Dukcapil Lutim Jemput Bola ke 6 Desa Seberang Danau Towuti, 841 Dokumen Kependudukan Terbit dalam Tiga Hari

Pelayanan jemput bola Dukcapil Luwu Timur di Desa Rante Angin, seberang Danau Towuti
Pelayanan jemput bola Dukcapil Luwu Timur di Aula Kantor Desa Rante Angin, Kecamatan Towuti, 9-11 September 2026.

RadarLuwu.com, Luwu Timur – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Luwu Timur menyisir wilayah seberang Danau Towuti lewat program “Dukcapil Juara Melayani dari Desa”. Selama tiga hari, 9 hingga 11 September 2026, petugas melayani warga langsung di Aula Kantor Desa Rante Angin.

Enam desa menjadi sasaran pelayanan, yakni Rante Angin, Tokalimbo, Bantilang, Matompi, Masiku, dan Loeha. Warga di kawasan itu tak perlu lagi menyeberangi danau dan menempuh perjalanan jauh ke Malili hanya untuk mengurus dokumen kependudukan.

Pelayanan berlangsung sejak pagi hingga pukul 12 malam. Pola jemput bola itu dipilih agar masyarakat di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan kabupaten tetap mendapat hak administrasi kependudukan.

Kepala Bidang Catatan Sipil Dukcapil Luwu Timur, Rosmala Dewi, menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari temuan di lapangan. Sebelum pelayanan digelar, masih banyak warga yang belum memiliki dokumen, belum melakukan perekaman, dan belum mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

“Sebelum kita melakukan pelayanan, ternyata masih banyak masyarakat belum memiliki dokumen, belum merekam, belum aktifkan IKD dan Alhamdulillah dengan banyaknya permasalahan bisa terselesaikan tanpa harus ke kabupaten,” ujar Rosmala, Jumat (11/9/2026).

Hasilnya, dalam tiga hari pelaksanaan, layanan itu menerbitkan 841 dokumen administrasi kependudukan. Rinciannya: KTP 251 dokumen, Kartu Keluarga 195 dokumen, Kartu Identitas Anak 196 dokumen, IKD 89 dokumen, Surat Pindah 13 dokumen, Akta Kelahiran 90 dokumen, dan Akta Kematian 7 dokumen.

Bacaan Lainnya

Angka itu menunjukkan tingginya kebutuhan warga terhadap layanan administrasi kependudukan sekaligus membuktikan pola jemput bola mampu memangkas jarak dan waktu, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Kehadiran petugas disambut positif. Rosmala menyebut warga berterima kasih kepada pemerintah daerah dan berharap pelayanan serupa kembali digelar di wilayah seberang Danau Towuti.

Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Rante Angin, Sapiuddin. Ia menilai pelayanan langsung ke desa sangat meringankan beban warga karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya dan meluangkan waktu untuk datang ke Malili.

“Kami mewakili teman-teman dari Desa se-Loeha Raya (Rante Angin, Loeha, Bantilang, Masiku dan Tokalimbo) berharap pelayanan ini tetap berlanjut, kalau bisa dilakukan 2 kali setahun,” pinta Sapiuddin. Sumber: Warta Lutim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *