SIDRAP – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, melantik dan mengambil sumpah jabatan 86 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidrap, Jumat sore (5/6/2026). Dari puluhan pejabat yang dilantik, Dr. Muhammad Aries Yasin menjadi salah satu figur yang mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidrap.

Prosesi pelantikan berlangsung di Halaman Kantor DPRD Kabupaten Sidrap, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Maritengngae, dan dihadiri Wakil Bupati Sidrap, Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Sidrap, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta keluarga pejabat yang dilantik.

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sidrap Tahun 2026 tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidrap.

Sebanyak 86 pejabat yang dilantik terdiri atas 4 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 20 Pejabat Administrator, 53 Pejabat Pengawas, dan 9 Pejabat Fungsional.
Salah satu nama yang mencuri perhatian dalam pelantikan kali ini adalah Dr. Muhammad Aries Yasin yang resmi dipercaya memimpin Disporapar Sidrap.

Penunjukan tersebut menambah perjalanan karier birokrasi Aries Yasin yang selama ini dikenal memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan dan pembangunan daerah.

Sebelum dilantik di Kabupaten Sidrap, Aries Yasin berkarier di lingkungan Pemerintah Kabupaten Enrekang dan pernah menduduki sejumlah jabatan strategis. Alumni Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin itu tercatat pernah menjabat Kepala Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya pada Bappeda Enrekang hingga Kepala Bagian Pemerintahan Setda Enrekang.

Aries Yasin juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan yang menjadi latar belakang keilmuannya. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mengemban tugas baru di Kabupaten Sidrap.

Selain berkiprah di birokrasi, Aries Yasin memiliki rekam jejak organisasi yang kuat sejak masa kuliah. Ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), pernah memimpin Senat Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, serta terlibat dalam pembentukan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Hasanuddin.

Dengan pengalaman birokrasi, organisasi, dan akademik yang dimiliki, Aries Yasin diharapkan mampu menghadirkan inovasi dalam pengembangan sektor kepemudaan, olahraga, dan pariwisata di Kabupaten Sidrap. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi tinggi. Ia meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk bekerja profesional, memperkuat sinergi antarperangkat daerah, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat dan disaksikan langsung oleh Bupati Sidrap, Wakil Bupati Sidrap, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, anggota DPRD Sidrap, serta para pimpinan OPD.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan fakta integritas dan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh pejabat yang dilantik sebagai bentuk komitmen menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Dengan dilantiknya Dr. Muhammad Aries Yasin sebagai Kepala Disporapar Sidrap, diharapkan sektor kepemudaan, olahraga, dan pariwisata dapat berkembang lebih optimal serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sidrap.

PANGKEP — PT Citra Lampia Mandiri (CLM) menyatakan bertanggung jawab dalam penanganan pasca-kecelakaan kerja yang menewaskan seorang driver kontraktor di area operasional tambang perusahaan di Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan keluarga korban, pengawalan hak-hak pekerja, serta evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan kerja.

Kecelakaan kerja yang terjadi pada 31 Mei 2026 itu merenggut nyawa Abdullah, seorang driver yang bekerja melalui PT Bumi Jasa Utama (BJU) Kalla Group, kontraktor yang beroperasi di lingkungan PT CLM.

Di rumah duka di Kampung Salebbo, Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, suasana haru masih menyelimuti keluarga korban. Abdullah meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan berusia 5 tahun.

Manajer Eksternal PT CLM, Fauzi, yang hadir langsung ke rumah duka menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan perusahaan akan mengawal seluruh proses pemenuhan hak korban sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami datang bukan hanya menyampaikan duka, tetapi memastikan keluarga korban mendapat pendampingan dan hak-haknya tetap kami kawal sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Fauzi.

Menurutnya, perusahaan juga akan mengikuti seluruh arahan dan rekomendasi dari Inspektur Tambang serta instansi terkait sebagai bagian dari evaluasi pasca-insiden.

“Keselamatan pekerja menjadi prioritas utama. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Saat ini, proses investigasi masih berlangsung dengan melibatkan pihak berwenang untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. PT CLM menyatakan siap bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung.

WOTU — Langkah kecil itu berjalan perlahan menuju barisan guru. Beberapa siswa menunduk, sebagian lainnya mencoba tersenyum meski mata mulai berkaca-kaca. Di halaman UPT SDN 127 Buanipa, Senin (2/6/2026), suasana haru tak dapat disembunyikan saat puluhan siswa Kelas VI resmi dilepas menuju jenjang pendidikan berikutnya.

Pagi itu, halaman sekolah yang selama enam tahun menjadi tempat belajar, bermain, dan tumbuh bersama berubah menjadi ruang penuh kenangan. Tangis siswa, pelukan orang tua, dan doa guru menyatu dalam prosesi perpisahan yang berlangsung sederhana namun sarat makna.

Acara pelepasan dihadiri Kepala Sekolah Nur Ilmi Muhiddin Laittu, S.Pd., Pengawas Sekolah Hidayat Manggesa, S.Pd., Wali Kelas VI Mismar M, S.Pd., M.Pd., Gr, Pemerintah Desa Arolipu, serta orang tua dan wali murid yang memenuhi area sekolah sejak pagi.

Bagi para guru, pelepasan bukan sekadar seremoni tahunan. Ada perjalanan panjang yang ikut dilepas bersama langkah anak-anak didik mereka.

“Lulus dari sini bukan akhir, tetapi awal perjalanan baru. Tetap rendah hati, hormati orang tua dan guru, serta terus belajar mengejar cita-cita,” pesan Kepala Sekolah, Nur Ilmi Muhiddin Laittu, di hadapan siswa dan orang tua.

Momen paling emosional hadir saat prosesi salam perpisahan dimulai. Satu per satu siswa menyalami guru mereka. Tangis pecah ketika beberapa siswa memeluk wali kelas yang selama enam tahun menjadi sosok pendamping di ruang belajar.

Dengan suara yang beberapa kali tertahan, Wali Kelas VI, Mismar M, menyampaikan pesan sederhana namun membekas.

“Guru mungkin melepas kalian hari ini, tetapi doa tidak akan pernah berhenti menyertai langkah kalian,” ucapnya.

Di sudut lain, sejumlah orang tua tampak menyeka air mata. Bagi mereka, hari itu bukan hanya tentang kelulusan anak-anak, tetapi tentang menyaksikan tumbuhnya generasi baru yang siap melangkah lebih jauh.

Pengawas Sekolah Hidayat Manggesa menilai keberhasilan siswa menyelesaikan pendidikan dasar merupakan hasil kerja bersama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan.

Prosesi pelepasan kemudian ditutup dengan persembahan puisi, paduan suara, dan foto bersama. Tawa dan tangis silih berganti mengiringi akhir dari sebuah perjalanan enam tahun.

Hari itu, SDN 127 Buanipa tidak sekadar melepas siswa-siswinya. Sekolah itu sedang mengantar mimpi-mimpi kecil menuju masa depan yang lebih besar.

Luwu Timur — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Manajemen dan karyawan PT Citra Lampia Mandiri kembali menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat melalui penyerahan hewan kurban di wilayah pemberdayaan perusahaan.

Sebanyak 7 ekor sapi kurban diserahkan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat dan tokoh agama di beberapa desa sekitar wilayah operasional perusahaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di momentum Iduladha.

Perwakilan manajemen PT Citra Lampia Mandiri menyampaikan bahwa program penyaluran hewan kurban merupakan agenda rutin perusahaan sebagai bentuk rasa syukur serta wujud nyata kontribusi sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Momentum Iduladha mengajarkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan semangat berbagi. Melalui penyerahan hewan kurban ini, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah pemberdayaan perusahaan,” ujarnya.

Penyaluran hewan kurban juga melibatkan partisipasi karyawan PT Citra Lampia Mandiri sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian bersama terhadap masyarakat. Daging kurban nantinya akan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan agar manfaat Iduladha dapat dirasakan secara merata.

Tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi perusahaan yang dinilai terus hadir mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya menjelang Hari Raya Iduladha.

Kegiatan sosial perusahaan menjelang Iduladha merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan baik dan kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan dan masyarakat di wilayah pemberdayaan.

MAKASSAR— Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Asri Tadda, menanggapi pernyataan politisi Partai Golkar Idrus Marham yang mengingatkan agar kritik Anies Baswedan kepada pemerintah disertai optimisme dan solusi.

Menurut Asri, dalam negara demokrasi, kritik tidak boleh dipersepsikan sebagai ancaman, apalagi ketika kritik tersebut berangkat dari realitas yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami menghormati pandangan Pak Idrus Marham. Namun yang perlu dipahami adalah bahwa optimisme yang sehat tidak lahir dari menutup mata terhadap persoalan. Optimisme justru lahir dari keberanian mengakui masalah dan kesungguhan untuk menyelesaikannya,” tegas Asri dalam keterangannya di Makassar, Sabtu (23/5/2026).

Ia menilai pernyataan Anies Baswedan selama ini bukanlah upaya membangun pesimisme publik, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dirasakan rakyat di lapangan, mulai dari tekanan ekonomi rumah tangga, melemahnya daya beli masyarakat, sulitnya lapangan kerja, hingga meningkatnya beban hidup masyarakat kelas menengah dan bawah.

“Ketika rakyat mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya hidup yang semakin berat, dan peluang ekonomi yang makin sempit, maka menyampaikan fakta itu bukan pesimisme. Itu adalah kejujuran. Yang berbahaya justru jika elite politik lebih sibuk menjaga narasi optimisme daripada menjawab substansi persoalan yang sedang dihadapi rakyat,” ujarnya.

Asri menegaskan bahwa kritik tidak harus selalu diawali dengan pujian agar dianggap konstruktif. Dalam demokrasi, kritik merupakan instrumen kontrol publik yang sah dan dijamin konstitusi.

“Jangan sampai kita terjebak pada logika bahwa setiap kritik terhadap pemerintah harus dianggap sebagai serangan politik. Jika ada persoalan yang disampaikan, maka jawablah persoalannya. Jangan sibuk menyerang orang yang menyampaikan kritik,” katanya.

Asri juga mengingatkan bahwa banyak persoalan nasional memang dipengaruhi dinamika global. Namun menurutnya, kondisi global tidak boleh dijadikan alasan untuk menghindari evaluasi terhadap kebijakan nasional.

“Tidak ada yang membantah bahwa dunia sedang menghadapi tantangan ekonomi. Tetapi tugas pemerintah justru memastikan dampaknya bisa diminimalkan terhadap rakyat. Karena itu, ketika ada kritik terhadap kondisi yang terjadi, respons yang dibutuhkan adalah penjelasan dan solusi, bukan sekadar ajakan untuk tetap optimistis,” ujarnya.

Sebagai organisasi yang lahir dari semangat partisipasi warga negara, Gerakan Rakyat memandang bahwa kritik dan optimisme bukanlah dua hal yang saling bertentangan.

“Kami percaya pada masa depan Indonesia. Tetapi kecintaan terhadap bangsa tidak bisa diwujudkan dengan menutupi masalah. Cinta kepada Indonesia mesti diwujudkan dengan keberanian mengatakan yang benar, sekalipun itu tidak nyaman didengar,” tambah Asri.

“Kritik adalah bagian dari ikhtiar memperbaiki keadaan, bukan upaya menjatuhkan negara,”
tegas Ketua Partai Gerakan Rakyat Sulsel itu.

Asri kemudian menyindir kecenderungan sebagian elite yang lebih reaktif terhadap kritik daripada terhadap masalah yang dikritik.

“Jangan salah sasaran. Yang harus dilawan adalah kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, dan kesulitan hidup rakyat. Bukan orang yang mengingatkan bahwa masalah-masalah itu ada,” tegas dia.

Menutup pernyataannya, Asri Tadda mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangun budaya demokrasi yang lebih dewasa.

“Demokrasi yang sehat tidak meminta rakyat diam demi menjaga optimisme. Demokrasi yang sehat memberi ruang bagi kritik agar pemerintah semakin kuat dan kebijakan semakin tepat,” tukasnya.

“Indonesia tidak membutuhkan optimisme yang dipaksakan. Indonesia membutuhkan optimisme yang lahir dari kejujuran, keberanian, dan kerja nyata,” pungkas Asri. (*)