BKKBN Sulsel Serahkan DAK Non Fisik Rp4,4 Miliar ke Pemkab Lutim untuk Tekan Angka Stunting

LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik tahun 2025 senilai Rp4.499.775.000 dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan. Dana ini akan digunakan untuk mendukung program Bangga Kencana serta percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut.

Penyerahan dana dilakukan secara simbolis oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Shodiqin, SH., MM., kepada Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, dalam pertemuan yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati, Kamis (22/5/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Lutim H. Bahri Suli, Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Nursih Hariani, serta Plt. Kepala Dinas Kominfo-SP Muhammad Safaat DP.

Dalam kesempatan tersebut, Shodiqin menyampaikan dua agenda utama yang akan dilaksanakan di Luwu Timur, yakni penguatan integrasi layanan KB dan Kesehatan Reproduksi di wilayah khusus, serta Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting yang dirangkaikan dengan sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

“Kami menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari edukasi gizi pranikah, masa kehamilan, hingga pasca persalinan. Fokus utama adalah memastikan kesehatan ibu dan anak,” ujar Shodiqin.

Menanggapi hal itu, Bupati Irwan menyampaikan apresiasinya atas dukungan BKKBN Sulsel dan menegaskan bahwa Pemkab Lutim berkomitmen menyukseskan program Bangga Kencana serta menurunkan angka stunting secara signifikan.

Bacaan Lainnya

“Isu stunting bukan hanya soal kesehatan, tapi juga menyangkut masa depan generasi. Tahun ini, kami akan menjalankan program Garda Sehat, yang menempatkan tiga tenaga kesehatan di setiap desa sebagai ujung tombak pelayanan, termasuk untuk penanganan stunting,” kata Irwan.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten terus diperkuat agar program-program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata hingga ke desa-desa terpencil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *