Ledakan Pasar Cimanggis di Tangsel Bukan Bom, Dua Orang Tewas

Ledakan Pasar Cimanggis di Tangsel Bukan Bom, Dua Orang Tewas
Situasi lokasi ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026). Foto: KOMPAS.com/Aan Abdau Rizal

RadarLuwu.com, Tangerang Selatan – Ledakan keras mengguncang kawasan ruko Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (14/10/2026) malam. Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Asqar Sodiq membenarkan kejadian itu ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp. Meski demikian, hingga malam tersebut penyebab maupun kronologi ledakan masih belum bisa dipastikan.

Data terbaru yang tercatat pada papan informasi posko komunikasi SAR di lokasi menunjukkan korban bertambah menjadi 12 orang. Rinciannya, dua orang meninggal dunia, dua orang menderita luka berat, dan delapan orang lainnya mengalami luka ringan. Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Asqar Sodiq membenarkan angka tersebut.

Para korban telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan: Rumah Sakit Sari Asih di Ciputat, RSUD Tangerang Selatan, serta RS Fatmawati yang berlokasi di Jakarta Selatan. Menurut keterangan yang dihimpun di lapangan, seorang korban meninggal dunia ditangani di RSUD Tangerang Selatan, sedangkan seorang korban lain berada di RS Fatmawati. Sebelumnya, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menyatakan seorang korban berinisial ATP (40) meninggal dunia di instalasi gawat darurat RS Fatmawati.

Relawan Lintas Ambulans Indonesia, Muklis, menyampaikan bahwa timnya lebih dulu mengevakuasi sembilan orang dari titik kejadian. Dari jumlah itu, satu korban tewas tertimbun reruntuhan bangunan, sedangkan delapan orang lainnya menderita luka, dengan empat di antaranya luka berat dan empat sisanya luka ringan. Jumlah maupun kondisi korban masih mungkin berubah karena petugas gabungan terus melakukan pendataan di lokasi.

Pantauan di lokasi menunjukkan lima bangunan runtuh akibat ledakan, dengan puing dan besi berserakan. Tampak sejumlah anggota kepolisian, personel BPBD, dan para sukarelawan sedang menyingkirkan material runtuhan guna menyelamatkan orang-orang yang diperkirakan masih terjebak di bawah timbunan. Kondisi sebuah kendaraan roda empat tampak berada dalam posisi terbalik, yang diduga kuat akibat daya ledakan yang besar. Di lokasi juga tampak personel Brimob bersenjata serta sebuah kendaraan taktis Baracuda.

Menurut keterangan seorang saksi bernama Deni, ia merasakan bunyi menggelegar yang sangat kuat sampai membuat tubuhnya terasa terangkat dan bangunan-bangunan di sekitarnya turut bergetar. Pada waktu kejadian tersebut, dirinya tengah berada di lantai dua sebuah ruko yang difungsikan sebagai lokasi usaha sekaligus huniannya. Deni menyatakan bahwa dirinya tidak menangkap aroma gas maupun bau jenis lain sebelum terjadinya ledakan. Begitu mendengar teriakan dari karyawannya, Deni bergegas turun ke lantai dasar. Debu memenuhi ruangan rukonya dan sejumlah material bangunan berjatuhan. Sesampainya di luar ruko, Deni melihat dua orang yang berada di teras usaha miliknya sudah berlumuran darah setelah terhantam serpihan kaca.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan Brigjen Susatyo Purnomo Condro selaku Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, serangkaian kegiatan awal di lokasi peristiwa telah dijalankan oleh sebuah tim yang terdiri dari berbagai unsur. Puslabfor Bareskrim Polri, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, serta Polres Tangerang Selatan merupakan unsur-unsur yang tergabung dalam tim tersebut. Susatyo menegaskan berdasarkan hasil olah TKP bersama Jibom dan lainnya, kejadian ini bukan bom, melainkan ledakan yang masih didalami.

Sebuah tabung etilen dengan bobot 52 kilogram berhasil diidentifikasi oleh aparat kepolisian pada tahap penyelidikan permulaan. Tabung semacam itu biasa dipakai untuk mempercepat pematangan buah. Polisi juga menemukan banyak pisang dalam kondisi mentah di bagian bangunan yang paling parah kerusakannya. Di samping temuan itu, gedung yang mengalami ledakan menurut kepolisian difungsikan sebagai tempat penampungan buah. Menurut penuturan para saksi di sekitar lokasi, sebelum peristiwa ledakan berlangsung, bangunan gudang itu tengah dimanfaatkan untuk mengemas buah yang hendak dikirim ke beberapa pasar. Susatyo menegaskan bahwa jajarannya masih belum menarik kesimpulan mengenai ada atau tidaknya keterkaitan antara tabung etilen tersebut dengan pemicu ledakan.

Kejadian tersebut mengakibatkan kurang lebih empat blok ruko berlantai dua tercatat rusak. Mayoritas korban merupakan pekerja gudang dan warga di sekitar ruko saat ledakan berlangsung. Pemeriksaan awal tempat kejadian perkara dihentikan untuk sementara waktu sebab situasi lokasi pada malam hari tidak memungkinkan pengecekan yang lebih menyeluruh, dan akan diteruskan pada Kamis pagi. Area tersebut ditutup oleh polisi agar tetap steril dan supaya warga tidak melintas di sekitar titik ledakan. Lima saksi akan diperiksa oleh polisi di Polres Tangerang Selatan sebagai upaya membantu mengungkap penyebab ledakan. Belum bisa dipastikan oleh kepolisian apakah gudang buah itu merupakan pemasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan hal itu akan ditelusuri lebih lanjut.

Sumber: Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *