RadarLuwu.com, Cilegon – Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar sejak Selasa (20/10/2026) sore di perairan Pelabuhan Merak, Banten, akhirnya terbalik dan tenggelam pada Rabu (21/10/2026) malam. Tenggelamnya kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) itu terkonfirmasi lewat siaran peringatan navigasi yang dipancarkan petugas Vessel Traffic Service (VTS) Merak.
Dalam siaran radio yang beredar, petugas VTS Merak meminta seluruh kapal penumpang meningkatkan kewaspadaan karena KMP Batumandi telah tenggelam di posisi 05°56,732 lintang selatan dan 105°59,376 bujur timur, tepat di alur masuk penyeberangan Merak. Imbauan itu disampaikan agar kapal yang melintas menjaga jarak dan berhati-hati ketika memasuki kawasan tersebut.
Pihak ASDP menyebut kapal tenggelam sekitar pukul 20.45 WIB. Perusahaan pelayaran pelat merah itu menyatakan sedang berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan posisi bangkai kapal tidak mengganggu keselamatan sekaligus kelancaran arus pelayaran di Selat Sunda.
Rangkaian peristiwa ini dimulai ketika kapal bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada pukul 14.52 WIB. Saat bersiap merapat ke Dermaga VI Pelabuhan Merak, petugas di darat melihat percikan api di buritan bagian belakang kapal roll-on/roll-off (ro-ro) itu, tepatnya di dek atas tempat kendaraan kecil, sekitar pukul 16.15 WIB. Laporan awal yang masuk ke VTS Merak menyebut sumber api berasal dari kamar mesin.
Kepala KSOP Kelas I Banten Yogie Nugraha menyatakan seluruh penumpang dan awak berhasil dievakuasi ke KMP Royce 1 yang melapor pada pukul 16.56 WIB. Sebagian penumpang lebih dulu diselamatkan nelayan di sekitar Merak, termasuk mereka yang nekat menceburkan diri ke laut saat kepanikan melanda kapal.
Seorang penumpang bernama Edi mengisahkan dua kali ledakan terdengar dari kamar mesin sebelum asap memenuhi ruangan. Menurut dia, lampu kapal langsung padam setelah ledakan kedua sehingga penumpang berlarian mencari pelampung. Ia mengaku sudah meminta awak menurunkan sekoci, tetapi tidak ada sekoci yang diturunkan hingga penumpang berdesakan menyelamatkan diri sendiri.
Data Polda Banten mencatat manifest kapal memuat 420 penumpang, terdiri dari 393 orang yang berada di dalam kendaraan dan 27 penumpang pejalan kaki, ditambah 89 unit kendaraan. Seluruh penumpang dan awak dilaporkan selamat tanpa korban jiwa, sementara penumpang yang mengalami luka dirawat di Puskesmas Merak dan Rumah Sakit Krakatau Medika.
Sebab kebakaran belum bisa dipastikan. Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan tim yang akan turun memeriksa bangkai kapal, termasuk memastikan kronologi lengkap peristiwa yang membuat penyeberangan tersibuk penghubung Jawa-Sumatera itu terganggu.
Sumber: detikNews

