RadarLuwu.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan. Kursi orang nomor satu di Kementerian Keuangan itu diserahkan kepada wakilnya, Suahasil Nazara, yang langsung dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Suahasil tiba di kompleks Istana Negara sekitar pukul 15.00 WIB. Ia lalu berdiri sendiri di hadapan Presiden Prabowo dan mengucapkan sumpah janji jabatan sekitar pukul 15.30 WIB.
Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti membacakan keputusan presiden pengangkatan Menteri Keuangan. “Mengangkat Profesor Suahasil Nazara PhD sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dengan sisa jabatan 2024-2029,” ujar Nanik saat membacakan keputusan itu.
Usai keppres dibacakan, Suahasil mengucapkan sumpah jabatan dengan dipandu Prabowo. Ia berjanji setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, serta menjunjung tinggi etika jabatan dan bekerja dengan penuh tanggung jawab.
Pelantikan itu dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Tampak hadir pula Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta CEO Danantara Rosan Roeslani.
Selain itu, hadir Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala Badan Intelijen Negara Herindra, Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto, dan Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar.
Sebelum dilantik sebagai Menkeu, Suahasil menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 25 Oktober 2019. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Indonesia pada 1994, lalu meraih gelar master dari Cornell University, Amerika Serikat, pada 1997, dan menuntaskan program doktoral bidang ekonomi di University of Illinois at Urbana-Champaign pada 2003.
Karier akademiknya dimulai pada 1999 sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Sepuluh tahun berselang, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi. Ia juga pernah menjabat Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi (2004-2005), Kepala Lembaga Demografi (2005-2008), dan Ketua Departemen Ilmu Ekonomi (2009-2013). Di luar kampus, Suahasil tercatat sebagai anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009-2011.
Di hari yang sama, Purbaya ternyata masih menjalankan tugasnya sebagai Menkeu beberapa jam sebelum pencopotan diumumkan. Ia mengikuti rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di Senayan, Jakarta, yang berlangsung sekitar pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Saat rapat, Purbaya mengenakan batik biru bermotif bunga dengan ornamen putih.
Dalam forum itu, Purbaya menegaskan perekonomian Indonesia masih tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, ekonomi masih tumbuh, inflasi terkendali, dan neraca perdagangan dalam posisi baik. “Solidnya perekonomian domestik berimplikasi pada kepercayaan dunia,” katanya.
Momen menarik terjadi ketika Purbaya menerima telepon dari seseorang yang ia sebut sebagai “Bapak”. “Halo Pak. Iya, siap-siap. Saya masih di DPD, Pak,” ucapnya. Usai menerima telepon, Purbaya terlihat beberapa kali membungkukkan badan, lalu meninggalkan Gedung DPD. Tak lama setelah itu, pencopotannya dari posisi Menteri Keuangan diumumkan di Istana Negara dan posisinya diserahkan kepada Suahasil Nazara.

