PT Vale Minta Maaf ke Jubir FKMB, Akui Sebar Info Tanpa Cek Lapangan

Forum pembahasan polemik pipa minyak PT Vale Indonesia di Balambano, Wasuponda
Suasana forum pembahasan polemik pipa minyak PT Vale Indonesia di Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur. Foto: SwarnasAktual.id

RadarLuwu.com, Luwu Timur – PT Vale Indonesia Tbk menyampaikan permintaan maaf kepada Risal Mujur, juru bicara Forum Komunikasi Masyarakat Balambano (FKMB) Kecamatan Wasuponda. Perusahaan sekaligus mengakui laporan tim lapangannya sendiri soal keluarga Risal disebarkan tanpa diperiksa lebih dulu.

Permintaan maaf itu menyangkut informasi keliru yang sempat beredar tentang dirinya di tengah polemik pekerjaan pemindahan jalur (reroute) pipa minyak PT Vale di Balambano.

Yang menyampaikan permintaan maaf itu adalah Senior Koordinator Stakeholder Relations PT Vale Indonesia, Iskandar Ismail. Ia menegaskan bicara atas nama manajemen perusahaan.

Menurut Iskandar, persoalan bermula saat seorang jurnalis memintanya mengonfirmasi penolakan warga atas rute pipa di Balambano. Ia ketika itu membenarkan penolakan tersebut terjadi, salah satunya karena warga setempat tidak dilibatkan dalam penentuan titik jalur.

Belakangan muncul laporan dari tim lapangan yang membuat keluarga Risal Mujur tersudut. Iskandar mengaku ikut menyebarkan informasi itu tanpa mengeceknya di lapangan.

“Kekeliruannya, ya saya menyebarkan info tersebut tanpa melakukan cek dan ricek langsung di lapangan bersama tim,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia juga membantah isu yang beredar di media sosial, yang menyebut Risal Mujur mencari keuntungan pribadi dari polemik tersebut. “Itu tidak benar,” ujarnya singkat.

Penolakan warga Balambano sendiri bukan hal baru. Komisi III DPRD Luwu Timur meninjau lokasi proyek pada Senin (21/9/2026), dan dalam peninjauan itu perwakilan PT Vale menyatakan pekerjaan pemasangan pipa dihentikan sementara. Persoalan berlanjut dalam rapat dengar pendapat di Kantor Camat Wasuponda, Kamis (1/10/2026).

Dalam rapat itu, Risal Mujur memaparkan sejumlah alasan penolakan warga, termasuk persoalan foto warga yang dipakai sebagai dokumentasi sosialisasi dalam dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) – hal yang kemudian diakui pihak perusahaan.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi yang menyatakan pekerjaan pemindahan jalur pipa dilanjutkan. RadarLuwu.com juga membuka ruang bagi PT Vale Indonesia maupun FKMB Balambano untuk memberikan tanggapan atas pemberitaan ini.

Baca juga: Warga Balambano Pertanyakan Foto di Dokumen AMDAL PT Vale, Perusahaan Akui Kekeliruan

Baca juga: Warga Balambano Tolak Pipa PT Vale, DPRD Soroti Sosialisasi dan Trauma Towuti

Baca juga: PT Vale Dinilai Bohongi Publik, Warga Balambano Hentikan Proyek Pipa Minyak

Pos terkait