Tudang Sipulung di Mahalona Kunci Jadwal Tanam Serentak, Luwu Timur Siapkan Rp24,94 Miliar

Tudang Sipulung di Mahalona Kunci Jadwal Tanam Serentak, Luwu Timur Siapkan Rp24,94 Miliar
Bupati Luwu Timur membuka forum Tudang Sipulung Percepatan Tanam Tahun 2026 di Desa Mahalona, Kecamatan Towuti. Foto: Dinas Kominfo Lutim

RadarLuwu.com, Luwu Timur – Jadwal tanam serentak untuk musim tanam Oktober 2026 sampai Maret 2027 dikunci lewat Tudang Sipulung, forum musyawarah petani di Desa Mahalona, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Rabu (14/10/2026). Forum yang dibuka Bupati Irwan Bachri Syam itu sekaligus merumuskan langkah mendongkrak produksi padi daerah.

Bupati menilai kesepakatan waktu tanam penting agar pelaksanaan usaha tani punya acuan yang jelas. Menurutnya, Tudang Sipulung bukan sekadar pertemuan, melainkan tempat menyusun kebijakan pertanian, acuan kerja petani di lapangan, hingga sarana evaluasi dan pemantauan kegiatan.

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Luwu Timur menunjukkan luas tanam padi sepanjang 1 Januari hingga 30 September 2026 sudah menembus 45.551,57 hektare. Dari luasan itu, 26.976,32 hektare sudah dipanen dengan total produksi 179.822,46 ton gabah kering panen, sedangkan produktivitas rata-ratanya 6,67 ton per hektare.

Irwan menilai capaian tersebut masih bisa dinaikkan lewat optimalisasi produktivitas dan indeks pertanaman, termasuk mempercepat musim tanam kedua dan ketiga. Ia juga menyoroti sejumlah kendala yang membayangi petani, mulai dari cuaca yang tak menentu, serangan hama dan penyakit tanaman, sampai kecukupan unsur hara serta pupuk.

Dari sisi iklim, Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Nasrol Adil memperkirakan waktu tanam paling sesuai bagi kawasan Mahalona Raya jatuh pada awal Desember 2026. “Informasi ini diharapkan menjadi salah satu acuan bagi petani dalam menentukan jadwal tanam agar kegiatan budidaya dapat berjalan optimal dan risiko akibat kondisi iklim dapat diminimalkan,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lutim, Munadiah As’ad, menyebut percepatan tanam ditempuh supaya indeks pertanaman naik melalui kesepakatan jadwal bersama petani. Pemerintah kabupaten mengalokasikan Rp24,94 miliar untuk membangun jalan usaha tani, jaringan irigasi, pintu air, serta pengadaan alat dan mesin pertanian.

Bacaan Lainnya

Khusus Kecamatan Towuti, anggaran yang disiapkan mencapai Rp4,83 miliar, meliputi 119 unit alsintan aneka jenis dan 46 unit bantuan pompanisasi. Dukungan lain yang dipersiapkan berupa benih padi, traktor, combine harvester, mesin tanam, pompa air, pengembangan komoditas lada dan kakao, bantuan ternak, sampai sarana pengendalian hama.

Kegiatan itu ditutup dengan penandatanganan komitmen target tanam Luwu Timur 2026 oleh para pihak yang hadir. Turut menyaksikan Kepala BRMP Provinsi Sulawesi Selatan Zainal Abidin, Kepala IP3OPT Wilayah I Luwu Asdha Hafni, jajaran perangkat daerah, para camat, Kepala Desa Mahalona Muh. Kadir, serta perwakilan kelompok tani se-Kecamatan Towuti.

Sumber: Luwuraya.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *