MALILI — Perusahaan pertambangan nikel yang beroperasi di Kabupaten Luwu Timur, PT Citra Lampia Mandiri (CLM), menggelar musyawarah Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Kantor Camat Malili, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari konsistensi perusahaan dalam mengimplementasikan program PPM di wilayah pemberdayaan.
Senior Supervisor PPM PT CLM, Mehdyi Insana, menjelaskan bahwa musyawarah tersebut bertujuan untuk menyosialisasikan delapan pilar program PPM sekaligus menyerap aspirasi dari pemerintah desa dan masyarakat. Delapan pilar tersebut meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pendapatan riil, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, kelembagaan dan organisasi kemasyarakatan, serta infrastruktur penunjang.
“Di sektor pendidikan, program PPM diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di desa. Begitu pula di sektor kesehatan, kami mendorong peningkatan akses serta pelayanan kesehatan yang lebih prima bagi masyarakat,” ujar Mehdyi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi perusahaan dalam mendorong peningkatan pendapatan masyarakat. “Untuk sektor pendapatan riil dan kemandirian ekonomi, kami ingin masyarakat desa mampu mengembangkan usaha yang mereka kelola hingga bertumbuh dan mandiri,” tambahnya.
Selain itu, pilar sosial budaya diarahkan pada pelestarian budaya lokal, sementara pilar lingkungan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. “Program PPM PT CLM bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan,” lanjut Mehdyi.
Dalam musyawarah tersebut, sejumlah kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menyampaikan usulan serta evaluasi terhadap pelaksanaan PPM. Kepala Desa Wewangriu, Budiman, mengapresiasi program PPM PT CLM yang dinilai berdampak positif bagi masyarakat.
“Ke depan, kami mengusulkan agar PT CLM membentuk tim survei di desa-desa pemberdayaan untuk melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan prioritas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Baruga, Yahya. Ia menyatakan bahwa meskipun bantuan yang diberikan terbatas, program PPM PT CLM tetap memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah perlu terus diperkuat melalui komunikasi yang intens antar-stakeholder,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Puncak Indah, Cakir, menyoroti bantuan armada sampah yang telah diberikan PT CLM dan dimanfaatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Ke depan, kami berharap ada pengembangan program daur ulang sampah berbasis teknologi yang didampingi oleh PT CLM dan pihak terkait lainnya,” ujarnya.
Musyawarah PPM PT CLM ini difasilitasi oleh Camat Malili, Hasimning, yang sekaligus bertindak sebagai moderator. Kegiatan tersebut diikuti oleh lima desa dan kelurahan yang masuk dalam wilayah ring 3 program PPM dan CSR PT CLM, yakni Desa Puncak Indah, Baruga, Wewangriu, Balantang, serta Kelurahan Malili.





