RadarLuwu.com, Palu – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu menggelar kuliah umum bertema “Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan” di Gedung Banua Kaili (GBK) Rusdy Toana, Senin (28/9/2026). Forum akademik tersebut menghadirkan Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar, M.A., sosok yang pernah menjabat Menteri Agama Republik Indonesia ke-21 pada periode 10 Agustus 2001 hingga 20 Oktober 2004 di Kabinet Gotong Royong era Presiden Megawati Soekarnoputri.
Said Agil bukan nama baru dalam kajian keislaman. Ia merupakan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di bidang Ushul Fiqh dan dikenal luas sebagai akademisi yang mendalami Al-Qur’an. Kehadirannya di hadapan civitas akademika Unismuh Palu membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai kedudukan Al-Qur’an sebagai sumber nilai, pedoman hidup, sekaligus inspirasi pengembangan ilmu pengetahuan.
Dalam paparannya, Said Agil menegaskan bahwa Al-Qur’an menempati posisi sentral bagi umat Islam dan memuat petunjuk yang tetap relevan sepanjang zaman. Kitab suci itu, katanya, tidak cukup hanya dibaca, tetapi mesti dipahami serta diamalkan dalam keseharian. Setiap ayat yang dipelajari semestinya menjadi pedoman dalam membentuk sikap dan perilaku umat.
Ia menyebut Al-Qur’an sebagai kitab paling sempurna dan wahyu paling lengkap. Menurutnya, berbagai bukti menunjukkan Al-Qur’an merupakan sumber pengetahuan yang terus berkembang. Manfaatnya mencakup banyak bidang, mulai dari sastra, pemikiran, hingga pengetahuan yang berkaitan dengan pengobatan.
Said Agil juga mengingatkan bahwa sejak dulu Al-Qur’an kerap menghadapi tuduhan dari pihak-pihak yang meragukan sumber dan kebenarannya. Kitab suci itu pernah dituduh sekadar cerita masa lalu atau perkataan tanpa dasar kebenaran. Namun perjalanan sejarah, ujarnya, membuktikan Al-Qur’an tetap menempati posisi penting bagi umat Islam dan terus dikaji dari berbagai sudut pandang.
Ia menekankan pentingnya menjadikan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Persoalan yang dihadapi umat, menurutnya, perlu dikembalikan kepada nilai-nilai Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk dan prinsip kehidupan. Meski diturunkan pada zaman dahulu, Al-Qur’an tetap memberikan isyarat dan tuntunan bagi manusia di tengah perkembangan teknologi seperti sekarang.
Pada kesempatan itu, Said Agil turut menyinggung kemudahan umat Islam dalam mempelajari dan membaca Al-Qur’an. Kemajuan metode pembelajaran dan teknologi, katanya, semakin mempermudah masyarakat, termasuk anak-anak, belajar membaca Al-Qur’an sejak usia dini. Dengan pendekatan yang tepat, peserta didik tingkat sekolah dasar dapat diarahkan mampu membaca Al-Qur’an, dan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses tersebut.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa Al-Qur’an berperan penting dalam membangun tradisi keilmuan. Mahasiswa sebagai generasi intelektual dinilai tidak cukup menjadikan Al-Qur’an sekadar bacaan keagamaan, tetapi juga perlu menggali nilai keilmuan, moral, dan kemanusiaan di dalamnya. Nilai-nilai itu diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teoritis, melainkan terwujud dalam perilaku dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Rektor Unismuh Palu dalam sambutannya menyatakan kuliah umum ini menjadi momentum berharga bagi mahasiswa dan dosen. Menurutnya, kehadiran Said Agil menghadirkan wawasan serta pengalaman langsung dari akademisi yang berpengalaman panjang di bidang keislaman dan pemerintahan. Ia berharap materi yang disampaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan yang didengar di forum akademik, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Unismuh Palu menghadirkan ruang akademik yang mempertemukan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan pengalaman praktis dari tokoh nasional.
Sumber: sultengraya.com







