RadarLuwu.com, Luwu Timur – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1403/Sawerigading Palopo resmi dibuka di Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (13/10/2026), dengan sasaran jalan dan jembatan desa. Upacara pembukaannya dipimpin langsung Bupati Irwan Bachri Syam dan menjadi penanda dimulainya seluruh pekerjaan fisik program itu.
Ada dua wilayah yang menjadi sasaran. Pekerjaan di Kecamatan Wasuponda diarahkan pada rabat beton dan peningkatan jalan di Dusun Rende-Rende, Desa Parumpanai. Sementara di Kecamatan Wotu, sasaran program berupa perbaikan jembatan di Desa Cendana.
Dua jenis pekerjaan tersebut dinilai bakal berdampak pada kualitas akses transportasi warga. Mobilitas masyarakat di wilayah sasaran diharapkan lebih lancar sekaligus menopang aktivitas sosial dan ekonomi setempat.
Pada rangkaian pembukaan, Bupati menyerahkan cangkul kepada perwakilan TNI sebagai simbol resminya program ini dimulai. Ia lalu bersama Dandim 1403/Sawerigading Palopo, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, meneken dokumen serah terima pekerjaan TMMD untuk Tahun Anggaran 2026.
Turut menyaksikan Wakil Bupati Luwu Timur Puspawati Husler, Ketua DPRD Luwu Timur Ober Datte, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, jajaran kepala organisasi perangkat daerah, Camat Wasuponda, aparat TNI-Polri, pelajar, hingga warga sekitar.
Di hadapan peserta upacara, Irwan menegaskan pembangunan tidak seharusnya menumpuk di kawasan perkotaan. Menurutnya, desa juga wajib memperoleh perhatian karena pemerataan menjadi kunci kemajuan daerah. “Pembangunan tidak boleh hanya berpusat di kawasan perkotaan. Desa juga harus mendapatkan perhatian, karena pemerataan pembangunan merupakan bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah,” tegas bupati yang akrab disapa Ibas itu.
Ia menyebut TMMD sebagai wujud kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan yang hasilnya bisa langsung dirasakan warga. Semangat gotong royong serta kemanunggalan TNI bersama rakyat, lanjutnya, menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun desa. “Program TMMD ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Melalui program ini, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan dalam membangun desa,” ujarnya.
Pelaksanaan TMMD ke-130 dijadwalkan sebulan penuh, mulai 13 Oktober sampai 11 November 2026. Selama periode itu, prajurit TNI bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan masyarakat untuk menuntaskan seluruh rencana yang sudah disusun.
Sebelumnya, di lokasi yang sama, Dandim bersama Bupati membagikan 20 paket sembako sebagai bantuan sosial kepada warga Desa Parumpanai. Penyerahannya dilakukan secara simbolis di Lapangan Upacara TMMD, Selasa (13/10/2026).
Windra menjelaskan, kegiatan sosial melekat pada pelaksanaan TMMD. Menurutnya, program itu tidak berhenti pada pembangunan jalan, rumah, maupun fasilitas umum, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan memperkuat kebersamaan dengan masyarakat. “TMMD bukan hanya membangun jalan, rumah, dan fasilitas umum, tetapi juga membangun kepedulian, kebersamaan, serta semangat gotong royong. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” jelasnya.
Melalui bakti sosial itu, ia berharap kehadiran TNI bersama pemerintah daerah membawa manfaat yang dirasakan langsung oleh warga.

