RadarLuwu.com, Luwu Utara – Keterisolasian Kecamatan Rampi mulai terurai. Untuk kali pertama, sebuah kendaraan roda empat berhasil masuk ke kecamatan pegunungan di Kabupaten Luwu Utara itu lewat jalur darat, Rabu (7/10/2026).
Perjalanan bersejarah itu dipimpin Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Rombongan bergerak dari Kota Masamba selepas pagi dan menempuh lintasan sepanjang kurang lebih 82 kilometer. Sepanjang perjalanan, mereka melewati kawasan hutan serta tanjakan dan turunan tajam yang selama ini menjadi penghalang terbesar mobilitas warga.
Iring-iringan tersebut membawa sekitar 30 unit kendaraan roda empat, termasuk dari komunitas Indonesia Offroad Federation (IOF). Sekitar pukul 21.00 WITA, rombongan akhirnya tiba di Rampi. Kedatangan mereka disambut antusias warga yang menunggu di tepi jalan. Suasana haru menyelimuti penyambutan itu, terutama saat warga menyaksikan sendiri kendaraan roda empat bisa mencapai kampung mereka.
“Alhamdulillah, kami berhasil tembus dan ini pertama kalinya mobil bisa menembus Rampi,” ujar Andi Rahim.
Seorang warga mengungkapkan kegembiraannya dengan kalimat singkat yang langsung menggambarkan betapa lama daerah itu menunggu. “Tembus betul mi mobil,” katanya.
Rampi selama ini dikenal sebagai salah satu kecamatan paling terpencil di Sulawesi Selatan. Wilayahnya membentang sekitar 1.565,66 kilometer persegi, berada di kawasan pegunungan Luwu Utara, dengan batas wilayah Sulawesi Tengah dan Kabupaten Luwu Timur. Mobilitas warga selama ini bergantung pada penerbangan perintis, sementara kebutuhan sehari-hari diangkut memakai sepeda motor trail. Keterbatasan akses itu membuat biaya angkut kebutuhan pokok menjadi mahal dan berdampak pada harga barang yang harus dibayar masyarakat.
Karena itu, terbukanya lintasan darat dinilai membuka peluang baru. Selain mempermudah mobilitas warga, akses roda empat diharapkan memperlancar distribusi logistik, mempercepat layanan kesehatan dan pendidikan, serta memudahkan hasil pertanian dan perkebunan Rampi menjangkau pasar.
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara sebelumnya telah meningkatkan ruas Pincara–Saluseba sepanjang kurang lebih lima kilometer dengan anggaran Rp1,43 miliar melalui APBD 2025. Pekerjaan itu digarap bersama Kodim 1403 Palopo lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, meliputi pengkerikilan jalan, pembangunan drainase, dan plat duiker. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan turut mengaspal ruas Masamba–Pincara sepanjang 1,33 kilometer dengan anggaran sekitar Rp2,78 miliar.
Andi Rahim menegaskan, pembukaan akses menuju Rampi tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia berharap lintasan yang sudah berhasil dilalui dapat ditindaklanjuti dengan pembenahan infrastruktur permanen agar perjalanan ke wilayah itu semakin aman, layak, dan bermanfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat dataran tinggi Luwu Utara.
Sumber: Berita Sulsel





