Luwu Timur – Seorang warga Desa Baruga, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, dilaporkan hilang dan diduga jatuh ke Sungai Mallaulu, Desa Ussu, Kecamatan Malili, pada Jumat malam (02/01/2026). Hingga saat ini, korban belum ditemukan dan tim gabungan masih melakukan upaya pencarian.
Korban diketahui bernama H. Sangkala (65), seorang petani tambak yang berdomisili di Desa Baruga, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. Menurut keterangan saksi Rudi (28), awalnya sekitar tujuh orang berkumpul. Selang satu jam kemudian, korban bersama Reyhan, Aldi, dan Narko berpamitan untuk pulang. Namun, saat berada di depan Islamic Center, mereka kembali karena salah seorang rekannya, Narko, tertinggal kunci rumah di kediaman Reyhan.
Setibanya di depan rumah, Narko turun dari mobil dan menyampaikan ingin buang air besar, sementara korban H. Sangkala juga ikut turun untuk buang air kecil di pinggir sungai. Tidak lama kemudian, Narko berteriak bahwa korban terjatuh ke sungai. Narko sempat melompat ke sungai untuk menolong korban, namun upaya tersebut tidak berhasil.
Sementara itu, saksi lain Nahla (44), pemilik rumah di Dusun Mallaulu, Desa Ussu, menjelaskan bahwa sebelumnya mereka berkumpul di rumahnya untuk membahas pekerjaan. Sekitar pukul 22.00 Wita mereka meninggalkan rumah, lalu sekitar satu jam kemudian kembali dan berada di luar rumah. Ia kemudian keluar setelah mendengar teriakan adanya orang yang jatuh ke sungai.
Mendapat laporan tersebut, Tim gabungan Polsek Malili, SAR, dan Sat Polairud Polres Luwu Timur langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian. Tim dipimpin oleh Kapolsek Malili IPTU Awaluddin, SH., MM, didampingi IPDA Basri Baco (Kaurbin Ops Polairud Polres Lutim) dan IPDA Sandi Suwardi, SH (Wakapolsek Malili).
Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan. Proses pencarian terus dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Mallaulu dan sekitarnya. Pihak kepolisian menyatakan perkembangan lebih lanjut akan dilaporkan kemudian.
