Warga Balambano Tolak Pipa PT Vale, Ketua Komisi 3 DPRD Lutim Sebut Sosialisasi Amdal Tak Jalan

Rapat tindak lanjut RDP penolakan pipa PT Vale di Kantor Camat Wasuponda
Rapat tindak lanjut RDP atas pengaduan warga Dusun Balambano soal pemasangan pipa PT Vale Indonesia Tbk di Kantor Camat Wasuponda, Kamis (1/10/2026). Foto: Dok. Radarluwu

Radarluwu, WASUPONDA — Kewajiban sosialisasi dalam dokumen Amdal yang dinilai tidak dijalankan membuat penolakan warga Dusun Balambano terhadap pipa PT Vale Indonesia Tbk bergulir menjadi masalah besar. Ketua Komisi 3 DPRD Luwu Timur, Rivaldi, menyoroti hal itu di Kantor Camat Wasuponda, Kamis (1/10/2026), dan menyinggung trauma warga Towuti atas pipa yang pernah meletus.

Rivaldi menyampaikan penilaian itu dalam rapat tindak lanjut RDP, pertemuan empat atas pengaduan warga Dusun Balambano, Desa Balambano, Kecamatan Malili.

Menurutnya, warga tidak anti investasi. Keberatan muncul karena kewajiban sosialisasi dalam dokumen Amdal dinilai tidak dilaksanakan.

“Yang harusnya tidak menjadi masalah, hari ini menjadi masalah besar,” ujarnya.

Warga, lanjut Rivaldi, juga sudah mengusulkan lokasi alternatif untuk jalur pipa di dalam wilayah IUPK dan IPPKH milik Vale.

Usulan itu disebutnya tidak dijawab dengan penjelasan teknis, sementara titik pipa tetap dibangun di pinggir jalan.

Bacaan Lainnya

Faktor keselamatan menjadi alasan utama. Rivaldi menyinggung pipa yang meletus di Kecamatan Towuti dan menyebut kejadian itu membekas di benak warga.

“Kami tidak meragukan faktor keselamatan dari PT Vale, tapi hari ini kita saksikan bersama di Towuti, katanya aman, maintenance-nya bagus, nyatanya meletus,” ungkapnya.

Ia juga menolak anggapan bahwa warga bergerak karena kepentingan pribadi.

“Saya selaku wakil rakyat merasa miris melihat metode penyelesaian masalah seperti ini,” katanya.

Dalam rapat itu Rivaldi turut menyesalkan ketidakhadiran Vale pada pertemuan Senin lalu yang diundang langsung oleh Sekda Luwu Timur.

Dari pihak perusahaan, Senior Koordinator Stakeholder Relations PT Vale Indonesia, Iskandar Ismail, menyatakan undangan Senin baru mereka terima Minggu malam sehingga bahan paparan belum lengkap.

“Kami minta diundur,” ujarnya.

Menurut Iskandar, permintaan penundaan disampaikan melalui Camat kepada Sekda, namun surat undangan disebut sudah ditandatangani.

Perusahaan akhirnya mengusulkan rapat digelar Rabu atau Kamis.

Iskandar mengatakan tim teknis menyiapkan materi soal alasan historis dan legal penempatan titik pipa, dengan harapan proyek dapat dilanjutkan setelah sosialisasi.

Baca juga: PT Vale Dinilai Bohongi Publik, Warga Balambano Hentikan Proyek Pipa Minyak

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 Komentar