Lulusan Untad Diminta Jawab Tantangan Pembangunan Sulteng

Lulusan Untad Diminta Jawab Tantangan Pembangunan Sulteng
Staf Ahli Gubernur Sulteng Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Dr. Rusmiadi, ST.,SH.,M.Si menyerahkan sertifikat kepada wisudawan prestasi, Kamis (22/10/2026). Foto: Humas Riyan

RadarLuwu.com, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menaruh harapan besar pada para alumni Universitas Tadulako (Untad) agar mampu menjawab beragam persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Kontribusi nyata lulusan perguruan tinggi itu dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan daerah. Hal ini disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Rusmiadi, mewakili Gubernur Anwar Hafid, ketika menghadiri Wisuda ke-139 Untad di Gedung Prof. Aminuddin Ponulele, Kamis (22/10/2026).

Rusmiadi menuturkan bahwa Sulawesi Tengah dianugerahi kekayaan potensi di sejumlah sektor strategis. Mulai dari pertanian, perikanan, industri, sampai pertambangan. Menurutnya, semua potensi itu butuh ditopang sumber daya manusia bermutu supaya bisa diolah menjadi nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, dan pada akhirnya mengangkat kesejahteraan warga.

Karena itu, ia menilai Untad memegang peran penting dalam menopang pembangunan daerah lewat jalur pendidikan, riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat. Rusmiadi berharap para wisudawan dan wisudawati Untad tumbuh sebagai pribadi berintegritas, inovatif, dan adaptif, serta sanggup menawarkan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika Untad memperkuat kerja sama dengan pemerintah, kalangan usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut dianggap penting untuk mendorong pembangunan Sulawesi Tengah secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Rusmiadi menegaskan komitmen Pemprov Sulteng memperluas akses pendidikan lewat program Berani Cerdas yang merupakan bagian dari Sembilan Berani. Data yang disampaikan menunjukkan penerima manfaat program tersebut di Untad pada 2026 mencapai 16.884 mahasiswa, dengan total nilai bantuan Rp59.494.391.273.

Dukungan itu, menurutnya, merupakan ikhtiar pemerintah menjaga keberlanjutan pendidikan sekaligus membuka peluang lebih luas bagi generasi muda meraih masa depan yang lebih baik. Namun ia mengingatkan, bantuan pendidikan mesti diimbangi semangat belajar, prestasi, integritas, dan tanggung jawab dari para mahasiswa.

Bacaan Lainnya

Rusmiadi berpesan agar para lulusan terus mengasah kapasitas dan keterampilan, berani berinovasi, serta mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, bukan hanya berburu pekerjaan. Ia meminta seluruh wisudawan dan wisudawati tidak takut berinovasi dan menjadi pencipta peluang.

Sumber: sultengraya.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *