Pulau Jawa dan Sumatra masih menghentikan sementara layanan penerbangannya akibat sebaran abu vulkanik.

Kebijakan tersebut disampaikan InJourney Airports selaku pengelola bandara melalui keterangan resmi yang terbit hari ini. “Memperhatikan kondisi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, terdapat beberapa bandara yang mengalami penghentian operasional penerbangan,” demikian bunyi pernyataan InJourney Airports. Penghentian operasional disebutkan berlaku hingga pukul 08.59 WIB, dan para calon penumpang diminta melakukan pengecekan secara berkala terhadap status penerbangan masing-masing.

Adapun empat bandara yang masih menutup operasionalnya adalah Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Radin Inten II di Lampung, serta Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Keempat bandara tersebut menutup layanan hingga 7 September pukul 08.59 WIB.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebaran abu erupsi mencapai Lampung hingga sebagian wilayah Jakarta. Dalam data yang dipaparkan per pukul 04.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu Gunung Anak Krakatau berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra satelit Himawari-9.

Klaster pertama bergerak mengarah ke Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, dengan abu terpantau hingga ketinggian 20.000 kaki. BMKG menyebut sebaran dari permukaan sampai 20 ribu kaki itu teramati ke arah timur laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat beserta perairan sekitarnya.

Misbakhun Buka Rakerda XIX SOKSI Sulsel di Makassar: Jangan Rebutan Jabatan, Bangun Golkar Bersama-sama

RadarLuwu.com, Makassar – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI Mukhamad Misbakhun membuka langsung Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XIX Depidar SOKSI Sulawesi Selatan di Swiss-Bell Hotel Waterfront Makassar, Minggu (6/9/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga Senin (7/9/2026) itu mengusung tema Konsolidasi Kekaryaan SOKSI Sulawesi Selatan, Mengawal Transformasi Ekonomi dan Demokrasi Inklusif untuk Kesejahteraan Masyarakat.

Di hadapan ratusan kader, Misbakhun menegaskan konsolidasi organisasi menjadi pekerjaan paling penting yang harus dilakukan SOKSI di seluruh daerah. Ia menyebut proses itu memang paling melelahkan dan berat, tetapi menjadi urat nadi bagi keberlangsungan organisasi.

“Kami ingin menyampaikan pesan yang sangat kuat kepada seluruh kader SOKSI di daerah-daerah bahwa kita harus melakukan konsolidasi,” ujarnya. Menurut dia, Rakerda SOKSI Sulsel merupakan bagian dari langkah pembenahan sekaligus penguatan kembali struktur organisasi di tengah dinamika politik saat ini.

Sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar, SOKSI dinilai memiliki posisi strategis dalam menopang kekuatan partai. Misbakhun mengingatkan SOKSI bersama Kosgoro 1957 dan MKGR merupakan ormas yang memiliki keterkaitan historis dengan kelahiran dan perkembangan Golkar, sehingga penguatan SOKSI akan memberi energi bagi konsolidasi partai berlambang pohon beringin itu.

“Dalam situasi Partai Golkar saat ini, dibutuhkan kerja keras untuk mengembalikan kembali kejayaan partai dan mengangkatnya setinggi-tingginya di Sulawesi Selatan,” tegas politisi Golkar itu. Ia juga meminta jajaran SOKSI Sulsel di bawah kepemimpinan Andi Patarai Amir memperluas komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai tokoh, termasuk Ketua DPD Golkar Sulsel serta tokoh nasional asal Sulsel. Menurutnya, jabatan tidak boleh menjadi sumber perpecahan.

“Golkar ini harus dibangun bersama-sama dengan mengedepankan kebersamaan. Jangan sampai kita justru rebutan jabatan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Depidar XIX SOKSI Sulsel Andi Patarai Amir menegaskan komitmen organisasinya memperkuat Golkar melalui konsolidasi dan kaderisasi. Legislator Sulsel itu menyebut Rakerda menjadi momentum penting untuk menyusun langkah organisasi sekaligus menyelaraskan program kerja dengan agenda partai. “Rakerda ini merupakan bagian dari pengabdian organisasi kepada partai,” katanya.

Pembukaan Rakerda turut dihadiri jajaran pengurus SOKSI Sulsel, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi, serta sejumlah undangan dan pemangku kepentingan di Sulawesi Selatan.

Sumber: Netral.co.id

Dua Pelaku Pencurian di Malili Ditangkap Polres Luwu Timur, Kabel Tembaga Islamic Center Ikut Digasak

RadarLuwu.com, Malili – Satuan Reserse Kriminal Polres Luwu Timur menangkap dua orang pelaku pencurian yang beraksi di wilayah Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Di hadapan penyidik, keduanya yang berinisial AG dan AH mengaku telah melakukan aksinya di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan rilis yang dikirimkan kepolisian ke media, kedua pelaku mengambil tiga buah mesin pompa air di Gedung Laboratorium Kesmas, Jalan Soekarno-Hatta, Desa Puncak Indah. Mereka juga menggasak kabel tembaga di Islamic Center, Kelurahan Malili, Kecamatan Malili.

Tak berhenti di situ, keduanya mengakui telah mencuri satu unit mesin pompa air atau alkon di Desa Wewangriu serta besi ulir di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili. Selain itu, mereka juga mengaku mencuri mesin air dan kabel tembaga di wilayah Kelurahan Malili.

Kabel tembaga yang diambil dari Islamic Center, bersama mesin air dan kabel tembaga dari Kelurahan Malili, telah dijual kepada pembeli barang bekas atau besi tua di wilayah kelurahan setempat.

Salah satu pelaku, AH alias Jon, diketahui merupakan residivis kasus serupa yang telah keluar masuk lembaga pemasyarakatan. Terhadap para terduga pelaku, polisi menerapkan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana pencurian.