RadarLuwu.com, Wotu – Bentrokan antar kelompok pemuda di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Kamis malam (8/10), dipicu kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua pelajar SMA sehari sebelumnya. Kedua kubu sempat saling lempar batu hingga arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi arah Masamba–Wotu tersendat.
Kepala Seksi Humas Polres Luwu Timur AKP Muhammad Husain menyebut, dua pelajar berusia 16 tahun asal Desa Bawalipu itu meninggal setelah sepeda motor yang mereka boncengi terlindas truk, Rabu (7/10) sekitar pukul 20.58 Wita di Jalan Trans Sulawesi, Desa Arolipu, Kecamatan Wotu.
Insiden kecelakaan itu diduga berawal dari pengejaran sekelompok pemuda lain. Hal itulah yang kemudian berbuntut bentrokan antardesa pada Kamis malam.
“Pemicu terjadinya bentrokan antar kelompok yakni terkait peristiwa kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan dua pelajar meninggal dunia pada Rabu (7/10), karena diduga adanya pengejaran dari pemuda kelompok lain,” kata Husain dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).
Menurut Husain, bentrokan meletus Kamis (8/10) sekitar pukul 20.40 Wita. Kelompok pemuda Desa Bawalipu disebut lebih dulu melakukan penyerangan, dengan jumlah sekitar 60 orang. Warga Desa Lampenai lalu melakukan perlawanan sehingga kedua kubu saling serang dengan lemparan batu.
Polsek Wotu berupaya menghentikan kedua kelompok, tetapi langkah itu tidak berhasil. Personel sempat melepas dua kali tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan. Polsek Wotu lantas meminta bantuan Polres Luwu Timur, dan 15 personel tambahan dikerahkan untuk mengamankan lokasi.
“Kemudian pihak kepolisian melakukan penggalangan melalui kepala Desa Bawalipu, sehingga pukul 23.30 Wita, kedua kelompok pemuda membubarkan diri,” ungkap Husain.
Polisi masih menyelidiki peristiwa ini, antara lain dengan memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Penyidik juga mendalami dugaan pengejaran yang membuat kedua siswa SMA itu tewas terlindas truk.
“Sebelum bubar kami meminta agar kasus tersebut sepenuhnya diserahkan ke pihak kepolisian, untuk menindaklanjuti kejadian tersebut,” jelas Husain.
Diketahui, kedua korban berboncengan sepeda motor dan diduga hendak mendahului pengendara lain. Mereka diduga kehilangan kendali lalu terjatuh tepat di samping kanan belakang truk. Pengendara motor mengalami luka terbuka pada pelipis, pipi, dan dahi serta patah tulang, sedangkan yang dibonceng mengalami luka lebam pada bagian dada. Keduanya sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.

