RadarLuwu.com, Minahasa – Herni Onibala, S.Pd., M.Si., resmi memimpin Musyawarah Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Sulawesi Utara untuk masa bakti 2026–2029. Kepala SMK Negeri Pembangunan Pertanian (SMKN-PP) Kalasey Minahasa itu menang lewat pemungutan suara yang digelar di Aula Kompleks Sekolah Lanjutan Atas Advent, Tompaso, Kabupaten Minahasa, Selasa (15/9/2026).
Dari 125 peserta yang hadir, termasuk jajaran Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Herni mengantongi 60 suara. Selisihnya cukup jauh dibanding pesaing terdekat, Dr. Harold Tambayong yang hanya memperoleh 10 suara. Altje Salele, S.Pd. dan Jeivi Maliangkay, S.Pd. masing-masing mengumpulkan 8 suara, sementara Julius Pandeirot, S.Pd. mendapat 6 suara. Herni sendiri sebelumnya juga menjabat Ketua MKKS-SMK Kabupaten Minahasa.
Suara terbanyak itu membuat Herni didampingi sejumlah pengurus terpilih. Hardy Mokoginta dipercaya sebagai Sekretaris dan Telly Ticoalu mengisi posisi Bendahara. Duo pengurus ini langsung menyatakan kesiapannya membantu sang ketua menjalankan roda organisasi ke depan.
Usai penetapan, Herni mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan. Ia berjanji menjalankan amanah sebaik mungkin, meneruskan program kepengurusan lama, sekaligus merancang sejumlah terobosan baru demi kemajuan organisasi. Baginya, kebersamaan seluruh unsur MKKS-SMK Sulut menjadi kunci utama.
Herni menekankan pentingnya menyatukan langkah 191 kepala sekolah SMK negeri dan swasta di Sulut. Ia berharap MKKS-SMK tetap kokoh dan solid dalam bekerja sama memajukan pendidikan kejuruan. Dukungan dari berbagai pihak juga ia harapkan agar program yang dirintis ketua sebelumnya, Novry Sumampouw, bisa berlanjut dan berkembang lebih baik.
Novry Sumampouw menyambut positif jalannya pemilihan yang dinilainya tertib dan demokratis. Menurut dia, para pengurus terpilih punya kompetensi dan kapasitas mumpuni membawa organisasi melangkah lebih jauh. Selama dua periode memimpin, ia menyebut banyak hal telah dibangun berkat kekompakan dan kerja sama.
Ia berharap pengurus baru selalu menjaga kekompakan serta membangun sinergi, baik antarsekolah maupun dengan Dinas Pendidikan Daerah. Kolaborasi disebutnya sebagai kunci menghadapi tantangan dunia pendidikan kejuruan yang harus dihadapi 191 SMK, terdiri dari 98 negeri dan 93 swasta. Inovasi lewat program berdampak nyata dinilai wajib dilakukan.
Kepala Bidang SMK Dikda Sulut, Join Entimen, S.S., yang menyaksikan langsung proses pemilihan, menyampaikan apresiasi disertai pesan penting. Ia menilai pengurus terpilih sangat berkompeten dan yakin amanah dapat dijalankan dengan baik. Dikda Sulut, katanya, mendukung penuh kepengurusan baru.
Join menegaskan hal terpenting adalah kolaborasi, yakni bersinergi dengan Dikda dan seluruh SMK dalam menyusun program berkualitas. Tantangan ke depan memang banyak, namun dengan kerja sama yang baik semuanya bisa diatasi bersama. Ia mengajak seluruh pihak membangun solidaritas demi kemajuan pendidikan Sulawesi Utara menuju visi Sulut Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.
Sumber: sulutnews.com

