RADARLUWU —Di balik megahnya operasi pertambangan PT Vale Indonesia yang mendominasi kawasan Luwu Timur, terdapat sebuah desa yang nyaris tak tersentuh perhatian. Desa ini, yang berada di tengah-tengah kawasan pertambangan, menjadi simbol kesenjangan pembangunan di wilayah tambang yang seharusnya membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Desa yang dimaksud adalah Desa Balambano, Dusun Balambano, kecamatan Wasuponda, kabupaten Luwu Timur, sebuah wilayah kecil yang terhimpit Mulut PLTA PT Vale. Meskipun perusahaan ini telah beroperasi selama beberapa dekade dengan keuntungan besar dari eksplorasi tambang, masyarakat desa tersebut masih berjuang dengan masalah-masalah mendasar seperti akses air bersih dan pengenbsngsn olahraga.
Sudah tiga Kali Warga Desa Balambano mengusulkan Pembangunan Lapangan Futsal ke PT Vale tidak digubris, padahal pihak PT Vale telah membangun Lapangan Futsal di beberapa kecamatan dalam wilayah Pemberdayaannya.
Mujur, Salah seorang tokoh Pemuda Balambano kepada jurnalis Radar luwu. Com mengungkapkan bahwa Masyarakat di Desanya telah tiga kali mengusulkan Pembangunan Lapangan Futsal ke Vale namun tidak digubris, padahal ditempat lain PT Vale telah memberikan bantuan beberapa sarana Olah raga di tempat lain, kata Mujur.

Dengan nada kesal, Mujur mewakili Masyarakat Balambano menyampaikan kekecewaannya terhadap PT Vale yang dinilainya menganaktirikan Masyarakat Balambano khusunya Generasi muda di daerahnya.
Desa Balambano kata Mujur, selain jalur perlintasan Operasional pengangkutan Material PT Vale, juga warganya setiap saat terancam dari dampak PLTA Milik PT Vale, tapi Perusahaan justru hanya melihat sebelah Mata warga Balambano, kesal Mujur.
Mujur menambahkan bahwa saat ini lokasi pembangunan lapangan Futsal di daerahnya (Balambano) sudah lama masyarakat siapkan, bahkan warga mulai bergotong royong untuk membangunnya, termasuk telah mengumpulkan bantuan dari warga setempat untuk melanjutkan lapangan bola mini itu (futsal).
Hingga berita ini diturunkan, PT Vale belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga Desa Balambano. Namun, dalam laporan tahunan perusahaan, mereka mengklaim telah menjalankan berbagai program sosial, meskipun realisasinya sering kali tidak dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah tambang.
Kisah Desa Balambano mencerminkan ironi pembangunan di sektor tambang. Di satu sisi, tambang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian negara, tetapi di sisi lain, masyarakat yang tinggal di sekitar tambang justru menjadi pihak yang paling terpinggirkan. Pemerintah dan perusahaan perlu segera bertindak agar masyarakat desa tidak lagi menjadi korban dari eksploitasi sumber daya alam yang semestinya membawa manfaat bagi semua.