Arsip Kategori: Luwu Raya

RadarluwuCom, Wotu, Luwu Timur – Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur melalui Bidang Perikanan Tangkap melaksanakan kegiatan pendataan sekaligus penandaan jerigen milik nelayan di Kecamatan Wotu, Jumat (15/8/2025).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tepat sasaran serta mempermudah proses pengawasan di lapangan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Padli, bersama tim turun langsung melakukan pencatatan, verifikasi, dan pemberian tanda khusus pada jerigen yang digunakan nelayan sebagai wadah BBM. Menurutnya, upaya tersebut merupakan langkah preventif guna mencegah potensi penyalahgunaan subsidi.

“Pemerintah daerah berkomitmen memastikan BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh nelayan yang berhak. Melalui penandaan jerigen, pihak SPBU dapat lebih mudah melakukan verifikasi ketika nelayan mengajukan pengisian,” jelas Padli.

Kegiatan tersebut disambut antusias oleh para nelayan. Mereka datang membawa jerigen masing-masing untuk dicatat dan diberi tanda resmi. Sejumlah nelayan menyampaikan bahwa program ini memberi kepastian dan rasa aman karena hak mereka dalam memperoleh BBM bersubsidi lebih terjamin.

Dukungan juga datang dari pihak pengelola SPBU Wotu. Manajer SPBU, Fahlevi Syam, menilai mekanisme penandaan jerigen sangat membantu pihaknya dalam memberikan pelayanan yang lebih akurat.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik. Kami akan melayani nelayan yang telah mengantongi rekomendasi resmi dari Dinas Perikanan serta jerigen yang sudah ditandai. Dengan demikian, distribusi BBM bersubsidi menjadi lebih teratur dan tidak menimbulkan kerancuan,” ujarnya.

Radarluwu.com, Luwu Timur – Anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi NasDem, Iwan Lamaeto, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan salah satu media online yang menyebut dirinya disiram kopi saat rapat Badan Anggaran (Banggar) pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Iwan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks. Ia menjelaskan, kejadian sebenarnya adalah ketika dirinya masih menyampaikan pandangan terkait pembahasan Puskesmas, salah seorang anggota dewan melempar gelas kopi ke lantai ruang rapat, bukan ke arahnya. “Tidak ada setetes pun kopi yang mengenai pakaian saya,” tegasnya.

Menurut Iwan, memang sempat terjadi sedikit perdebatan dalam rapat, namun hal itu adalah dinamika yang lumrah dalam forum DPRD. “Jadi tidak benar ada penyiraman kopi ke saya seperti yang diberitakan. Yang terjadi hanyalah seorang anggota dewan melampiaskan emosinya dengan membanting gelas kopi ke lantai,” jelasnya.

Ia pun berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpahaman di tengah masyarakat, sekaligus memberikan pemahaman bahwa dinamika dalam rapat internal DPRD merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dibesar-besarkan.

RadarluwuCom — Di tengah maraknya kebijakan sejumlah pemerintah daerah yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga menuai protes masyarakat, Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam mengambil langkah berbeda. Ia menegaskan bahwa Pemkab Luwu Timur tidak akan menaikkan PBB.

Penegasan itu disampaikan Irwan pada Sabtu (16/8/2025). Menurutnya, kebijakan fiskal di Luwu Timur harus tetap berpihak kepada masyarakat, tanpa menambah beban hidup mereka.

“Di Luwu Timur tidak ada kebijakan menaikkan PBB. Kami tidak ingin menambah beban masyarakat, justru fokus kami adalah menjaga kestabilan dan meningkatkan pelayanan publik,” tegas Irwan.

Tak hanya menolak menaikkan PBB, Pemkab Luwu Timur bahkan lebih progresif dengan menghapus sejumlah retribusi fasilitas publik. Mulai dari retribusi fasilitas olahraga, tempat wisata, Rusunawa Sorowako, parkir umum, hingga rumah sakit kini digratiskan. Bahkan kios di Pujasera Malili pun tidak lagi dikenakan sewa.

“Bukan hanya tidak menaikkan PBB, kami juga meniadakan sejumlah retribusi agar masyarakat lebih leluasa memanfaatkan fasilitas publik. Prinsip kami jelas, apa yang bisa digratiskan, akan kami gratiskan selama masih bisa ditopang oleh APBD,” jelas Irwan.

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi masyarakat Luwu Timur. Saat banyak daerah mengambil jalan menambah pendapatan dari PBB, Pemkab Lutim justru memilih mengoptimalkan pengelolaan APBD tanpa membebani rakyat.

Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen Bupati Irwan untuk menjadikan Luwu Timur sebagai daerah yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar mengejar pendapatan daerah melalui pungutan. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp)

RadarluwuCom — Universitas Mega Buana (UMB) Palopo kembali menyelenggarakan ajang prestisius Mega Buana Award (MBA) 2025 sebagai bentuk penghargaan kepada pemerintah daerah, mitra strategis, serta civitas akademika yang berperan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat malam (15/8/2025) di lantai 6 Gedung Mega Buana Tower, Kampus UMB Palopo, turut dihadiri Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam. Kehadirannya tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga sekaligus menerima penghargaan khusus dari Pembina Yayasan Pendidikan Mega Buana Palopo, H. Rahim Munir Said, SP., MM., bersama Rektor UMB Palopo, Prof. Hj. Nilawati Uly, S.Si, Apt, M.Kes, CIPA.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mendukung peningkatan kualitas SDM, khususnya melalui program beasiswa daerah bagi mahasiswa Universitas Mega Buana Palopo.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan mengungkapkan rasa haru atas penghargaan yang diterima. Ia menuturkan bahwa gagasan beasiswa daerah berangkat dari pengalaman pribadinya yang sempat terhambat melanjutkan kuliah karena keterbatasan ekonomi.
“Dulu, setelah tamat di Palopo saya ingin kuliah di Makassar, namun karena kondisi orang tua yang kurang mampu, saya akhirnya bekerja setahun sebagai sopir pete-pete di wilayah Wasuponda, Malili, Sorowako, hingga Towuti,” ujarnya.
“Waktu itu saya berdoa, jika suatu saat dipercaya menjadi pemimpin, saya ingin membantu anak-anak Luwu Timur agar tidak mengalami hal serupa,” tambahnya.

Niat tersebut diwujudkan saat dirinya menjabat sebagai Wakil Bupati, dengan menghadirkan program beasiswa bagi seluruh mahasiswa asal Luwu Timur tanpa membedakan latar belakang ekonomi. Bantuan diberikan sebesar Rp 2 juta per semester atau Rp 4 juta per tahun. Saat ini, tercatat sekitar 8.000 mahasiswa asal Luwu Timur sedang menempuh pendidikan tinggi, dengan kurang lebih 4.000 di antaranya berada di Kota Palopo, sementara sisanya melanjutkan pendidikan di Makassar, Jawa, dan daerah lainnya.

“Di Luwu Timur, sektor pendidikan dan kesehatan memang menjadi prioritas utama, sama halnya dengan Universitas Mega Buana yang juga konsisten di dua bidang tersebut. Terima kasih kepada Ibu Rektor atas apresiasi ini, dan selamat ulang tahun ke-16 Universitas Mega Buana. Semoga semakin maju dan dicintai masyarakat,” tutur Bupati.

Rektor UMB Palopo, Prof. Hj. Nilawati Uly, menegaskan bahwa Mega Buana Award merupakan ajang rutin tahunan yang diberikan kepada pihak-pihak yang memiliki kontribusi besar dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian, serta prestasi civitas akademika.
“Atas nama Universitas Mega Buana, kami mengapresiasi program beasiswa dari Pemerintah Luwu Timur. Semoga Bapak Bupati selalu diberikan kesehatan, sehingga kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan di Tana Luwu dapat terus terjalin,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut didampingi oleh Plt. Kadis Kominfo-SP Muhammad Safaat DP, Plt. Kadis Sosial P3A Joni Patabi, Plt. Kadis Lingkungan Hidup Muhammad Yusri, Plt. Kadis PMPTSP Abdul Wahid Sangka, serta Kabag Prokopim Agus Thobrani.

RadarluwuCom, Luwu Utara – Suasana penuh semangat kebangsaan mewarnai kediaman resmi Wakil Bupati (Rujab Wabup) Luwu Utara pada Jumat (14/08/2025), saat digelar lomba nyanyi pasangan lagu perjuangan yang melibatkan para pejabat se-Kabupaten Luwu Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan tahun 2025 yang mengangkat tema “Melalui Jiwa Semangat Nilai-nilai 45, Kita Lestarikan dan Amalkan Pancasila dan UUD 1945.”

Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya lomba tersebut. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan penguatan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.

“Sekarang, anak muda harus mengerti sejarah perjuangan. Lagu-lagu perjuangan adalah cara efektif untuk memupuk rasa cinta kepada bangsa dan tanah air. Nilai-nilai itu harus tertanam di hati,” ujar Jumail dalam sambutannya.

Menurutnya, di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, generasi muda perlu tetap mengingat dan menghargai jasa para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan. Ia berharap lomba ini dapat menjadi medium untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan di kalangan masyarakat, khususnya para pemuda.

“Masa depan bangsa, termasuk Kabupaten Luwu Utara, ada di tangan generasi muda. Mereka adalah penerus kemerdekaan yang harus tetap menjaga dan meneruskan nilai-nilai luhur bangsa,” lanjutnya.

Jumail juga menyoroti kecenderungan lagu perjuangan yang mulai tersisih oleh lagu-lagu modern. Ia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk tetap mencintai lagu-lagu perjuangan sebagai identitas dan perekat bangsa.

“Zaman boleh digital, tapi jangan lupakan lagu perjuangan. Ini adalah warisan semangat bangsa yang harus kita jaga bersama,” tuturnya.

Kegiatan ini pun disambut antusias oleh para peserta dan penonton. Menurut panitia, jumlah peserta mencapai sekitar 20 pasangan pejabat, melebihi ekspektasi yang biasanya hanya diikuti 20 hingga 30 orang secara keseluruhan.

Ia juga menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme para peserta.

“Alhamdulillah, lomba nyanyi pasangan lagu perjuangan ini diminati banyak pihak. Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena pesertanya berasal dari kalangan pejabat yang biasanya jarang ikut kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Selain lomba nyanyi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar instansi serta mempererat kebersamaan dalam semangat kemerdekaan. (KN)