Warga Balambano Pertanyakan Foto di Dokumen AMDAL PT Vale, Perusahaan Akui Kekeliruan

Pertemuan warga Balambano dan PT Vale Indonesia membahas dokumen AMDAL di Wasuponda
Pertemuan Pemkab Luwu Timur, warga Balambano, PT Vale Indonesia, dan Komisi III DPRD Luwu Timur di Kantor Kecamatan Wasuponda, Kamis (1/10/2026). Foto: Dok. Radarluwu

Radarluwu, WASUPONDA — Satu lembar foto di dokumen perubahan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) PT Vale Indonesia Tbk dipertanyakan warga Balambano: foto itu, kata Hamka, diambil di rumahnya, bukan dalam kegiatan sosialisasi perubahan AMDAL September 2024. Pihak perusahaan pun mengakui hal itu sebagai kekeliruan.

Pertemuan yang turut dihadiri Komisi III DPRD Luwu Timur tersebut digelar di Kantor Kecamatan Wasuponda, Kamis (1/10/2026).

Dalam pertemuan itu, PT Vale Indonesia memperlihatkan sejumlah dokumen kelengkapan AMDAL yang disebut telah diajukan ke kementerian. Salah satu bagian yang menjadi pertanyaan warga adalah foto yang disebut sebagai dokumentasi kegiatan sosialisasi perubahan AMDAL.

Hamka menegaskan, foto tersebut bukan dokumentasi kegiatan sosialisasi perubahan AMDAL PT Vale Indonesia yang berlangsung pada September 2024.

“Itu kenapa ada foto saya di situ. Itu di rumah saya, kenapa ditempel? Bukan pertemuan sosialisasi AMDAL itu. Jangan diklaim itu,” ujar Hamka dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, persoalan yang dipertanyakan bukan keberadaan dirinya dalam foto, melainkan konteks foto itu ketika digunakan sebagai dokumentasi sosialisasi AMDAL. Ia mempertanyakan apakah foto tersebut benar-benar diambil dalam kegiatan sosialisasi perubahan AMDAL atau merupakan dokumentasi dari kegiatan lain.

Bacaan Lainnya

“Ada foto yang dilampirkan bukan dari bagian sosialisasi. Semua foto yang dilampirkan tidak ada sosialisasi AMDAL,” katanya.

Hamka menilai, apabila sebuah foto digunakan sebagai dokumentasi kegiatan sosialisasi AMDAL, maka harus dapat dijelaskan secara jelas kapan dan di mana kegiatan berlangsung, siapa saja yang hadir, serta apa materi yang disampaikan kepada masyarakat.

“Yang harusnya dilibatkan dalam sosialisasi AMDAL itu masyarakat,” ujarnya.

Warga juga mempertanyakan sejumlah foto lain yang disebut menjadi bagian dari dokumen perubahan AMDAL PT Vale Indonesia. Menurut mereka, dokumentasi dalam dokumen tersebut seharusnya benar-benar menggambarkan proses sosialisasi yang melibatkan masyarakat terdampak maupun pihak yang berkepentingan.

Karena itu, warga meminta adanya penjelasan mengenai asal-usul setiap foto yang digunakan, termasuk waktu, lokasi, agenda kegiatan, serta pihak-pihak yang hadir. Persoalan itu dinilai penting untuk menghindari kesalahpahaman mengenai proses sosialisasi perubahan AMDAL yang disebut berlangsung pada September 2024.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan juga berkaitan dengan pekerjaan pipa di wilayah Balambano. Dalam penjelasan yang disampaikan, pekerjaan pipa disebut berkaitan dengan kegiatan perawatan, bukan pemindahan jalur pipa dengan jarak yang jauh dari lokasi awal. Hal ini menjadi bagian dari pembahasan karena masyarakat sebelumnya mempertanyakan aktivitas pekerjaan pipa di sekitar wilayah mereka.

Namun, persoalan dokumentasi sosialisasi AMDAL menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian warga. Bagi masyarakat, penjelasan mengenai dokumen AMDAL penting karena dokumen tersebut berkaitan dengan proses pemenuhan kewajiban lingkungan perusahaan dan keterlibatan masyarakat dalam prosesnya.

Warga berharap PT Vale Indonesia memberikan penjelasan rinci mengenai dokumentasi yang digunakan dalam dokumen perubahan AMDAL, termasuk memastikan kesesuaian antara foto, kegiatan, waktu, lokasi, dan proses sosialisasi yang sebenarnya.

Sementara itu, pihak PT Vale Indonesia mengakui bahwa pertanyaan warga terkait penggunaan foto sebagai dokumentasi sosialisasi perubahan AMDAL merupakan kekeliruan.

“Kami tidak bisa menjawabnya secara ilmiah. Karena tim kami hari ini tidak lengkap. Dan itu adalah kekeliruan kami,” ucap Eksternal PT Vale Indonesia, Iskandar Ismail.

Baca juga: Warga Balambano Tolak Pipa PT Vale, Ketua Komisi 3 DPRD Lutim Sebut Sosialisasi Amdal Tak Jalan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar