SOPPENG — Kobaran api melahap bagian tengah Pasar Sentral Batu-Batu di Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/10/2026) malam. Enam unit armada pemadam kebakaran dari lima wilayah dikerahkan, dan api baru bisa dijinakkan sekitar pukul 22.23 WITA.
Petugas mengerahkan dua unit armada dari Lalabata serta masing-masing satu unit dari Donri-Donri, Ganra, Liliriaja, dan Marioriwawo. Menurut keterangan petugas di lokasi, pengerahan armada lintas wilayah itu untuk memperkuat upaya pemadaman karena kobaran api terus membesar sejak muncul sekitar pukul 19.00 WITA.
Api bermula dari los pertama di sisi barat pasar, lalu merembet ke lapak penjual ikan hingga ke bagian tengah. Warga setempat, Tono, mengatakan bangunan yang terbakar adalah bagian pasar yang masih menggunakan konstruksi lama, sedangkan bagian depan pasar dengan bangunan lebih baru tidak ikut terbakar.
Armada pertama tiba di lokasi sekitar pukul 19.49 WITA dan langsung menyemprot titik api. Warga turut membantu petugas dengan peralatan seadanya, sambil berupaya mencegah api merambat ke bangunan pertokoan dan permukiman di sekitar pasar.
Seorang pedagang sekaligus saksi mata, Silahuddin, menuturkan peristiwa itu berlangsung cepat sehingga membuat para pedagang panik. “Kejadiannya begitu cepat malam ini. Tiba-tiba api sudah membesar di salah satu blok, pedagang langsung panik dan berebut menyelamatkan barang dagangan mereka keluar pasar,” katanya.
Penyebab kebakaran belum diketahui. Warga menyebut peristiwa itu terjadi saat wilayah setempat sedang mengalami pemadaman listrik bergilir, tetapi keterangan tersebut belum membuktikan adanya hubungan dengan munculnya api. Aparat kepolisian bersama petugas pemadam masih melakukan pemeriksaan di lokasi.
Nilai kerugian material dan jumlah kios yang terbakar belum bisa dipastikan hingga berita ini diturunkan. Belum ada pula keterangan resmi mengenai ada atau tidaknya korban jiwa. Pasar Sentral Batu-Batu merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat Marioriawa dan berada tidak jauh dari perbatasan Kabupaten Soppeng dengan Kabupaten Sidenreng Rappang.
Sumber: SINDOSulsel, Journalist Independent, Gerbang Timur News — Redaksi RadarLuwu

