Harga Laptop di Makassar Melonjak Nyaris 200 Persen Imbas Chip Memori AI

Direktur PT Agres Makassar Teknologi Dony Purnomo J Goritman bersama manajemen menggunting pita pembukaan cabang Agres ID di Makassar
Direktur PT Agres Makassar Teknologi, Dony Purnomo J Goritman (tengah) bersama manajemen, menggunting pita tanda dibukanya cabang baru Agres ID di Ruko Alauddin Plaza, Jalan Sultan Alauddin Nomor 3, Makassar, Minggu (25/10/2026). Meskipun harga laptop melonjak, Agres ID tetap memperluas jangkauannya di Makassar, dengan menyasar pelajar dan mahasiswa. Foto: Tribun-Timur.com/Rudi Salam

RadarLuwu.com, Makassar – Harga laptop di Makassar melonjak nyaris 200 persen dibandingkan setahun lalu. Pemicunya bukan kenaikan biaya produksi di pabrik, melainkan perebutan chip memori dunia untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan pusat data. Lonjakan itu mulai dirasakan pembeli di toko komputer, terutama pelajar dan mahasiswa yang selama ini jadi pasar terbesar perangkat tersebut.

Area Sales Manager Axioo Sulawesi, Rizka Anggraeni, menuturkan harga jual laptop kini jauh di atas tahun sebelumnya setelah komponen RAM (Random Access Memory) dan SSD (Solid State Drive) melambung. “Kenaikannya itu hampir 200 persen. Karena dulu kami sempat punya harga Rp2 jutaan, beberapa mungkin setahun yang lalu. Hari ini harga laptop termurah sudah di Rp5 jutaan,” kata Rizka usai pembukaan Agres ID di Ruko Alauddin Plaza, Jalan Sultan Alauddin Nomor 3, Makassar, Minggu (25/10/2026).

Meski harga melonjak, Rizka menilai kebutuhan laptop untuk belajar, bekerja, hingga berusaha tetap besar. Axioo berupaya menjaga harga tetap bersaing, salah satunya dengan menyertakan perlindungan kerusakan akibat kejadian tidak disengaja (Accidental Damage Protection) selama tiga tahun. Ia menyarankan calon pembeli memahami lebih dulu kebutuhan pemakaian, lalu menyesuaikannya dengan anggaran.

Senada, Regional Manager Lenovo Indonesia, Daud, menegaskan kenaikan harga bukan berasal dari nilai produksi perangkat, tetapi dari komponen. Menurut dia, pertumbuhan AI membuat permintaan RAM dan SSD melonjak sehingga harganya sulit dibendung. “Kenaikan harga ini terjadi bukan karena dari nilai produksi Lenovo yang naik, tetapi dari nilai komponen yang naik,” ujarnya.

Di sisi penjual, mahalnya laptop tidak menyurutkan ekspansi. Agres ID membuka cabang keempat di Kota Makassar, Minggu (25/10/2026), setelah sebelumnya beroperasi di Jalan Bau Mangga, Computer City Jalan Pengayoman, dan Karebosi Link. Direktur PT Agres Makassar Teknologi, Dony Purnomo J Goritman, menyebut pelajar dan mahasiswa sebagai sasaran utama cabang baru karena kawasannya dikelilingi kampus dan sekolah. Untuk meringankan pembeli, disiapkan merek lokal berharga Rp4 juta sampai Rp6 juta, potongan Rp500 ribu bagi pelajar dan mahasiswa, layanan Agres Care, serta tambahan diskon Rp200 ribu hingga akhir Oktober 2026.

Guru Besar Teknik Informasi Universitas Hasanuddin, Prof Indrabayu, memperkirakan harga laptop tetap tinggi, bahkan bisa naik lagi dalam satu sampai dua tahun ke depan. Profesor bidang ilmu AI itu menyebut situasi ini bukan siklus harga memori biasa, melainkan perubahan struktural: produsen chip memprioritaskan memori kelas atas untuk GPU di pusat data AI. Produksi DRAM dunia pun sangat terkonsentrasi pada Samsung, SK Hynix, dan Micron yang menguasai lebih dari 95 persen pasokan global.

Bacaan Lainnya

Menurut Indrabayu, kebutuhan wafer untuk High Bandwidth Memory (HBM) pada GPU AI bisa sekitar tiga kali lipat dibanding DDR5 untuk kapasitas bit yang sama. Produksi memori kelas atas pada 2026 diperkirakan terserap pusat data AI hingga sekitar 70 persen, naik jauh dari kisaran 20 sampai 30 persen beberapa tahun sebelumnya. Pada awal 2026, harga kontrak DRAM tercatat menanjak lebih dari 90 persen hanya dalam sekuartal, sementara rata-rata harga PC naik sekitar 17 persen. “AI yang kita puji-puji itu, secara harfiah, sedang memakan RAM dari laptop yang mau kita pakai untuk belajar AI,” katanya.

Karena itu, Indrabayu menyarankan warga yang membutuhkan laptop tidak menunda pembelian sambil menunggu harga turun. Kapasitas RAM dan SSD sebaiknya dipertimbangkan sejak awal, sebab menambah spesifikasi belakangan berpotensi memakan biaya lebih besar. Bagi yang butuh komputasi berat, layanan AI berbasis cloud dinilai bisa menjadi jalan alternatif.

Sumber: Tribun Timur

Pos terkait