Kebakaran Lahan di Toraja Utara Hanguskan Liang Kubur dan Ratusan Peti

Liang Pongtimban Baruppu Toraja Utara terbakar
Tebing Liang Pongtimban di Baruppu, Toraja Utara, yang berisi ratusan peti mayat terbakar, Sabtu (24/10/2026). Foto: Kareba Toraja

TORAJA UTARA — Kebakaran hutan dan lahan di Dusun Salurea Rangri, Kelurahan Baruppu’ Selatan, Kecamatan Baruppu’, Toraja Utara, merambat ke Liang Pongtimban dan menghanguskan ratusan peti mayat. Lurah Baruppu’ Selatan, Natan Pongtoko, menyatakan api masih menjalar ke tebing yang sulit dijangkau hingga Sabtu malam (24/10/2026).

Kebakaran berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu, 23 sampai 24 Oktober 2026. Api yang semula membakar vegetasi di lereng bukit meluas ke area liang, kuburan khas Toraja yang dipahat pada dinding tebing batu. Puluhan pintu liang dilaporkan terbakar.

Natan mengatakan pihaknya belum memiliki data lengkap jumlah peti yang terbakar. Setiap pintu liang dimiliki satu rumpun keluarga, sehingga hanya keluarga tersebut yang mengetahui berapa peti yang tersimpan di dalamnya. “Kalau jumlah pastinya belum bisa dihitung, yang jelas itu ratusan karena liang ini merupakan kuburan umum pada zaman dahulu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu malam.

Hingga Sabtu malam, api masih merambat ke area tebing yang sulit dijangkau petugas, meski tebing tersebut sudah tidak lagi memiliki liang kubur. Pemadaman dilakukan bersama petugas Damkar Toraja Utara dan warga setempat.

Api juga sempat mendekati permukiman warga. Warga bergerak cepat menghalau kobaran sehingga tidak ada rumah yang terbakar.

Penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Natan menduga ada pihak yang sengaja membakar lahan, karena api baru terlihat muncul sekitar tengah malam. Ia menyatakan telah melaporkan peristiwa itu ke kepolisian. “Kita minta Polres mengusut tuntas kejadian ini,” katanya.

Bacaan Lainnya


Liang Pongtimban selama ini dikenal sebagai salah satu kuburan batu tua di Baruppu’. Peti jenazah warga Toraja ditempatkan di ceruk-ceruk yang dipahat pada tebing, dan sebagian pintu liang dihiasi tau-tau, patung kayu pengganti sosok orang yang meninggal.

Sumber: Kareba Toraja — Redaksi RadarLuwu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *