RadarLuwu.com, Palopo – Aksi unjuk rasa bertajuk “Palopo Krisis Air Bersih Jilid III” di depan Kantor Wali Kota Palopo berakhir ricuh, Selasa (6/10/2026) sore. Massa yang menuntut penyelesaian krisis air bersih mendorong pagar gerbang kantor wali kota hingga rebah, lalu menginjak-injaknya.
Unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 15.00 WITA itu diikuti puluhan mahasiswa. Mereka semula berkumpul menyuarakan keluhan warga atas krisis air bersih yang berkepanjangan di Kota Palopo akibat kemarau. Situasi di lokasi memanas setelah sebagian peserta aksi bertindak agresif. Petugas Satpol PP yang berjaga bergerak mengendalikan massa supaya kerusakan tidak meluas.
Perusakan itu menuai kecaman dari sejumlah kalangan. Seorang tokoh pemuda setempat menyesalkan cara penyampaian pendapat yang justru merugikan fasilitas umum dan masyarakat banyak. Menurutnya, persoalan air bersih semestinya diselesaikan melalui dialog, bukan dengan merusak. Ia pun meminta Polres Palopo tidak berdiam diri dan segera memproses hukum peserta aksi yang terbukti melakukan perusakan.
Senada, perwakilan Pusat Bantuan Hukum (PBH) Andi Djemma, Ahmad Saleh, menegaskan bahwa kebebasan berpendapat memang dilindungi undang-undang, tetapi perusakan fasilitas negara tidak dapat dibenarkan dan mesti dipertanggungjawabkan secara hukum.
Hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan resmi dari Polres Palopo dan Pemerintah Kota Palopo mengenai besaran kerugian materiil ataupun langkah hukum yang bakal ditempuh.
Sementara itu, LMND Palopo menolak jika rangkaian protes tersebut direduksi menjadi persoalan pagar semata. Dalam pernyataan tertulisnya, LMND menegaskan persoalan utamanya adalah warga Palopo yang terus kesulitan air bersih sementara pemerintah daerah dinilai belum memberi penyelesaian memadai. Menurut LMND, aksi serupa sudah tiga kali dilakukan, namun Wali Kota Palopo belum menemui massa secara langsung.
LMND juga mempertanyakan mekanisme pengamanan aksi dan meminta proses hukum atas robohnya pagar dijalankan secara objektif, transparan, dan berbasis bukti. Mereka menyebut pagar itu roboh setelah didorong beberapa orang dan setelah kejadian sudah kembali berdiri. LMND menyatakan aksi Jilid IV akan kembali digelar di Kantor Wali Kota dan DPRD Palopo, seraya mendesak Pemkot Palopo dan Perumda Tirta Mangkaluku membuka data pengelolaan serta membenahi pelayanan air.
Sumber: palopopos

