RadarLuwu.com, Palu – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu resmi menjalin kerja sama dengan PT Pegadaian Area Palu. Penandatanganan nota kesepahaman atau MoU berlangsung di Gedung Banua Kaili (GBK) Rusdy Toana, Rabu (7/10/2026). Kerja sama ini menjadi pintu masuk bagi civitas akademika Kampus Biru untuk mengenal lebih dekat layanan tabungan emas.
Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM., memanfaatkan momen tersebut untuk menyerukan agar para dosen dan mahasiswa mulai membiasakan diri menabung emas. Langkah ini dinilainya sebagai cara mempersiapkan masa depan finansial sejak dini. Menurutnya, menabung emas tidak harus dilakukan dengan nominal besar, tetapi bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Dosen, kata Prof Rajindra, bisa menyisihkan sebagian gaji tiap bulan. Sementara mahasiswa dapat menyimpan sebagian uang kiriman orang tua. Ia menekankan bahwa mahasiswa yang cerdas sebaiknya tidak menghabiskan seluruh uang yang diberikan orang tua. Menyisihkan sebagian uang, lanjutnya, bisa menjadi bekal modal untuk berusaha di kemudian hari.
Prof Rajindra lalu mengenang masa kuliahnya dahulu. Saat itu ia selalu berusaha tidak menghabiskan uang yang diberikan orang tuanya. Sedikit demi sedikit ia sisihkan untuk ditabung, meski pada zaman itu layanan tabungan emas belum tersedia seperti sekarang. Karena fasilitasnya kini sudah ada, ia mengimbau seluruh civitas akademika Unismuh Palu mulai menabung emas.
Menurut orang nomor satu di Unismuh Palu itu, emas bisa menjadi pilihan untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Ia berharap para dosen dan mahasiswa memanfaatkan kemudahan layanan tabungan emas. Dengan begitu, kebiasaan mengelola keuangan secara bijak dapat terbangun.
Dari sisi Pegadaian, Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Palu, Putra Aspin Rahmatullah, menyatakan layanan tabungan emas terbuka bagi berbagai kalangan, tak terkecuali mahasiswa. Sebab, setoran awalnya relatif terjangkau. Ia menyebut tabungan emas cocok untuk mahasiswa karena bisa dimulai hanya dengan Rp10.000. Uang yang disetorkan nantinya dikonversi menjadi emas sesuai harga yang berlaku.
Putra memberi gambaran, bila harga emas menyentuh Rp2,5 juta per gram, maka uang Rp25.000 setara dengan 0,01 gram emas. Dana yang disetor nasabah akan diubah menjadi saldo emas berdasarkan harga saat transaksi berlangsung. Skema inilah yang dinilai memudahkan mahasiswa untuk mulai menabung tanpa terbebani nominal besar.
Sumber: sultengraya.com







