RADARLUWU.COM, TOWUTI –Tokoh masyarakat Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Haji Hatta, menyatakan bahwa Budiman memiliki hubungan yang sangat erat dengan wilayah Mahalona Raya. Pernyataan ini disampaikan saat ia berorasi politik di hadapan ribuan warga pada Kamis, 10 Oktober.
Menurut Haji Hatta, masyarakat Mahalona Raya akan mengalami kerugian jika tidak memberikan dukungan penuh kepada pasangan Budiman-Mochammad Akbar Andi Leluasa (Budiman-Akbar) pada pemilihan mendatang. Budiman disebut sebagai salah satu pelopor pembukaan kawasan transmigrasi di Mahalona Raya.
“Pak Budiman adalah salah satu pencetus, sehingga wilayah transmigrasi di Mahalona dapat dibuka,” ujar Haji Hatta.
Haji Hatta menjelaskan bahwa selama Budiman menjabat sebagai Kepala Dinas Transmigrasi, ia berupaya keras membuka akses wilayah transmigrasi di Mahalona, sering kali harus bolak-balik antara Luwu Timur dan Jakarta. Usaha tersebut dilakukan untuk mengubah hutan lindung menjadi pemukiman dan sumber penghidupan bagi masyarakat.
“Saya bersama Pak Budiman sering bolak-balik antara Luwu Timur dan Jakarta. Bukan hanya waktu yang dikorbankan, tetapi juga banyak hal lainnya, demi terwujudnya pemukiman transmigrasi di Mahalona,” tambahnya.
Haji Hatta melanjutkan bahwa akan sangat disayangkan jika masyarakat Mahalona tidak mendukung kelanjutan program-program yang telah dirintis Budiman. Ia bahkan bersedia menjamin bahwa jika Budiman terpilih dan program di Mahalona tidak berlanjut, dirinya akan bertanggung jawab.
“Saya yang menjadi penjaminnya. Jika ada program yang terhenti, saya yang akan menyelesaikannya,” tegas Haji Hatta, yang disambut tepuk tangan meriah dari warga.
Selain itu, Haji Hatta berharap bahwa jika moratorium pemekaran wilayah dicabut, pasangan Budiman-Akbar dapat memprioritaskan Mahalona Raya untuk menjadi kecamatan.
“Pemekaran Mahalona menjadi kecamatan hanya terhambat moratorium. Jika moratorium dicabut, Mahalona akan diutamakan menjadi kecamatan,” pungkasnya.
