RadarLuwu.com, Palu – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Sulawesi Tengah menjadi ruang refleksi bagi umat Islam. Kegiatan berlangsung pada Sabtu malam, 19 September 2026, dan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Arniwaty Lamadjido, para pemuka agama, serta utusan dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam.
Rahmawati M. menjabat sebagai Ketua PW IKA PMII Sulteng. Nur, menegaskan bahwa peringatan Maulid semestinya tidak berhenti pada seremoni kelahiran Nabi semata. Anggota DPRD Sulawesi Tengah itu menginginkan momen ini dijadikan pijakan untuk mengamalkan sifat-sifat mulia Rasulullah dalam keseharian. Nilai kejujuran, amanah, keadilan, hingga kasih sayang terhadap sesama manusia disebutnya sebagai fondasi yang harus terus dipraktikkan.
Rahmawati berharap kecintaan umat kepada Rasulullah semakin tumbuh melalui peringatan tersebut. Menurutnya, rasa cinta itu harus dibuktikan dengan menjalankan ajaran beliau, kendati peringatan digelar setelah tanggal kelahiran Nabi. Ia memandang keterlambatan waktu bukan penghalang untuk tetap memperingati dan merenungi keteladanan Rasulullah.
Lebih lanjut, Rahmawati menekankan bahwa nilai-nilai keteladanan Nabi perlu dihidupkan kembali di lingkup keluarga, lingkungan masyarakat, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap jujur, amanah, adil, dan penuh kasih dinilai masih sangat relevan untuk mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Ketua PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah, Amin Parakasi, menyampaikan pidato kebangsaan. Ia mengangkat pentingnya umat Islam meneladani karakter Nabi Muhammad SAW dalam bernegara, dengan pesan utama soal urgensi merawat persatuan dan kesatuan bangsa.
Wakil Gubernur Sulteng Reny Arniwaty Lamadjido menyatakan peringatan Maulid dapat menjadi cermin bagi umat Islam untuk menilai seberapa jauh keteladanan Rasulullah telah diterapkan. Ia mengajak setiap orang untuk mengenal, mencintai, dan meniru akhlak Nabi dengan lebih sungguh-sungguh. Reny juga menekankan bahwa salat merupakan salah satu ajaran pokok Rasulullah yang tidak boleh ditinggalkan umatnya.
Reny menambahkan, kemuliaan seseorang tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan yang disandang. Menurutnya, ukuran kemuliaan terletak pada seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain. Ia berharap penghayatan nilai-nilai tersebut dapat memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan, sekaligus melindungi masyarakat dan bangsa dari berbagai ancaman, bahaya, serta bencana yang tidak diinginkan.
Sumber: rri.co.id

