RadarLuwu.com, Luwu Timur – Pulau Bulu Poloe di Kabupaten Luwu Timur bakal menjadi lokasi aksi bersih-bersih pantai sekaligus transplantasi terumbu karang. Kegiatan yang digagas PT Citra Lampia Mandiri (CLM) itu dijadwalkan berlangsung 27 September 2026, dengan rangkaian persiapan dimulai sehari sebelumnya.
Agenda tersebut dimatangkan dalam rapat persiapan di Cafe Legend, Puncak Indah, Malili, Senin (14/9/2026). Selain PT CLM, rencana ini melibatkan sejumlah instansi, komunitas lingkungan, media, dan masyarakat setempat.
Manajer Eksternal PT CLM, Fauzi, mengungkapkan bahwa gagasan itu muncul setelah survei di kawasan pulau menemukan terumbu karang dalam kondisi kritis. Persoalannya bertambah berat karena sampah plastik menumpuk di pesisir dan perairan sekitar.
Fauzi menilai persoalan ini tidak bisa dituntaskan perusahaan sendirian. Karena itu, PT CLM menggandeng POMAL, Polair, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, pegiat lingkungan, Karang Taruna, media, hingga warga untuk bergerak bersama.
Sebagai bagian dari restorasi, PT CLM menargetkan pemulihan terumbu karang di area sekitar 0,5 hektare. Untuk media tanamnya, disiapkan 500 hingga 1.000 unit spider, yakni kerangka besi berbentuk laba-laba.
Rencananya tim sudah berada di lokasi sejak 26 September untuk persiapan. Penanaman dan restorasi karang digelar keesokan harinya dengan melibatkan sekitar 50 peserta dari berbagai unsur.
Komandan Pos TNI AL (Danposal) Lampia, Lettu Laut Yosef Rusuk Dasa, membenarkan persoalan di Pulau Bulu Poloe. Walau tak berpenghuni, pulau itu tetap menerima sampah plastik yang terbawa arus dan sulit terurai.
Dari hasil survei dan penyelaman, timnya menemukan beberapa titik yang layak menjadi lokasi transplantasi. Sekitar 250 unit spider tambahan pun telah disiapkan. Yosef berharap ke depan dibangun pondok pemantau untuk merawat kawasan itu secara berkelanjutan, sambil menyebut Pulau Bulu Poloe berpotensi menjadi “Bunaken-nya Luwu Timur”.
Dukungan juga mengalir dari Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Esti Purwaningsih, menyatakan pihaknya akan membantu memetakan titik dengan volume sampah terbanyak dan menyiapkan papan imbauan larangan membuang sampah di pulau tersebut.
Dari sisi pariwisata, Kepala Bidang Kemitraan dan Destinasi Pariwisata Disparmudora Luwu Timur, Andi Irfan Saputra, mengungkapkan Pulau Bulu Poloe sudah masuk rencana pengembangan destinasi wisata daerah dan memiliki master plan, termasuk sebagai bagian dari geosite Geopark Matano.
Sementara itu, Kasat Polairud Polres Luwu Timur, AKP Djemi Ramos, memastikan personel dan speedboat siap mendukung mobilisasi peserta sepanjang kegiatan.
Rapat persiapan itu turut dihadiri perwakilan Karang Taruna Luwu Timur, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Luwu Timur, PMI Luwu Timur, serta pegiat lingkungan Zakkir.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan tidak berhenti pada aksi bersih-bersih semata. Kegiatan tersebut digadang menjadi langkah awal pemulihan ekosistem laut sekaligus membuka jalan bagi Pulau Bulu Poloe sebagai destinasi wisata bahari yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.

