RadarluwuCom — Suasana semarak perayaan HUT kemerdekaan RI ke-80 sore tadi di Desa Balantang, senin (18/8/2025), benar-benar berbeda. Seluruh sisi lapangan sepak bola dipadati ribuan pasang mata yang tak ingin melewatkan laga final paling bergengsi: tim tuan rumah Desa Balantang berhadapan dengan tim tangguh dari Desa Lakawali Pantai.
Sorak sorai penonton terdengar sejak wasit meniup peluit awal pertandingan. Dari pinggir lapangan, orang tua, remaja, hingga anak-anak duduk berjejal di rerumputan, sementara sebagian lainnya memilih berdiri sambil sesekali bersorak memberi dukungan.
Pertandingan berjalan sengit. Dari babak pertama hingga menit terakhir babak kedua, kedua tim sama-sama tampil ngotot. Pertahanan kokoh Balantang berhasil menahan gempuran Lakawali Pantai, sementara barisan depan Balantang juga belum mampu menembus rapatnya lini belakang lawan. Skor tetap 0-0 hingga waktu normal berakhir.
Tensi pertandingan semakin meninggi ketika laga harus ditentukan melalui adu penalti. Degup jantung penonton semakin cepat tiap kali eksekutor melangkah ke titik putih. Hingga akhirnya, tim Lakawali Pantai berhasil menutup pertandingan dengan skor tipis 5-4.

Meski kalah di hadapan pendukungnya sendiri, para pemain Balantang tetap mendapat sambutan meriah. “Ramai sekali penonton, antusias masyarakat Balantang luar biasa. Meski kalah di adu penalti, kami tetap bangga dengan perjuangan tim desa balantang” tutur Andi Hilal, pemuda asal Desa Balantang yang hadir langsung menyaksikan laga.
Bagi masyarakat Balantang, pertandingan ini lebih dari sekadar adu keterampilan di lapangan. Laga tersebut menjadi momen kebersamaan, di mana warga bisa merasakan atmosfer sportivitas dan semangat juang yang membara.




