Ribuan Umat Hindu Hadiri Dharma Santi 2025 di Luwu Timur

Radarluwu, Lutim — Ribuan umat Hindu dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan memadati Lapangan Tomoni Timur pada Sabtu, 19 Mei 2025, untuk mengikuti perayaan Dharma Santi Tahun Saka 1947. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi.

Kedatangan Wakil Gubernur yang turut didampingi oleh Bupati Luwu Timur H. Irwan Bachri Syam, Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler, serta Ketua TP PKK dr. Ani Nurbani disambut dengan meriah melalui tabuhan bleganjur dan prosesi pemasangan udeng serta kain pinggang, sebagai bentuk penghormatan bagi tamu penting.

Dalam sambutannya, Fatmawati menyampaikan apresiasinya atas suksesnya pelaksanaan Dharma Santi tingkat Provinsi, yang menjadi penutup rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas antusiasme umat Hindu yang hadir dan menekankan bahwa kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan antarumat beragama.

Fatmawati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kebersamaan demi mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan, sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh semua agama.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, menyampaikan kebanggaannya karena perayaan ini dapat berlangsung di wilayah yang dipimpinnya. Ia berharap momen ini memberikan makna bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya warga Luwu Timur.

Menurutnya, Hari Nyepi memiliki makna yang mendalam bagi umat Hindu, karena menjadi waktu untuk melakukan perenungan diri dan memperkuat hubungan spiritual serta sosial. Nilai-nilai Catur Brata Penyepian dinilai sangat penting dalam membentuk pribadi yang lebih baik dan penuh kasih.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajukan permohonan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait dukungan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan provinsi di wilayah Luwu Timur seperti ruas batas kota menuju ibu kota kabupaten, Tarengge, serta jalur Nuha–Ussu.

Ia menekankan bahwa perbaikan ruas jalan Nuha–Ussu sepanjang 47 kilometer sangat vital bagi kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Ia berharap permohonan ini bisa menjadi prioritas provinsi.

Sebagai penutup, Bupati menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan peluncuran program “tiga kartu” yang merupakan bagian dari visi misinya. Program ini direncanakan akan diuji coba tahun ini setelah regulasinya selesai disusun, dan ia memohon dukungan agar pelaksanaannya berjalan lancar serta bermanfaat bagi masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk unsur Forkopimda Luwu Timur, Sekda H. Bahri Suli, sejumlah Kepala OPD, Ketua PHDI Sulsel Gede Durahman, Ketua PHDI Luwu Timur I Nyoman Sugiana, serta para undangan lainnya.

Pos terkait