Arsip Kategori: Berita

Luwu Timur – Sebanyak 9 orang perwakilan masyarakat dari wilayah pemberdayaan PT Citra Lampia Mandiri (CLM) berhasil menuntaskan Pelatihan Satuan Pengamanan (Security) Kualifikasi Gada Pratama dan resmi menerima sertifikat kelulusan. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Bidang Pendidikan dan Pelatihan yang dilaksanakan perusahaan bekerjasama dengan PT.Pallawa Baroka Nusantara sebagai upaya meningkatkan kompetensi serta daya saing tenaga kerja lokal.

Pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut memberikan pembekalan pengetahuan, keterampilan, disiplin, serta kemampuan dasar pengamanan yang menjadi standar kompetensi bagi profesi satuan pengamanan. Program Gada Pratama sendiri merupakan pelatihan dasar bagi calon satpam untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapan kerja di bidang keamanan. 

Keberhasilan sembilan peserta menyelesaikan pelatihan ini menjadi bukti komitmen PT Citra Lampia Mandiri dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah pemberdayaan. Melalui program PPM, perusahaan tidak hanya berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat, tetapi juga membuka akses pelatihan yang dapat meningkatkan peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Fauzi selaku Manajemen PT Citra Lampia Mandiri berharap para peserta yang telah lulus dapat memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan untuk bersaing secara profesional dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja, khususnya di sektor keamanan, baik di Luwu Timur maupun di berbagai daerah lainnya.

sementara perwakilan peserta pelatihan menyampaikan rasa terima kasih kepada managemen PT.CLM yang telah memfasilitasi kami selaku masyarakat untuk mengikuti pelatihan Gada Pratama yang berlangsung 10 hari tersebut di balai Pelatihan Transmigrasi tersebut Oleh Instruktur berpengalaman dari Polda Sulsel,kami sangat berterima kasih Ungkap Renol

Dengan bekal sertifikasi Gada Pratama dan keterampilan yang telah diperoleh, para peserta kini siap menatap dunia kerja dengan lebih percaya diri serta menjadi bagian dari sumber daya manusia yang kompeten, disiplin, dan berdaya saing. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui penguatan kapasitas tenaga kerja lokal. 

JAKARTA — Di tengah euforia menerima Penghargaan Kalpataru 2026, Pejuang Muda Wija To Cerekang (WTC) justru menyampaikan pesan tegas kepada pemerintah. Mereka meminta izin usaha pertambangan (IUP) PT PUL yang berada di kawasan Hutan Adat Cerekang segera dicabut sebagai bentuk nyata perlindungan terhadap wilayah adat yang selama ini mereka perjuangkan.

Permintaan itu disampaikan Sekretaris Pejuang Muda WTC, Arlin, usai menerima penghargaan lingkungan hidup tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam ajang Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo & Conference (Envirotech 2026) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (11/6/2026).

Arlin bilang, penghargaan Kalpataru menjadi bukti bahwa negara mengakui perjuangan masyarakat adat dan pemuda Cerekang dalam menjaga sekitar 700 hektare kawasan hutan adat dari ancaman kerusakan dan perambahan. Namun, pengakuan tersebut dinilai belum cukup jika ancaman terhadap kawasan itu masih tetap ada.

“Kalpataru adalah kebanggaan bagi kami, tetapi perjuangan belum selesai. Kami berharap Kementerian Lingkungan Hidup dapat membantu agar IUP PT PUL dikeluarkan dari kawasan Hutan Adat Cerekang,” tegas Arlin.

Ia mengatakan, selama bertahun-tahun Pejuang Muda WTC bersama masyarakat adat terus berupaya menjaga kawasan yang memiliki nilai ekologis, budaya, dan sejarah penting bagi komunitas adat Cerekang. Karena itu, keberadaan aktivitas pertambangan di wilayah yang mereka klaim sebagai hutan adat dinilai berpotensi mengancam kelestarian kawasan tersebut.

Selain pencabutan IUP, WTC juga mendesak pemerintah pusat segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengakuan Hutan Adat Cerekang. Menurut mereka, pengakuan hukum menjadi langkah penting untuk memberikan kepastian perlindungan terhadap kawasan adat yang selama ini dijaga secara turun-temurun.

Arlin menegaskan, bagi masyarakat adat Cerekang, hutan bukan sekadar hamparan pohon, melainkan ruang hidup yang menyimpan hubungan erat antara manusia, alam, leluhur, serta pengetahuan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Penghargaan ini bukan garis akhir. Ini justru menjadi pengingat bahwa hutan adat harus tetap dilindungi dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Penghargaan Kalpataru 2026 yang diraih Pejuang Muda WTC menjadi pengakuan nasional atas dedikasi mereka menjaga lingkungan. Namun di balik penghargaan bergengsi itu, tersimpan harapan besar agar negara memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap Hutan Adat Cerekang, termasuk menyelesaikan persoalan izin pertambangan yang masih membayangi kawasan tersebut.

LUWU RAYA— Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonom Baru (BPP-DOB) Provinsi Luwu Raya menuntaskan salah satu agenda strategis dalam perjuangan pembentukan provinsi baru di Tanah Luwu.

Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, tim yang dipimpin Koordinator Wilayah BPP DOB Provinsi Luwu Raya yang juga Ketua BPW Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Ir. Hasbi Syamsu Ali, MM, berhasil merampungkan rangkaian konsolidasi dan koordinasi dengan seluruh kepala daerah di wilayah calon Provinsi Luwu Raya.

Agenda tersebut mencakup pertemuan dengan Bupati Luwu, Wali Kota Palopo, Bupati Luwu Utara, Bupati Luwu Timur serta Datu Luwu. Konsolidasi ini dilakukan untuk memperkuat dukungan politik sekaligus memastikan berbagai kebutuhan administratif yang menjadi bagian dari proses pembentukan daerah otonom baru dapat dipenuhi secara optimal.

Rangkaian pertemuan dimulai pada 7 April 2026 lalu saat tim BPP DOB menemui Bupati Luwu, Patahudding, di Rumah Jabatan Bupati Luwu, Belopa. Sehari kemudian (8/4/2026), rombongan melanjutkan silaturahmi dengan Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, di rumah jabatan wali kota.

Pada momentum yang sama, tim juga bersilaturahmi dengan Datu Luwu XL, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, di Istana Kedatuan Luwu Kota Palopo. Pertemuan tersebut dinilai penting sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai historis dan kultural yang selama ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Memasuki Juni 2026, konsolidasi berlanjut ke wilayah utara dan timur Tana Luwu. Pada 7 Juni 2026, tim bertemu dengan Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, di Masamba. Sehari berselang, rombongan melakukan pertemuan dengan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di Malili.

Dengan terlaksananya seluruh agenda tersebut, BPP DOB menilai tahapan konsolidasi bersama kepala daerah se-Tana Luwu kini telah tuntas.

“Semua agenda ini dilakukan untuk konsolidasi perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya, termasuk menuntaskan dokumen-dokumen administratif yang dibutuhkan dari setiap kepala daerah di Luwu Raya,” kata Hasbi Syamsu Ali dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

Menurut Hasbi, rampungnya konsolidasi tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama seluruh pemerintah daerah di kawasan Tana Luwu dalam mengawal cita-cita pembentukan Provinsi Luwu Raya yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun.

Ia menegaskan bahwa perjuangan pemekaran tidak boleh menjadi agenda kelompok tertentu semata, melainkan harus menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat Luwu Raya.

“Kita ingin semuanya terlibat dalam perjuangan besar ini. Tidak boleh ada yang ditinggalkan. Provinsi Luwu Raya adalah mimpi kita semua Wija to Luwu di manapun berada. Kita sudah perjuangkan ini sejak puluhan tahun lalu demi meningkatkan kesejahteraan rakyat di Luwu Raya,” ujarnya.

Selain aspek politik dan administratif, BPP DOB juga menilai fondasi akademik pembentukan Provinsi Luwu Raya telah berada pada posisi yang kuat.

Saat ini telah tersedia dua dokumen akademik utama yang menjadi rujukan perjuangan, yakni kajian yang disusun Institut Otonomi Daerah (IOTDA) dan naskah akademik yang diterbitkan tim Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo.

Hasbi menjelaskan, kedua dokumen tersebut telah memberikan argumentasi komprehensif mengenai kelayakan pembentukan Provinsi Luwu Raya, baik dari aspek administratif, ekonomi, sosial, maupun tata kelola pemerintahan.

“Secara administratif akademik, Provinsi Luwu Raya sebenarnya sudah siap. Baik naskah akademik yang disusun oleh Institut Otonomi Daerah maupun yang diterbitkan oleh tim dari Universitas Andi Djemma Palopo telah memberikan landasan yang sangat kuat bagi perjuangan ini,” katanya.

Bahkan, lanjut Hasbi, BPP DOB telah melakukan sinkronisasi terhadap kedua dokumen tersebut untuk menghasilkan rumusan yang lebih utuh dan adaptif terhadap perkembangan kebijakan nasional.

“Hasil sinkronisasi itu justru semakin memperkaya opsi perjuangan dalam mewujudkan Provinsi Luwu Raya,” tambahnya.

Meski demikian, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya masih menghadapi tantangan berupa moratorium pembentukan daerah otonom baru yang hingga kini belum dicabut pemerintah pusat.

Karena itu, BPP DOB memandang momentum saat ini harus dimanfaatkan untuk memastikan seluruh persyaratan daerah telah terpenuhi ketika peluang pembentukan DOB kembali dibuka.

Hasbi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam perjuangan tersebut, mulai dari pemerintah daerah, tokoh politik, akademisi, dunia usaha, tokoh adat, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat umum.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk menyatukan visi menuju terbentuknya Provinsi Luwu Raya. Ini bukan hanya tugas BPP DOB, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Tana Luwu,” tegasnya.

Menurutnya, setelah konsolidasi dengan seluruh kepala daerah berhasil dituntaskan, fokus perjuangan berikutnya adalah memperluas dukungan publik, memperkuat konsolidasi lintas elemen, serta memastikan seluruh persyaratan administratif tetap terjaga dan siap digunakan ketika pemerintah pusat membuka kembali ruang pembentukan daerah otonom baru.

Dengan demikian, perjuangan Provinsi Luwu Raya kini memasuki fase baru yang tidak hanya bertumpu pada dukungan politik daerah, tetapi juga pada kemampuan menyatukan energi kolektif masyarakat untuk menyongsong momentum lahirnya provinsi baru di Tanah Luwu. (*)

JAKRTA — niversitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali akan menggelar Haul dan Simposium 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary pada 25 Juni 2026 di Auditorium Kyai Haji Muhyiddin Zain UIM Al-Gazali Makassar.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang sekaligus mengaktualisasikan pemikiran, perjuangan, dan keteladanan Syekh Yusuf Al-Makassary sebagai ulama, pejuang, dan tokoh peradaban dunia.

Dalam rangka mempersiapkan agenda tersebut, Rektor UIM Al-Gazali Prof. Dr. H. Muammar Bakry bersama jajaran pimpinan universitas melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), H. Nusron Wahid, di Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Muammar Bakry secara langsung menyampaikan undangan kepada Menteri ATR/BPN untuk menghadiri dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan haul dan simposium.

Mengusung tema “Menjaga Tanah Leluhur dalam Filosofi To Mangkasara”, simposium ini diharapkan menjadi ruang akademik dan kebudayaan untuk membahas nilai-nilai luhur masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Makassar, dalam menjaga amanah leluhur serta mengelola tanah sebagai bagian dari identitas, martabat, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Menurut Prof. Muammar Bakry, tema tersebut dipilih karena memiliki relevansi yang kuat dengan pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassary yang mengajarkan pentingnya menjaga nilai-nilai moral, keadilan, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

“Haul 400 Tahun Syekh Yusuf bukan sekadar mengenang sosok ulama besar, tetapi juga menjadi momentum untuk menggali kembali nilai-nilai yang diwariskan beliau. Filosofi To Mangkasara tentang menjaga tanah leluhur memiliki makna yang sangat mendalam, tidak hanya dalam konteks budaya, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab terhadap warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” ujar Prof. Muammar Bakry.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Menteri ATR/BPN diharapkan dapat memperkaya perspektif diskusi mengenai pentingnya perlindungan hak atas tanah, pengelolaan aset umat, serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap nilai strategis tanah sebagai bagian dari warisan bangsa.

Kegiatan ini direncanakan menghadirkan berbagai tokoh nasional, ulama, akademisi, budayawan, peneliti, serta pemangku kebijakan dari berbagai daerah.

Selain pelaksanaan haul sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassary, simposium akan menjadi forum ilmiah untuk mendiskusikan pemikiran dan relevansi ajaran beliau dalam menjawab tantangan sosial, kebangsaan, dan kebudayaan di era kontemporer.

Sebagai salah satu tokoh besar yang telah diakui dunia internasional, Syekh Yusuf Al-Makassary tidak hanya meninggalkan warisan keilmuan dan spiritualitas Islam, tetapi juga teladan perjuangan melawan penjajahan serta komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Oleh karena itu, peringatan 400 tahun Syekh Yusuf diharapkan menjadi momentum penguatan identitas keislaman, kebangsaan, dan kebudayaan bagi generasi masa kini.

Melalui penyelenggaraan Haul dan Simposium 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary, UIM Al-Gazali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian khazanah keislaman, dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi fondasi pembangunan bangsa.

MALILI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Luwu Timur. Guru Matematika UPT SMP Negeri 2 Malili, Ilmal, S.Pd, dinobatkan sebagai Tenaga Pendidik Berprestasi Tingkat SMP se-Kabupaten Luwu Timur pada ajang Bupati Award 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur pada malam penganugerahan Bupati Award 2026 yang digelar di Lapangan Pendidikan Malili, Senin (8/6/2026).

Penghargaan diberikan kepada tenaga pendidik yang dinilai memiliki dedikasi tinggi, inovatif dalam proses pembelajaran, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Ilmal dikenal sebagai guru yang aktif mengembangkan pembelajaran Matematika berbasis numerasi dan STEM. Berbagai capaian akademik juga berhasil diraihnya, mulai dari beasiswa Microcredential Numeracy di Monash University Australia, beasiswa AFS Global STEM for Educators, hingga meraih medali emas pada Lomba Literasi Numerasi Nasional Antar Guru.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Malili, Hj. Darmawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas penghargaan yang diterima salah satu guru di sekolah yang dipimpinnya.

“Pak Ilmal bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga menjadi agen perubahan. Semangat belajarnya hingga ke tingkat internasional menjadi motivasi bagi seluruh guru dan siswa SMPN 2 Malili. Prestasi ini merupakan kebanggaan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ilmal mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dukungan siswa, rekan guru, dan pihak sekolah.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk siswa, rekan guru, dan sekolah. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas apresiasi yang diberikan. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berinovasi, dan mempersiapkan generasi Luwu Timur agar mampu bersaing secara global,” katanya.

Melalui Bupati Award 2026, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan apresiasi kepada guru-guru berprestasi yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah.