Bentrok Bawalipu dan Lampenai di Wotu Pecah Lagi, Dua Warga Luka

Bentrok susulan warga Bawalipu dan Lampenai di Wotu Luwu Timur
Suasana pasca bentrokan susulan warga Bawalipu dan Lampenai di poros Trans Sulawesi Wotu-Tomoni, Jumat malam (16/10/2026), dengan aparat Polri dan Babinsa bersiaga di lokasi. Foto: Istimewa

WOTU, LUWU TIMUR — Bentrok susulan antar warga Desa Bawalipu dan Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, kembali pecah. Insiden pada Jumat malam, 16 Oktober 2026, itu terjadi di poros Trans Sulawesi Wotu–Tomoni dan mengakibatkan dua warga mengalami luka-luka.

Bentrokan ini menjadi perhatian karena berlangsung sepekan setelah aparat memediasi kedua kelompok warga. Warga menilai kejadian terbaru menunjukkan persoalan belum selesai dan berpotensi menimbulkan korban berikutnya.

Kronologi: bentrok di poros Trans Sulawesi

Berdasarkan keterangan warga di lokasi, bentrokan susulan terjadi pada Jumat malam dan melibatkan kelompok pemuda dari kedua desa. Dua korban dilaporkan terluka dalam kejadian tersebut, sementara warga di sekitar lokasi dilanda kecemasan.

Sejumlah warga menyebut, bentrokan dipicu dendam lama yang belum tuntas diselesaikan. Pertikaian antar kampung juga diakui sering terjadi di wilayah Wotu.

Mediasi dan pengamanan sudah dilakukan Polres Luwu Timur

Polres Luwu Timur bersama Babinsa wilayah Wotu sebelumnya telah melakukan upaya pengamanan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di dua desa yang bertikai. Namun hingga hari ketujuh pasca-mediasi, bentrokan kembali terjadi.

“Langkah mediasi dan pengamanan sudah dilakukan sejak awal oleh Polres dan Babinsa Wotu untuk menjaga Kamtibmas. Tapi faktanya, bentrokan masih terjadi lagi,” kata warga di lokasi kejadian.

Bacaan Lainnya

Warga minta pelaku diamankan

Warga menegaskan, konflik akan berkepanjangan jika pelaku utama tidak segera diamankan kepolisian. Mereka menyampaikan hal itu langsung dari lokasi bentrok.

“Ini akan panjang jika pelaku tidak segera diamankan. Akan ada korban lagi kalau tidak ada penanganan serius,” kata seorang warga, Jumat malam (16/10/2026).

Desakan agar Kapolda Sulsel turun tangan

Masyarakat Wotu kini berharap ada penanganan yang lebih serius dari pihak kepolisian. Mereka secara tegas meminta Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, yang dilantik awal Oktober 2026, turun tangan langsung.

“Masyarakat Wotu minta penanganan bentrokan ini lebih serius. Kami sangat berharap Kapolda Sulsel yang baru turun tangan demi mengantisipasi bentrokan yang panjang, agar tidak ada lagi korban yang bertambah,” ujar warga.

Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih bersiaga di lokasi untuk mencegah bentrokan susulan meluas. Warga berharap kepolisian tidak berhenti pada mediasi, tetapi juga menindak pelaku agar bentrok antar kampung di Wotu tidak berulang.

Baca juga: Bentrok Pemuda Bawalipu-Lampenai di Wotu, Polisi Turun Tangan

Pos terkait