Karhutla Gunung Lesang Pangkep Meluas, 21,51 Hektare Terbakar dan Api Mendekati Permukiman

Asap karhutla membumbung di perbukitan karst Gunung Lesang, Pangkep, Sulawesi Selatan
Asap membumbung dari perbukitan karst di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, saat kebakaran hutan dan lahan di Gunung Lesang, kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, belum padam, Sabtu (3/10/2026). Foto: ANTARA/HO-TN Babul

Radarluwu, PANGKEP — Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Lesang, kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul), Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, belum juga padam hingga Sabtu (3/10/2026). Api yang sudah berlangsung empat hari itu kini merambat ke kawasan karst Matojeng, sementara titik api terdekat berada sekitar 150 meter dari permukiman warga. Luas area yang terbakar tercatat 21,51 hektare.

Merambat ke Karst Matojeng

Pantauan di Kampung Matojeng, Kelurahan Minasatene, Sabtu (3/10), asap membumbung di kawasan karst Matojeng. Api terlihat membakar pepohonan kering di sepanjang lereng gunung di sisi timur kampung. Sesekali terdengar suara letusan dari rumpun bambu yang ikut terbakar.

Api karhutla Gunung Lesang Pangkep
Api membakar pepohonan kering di lereng bukit kawasan Gunung Lesang, Pangkep. Foto: Muhammad Subhan/detikSulsel

Komandan Regu 1 Manggala Agni TN Babul, Muhammad Ikfar, membenarkan api sudah meluas ke kawasan karst Matojeng. “Kondisi apinya itu saat ini telah menyebar hingga ke kampung Matojeng,” katanya.

Menurut Ikfar, api juga sudah menjalar ke Kampung Sabila dan timnya terus memantau pergerakan api di sana. Petugas pemadam kebakaran dari Manggala Agni TN Babul berupaya memutus jalur api yang mengarah ke permukiman dengan menarik selang panjang ke dalam hutan untuk melakukan penyiraman.

Jarak Titik Api 150 Meter dari Permukiman

Kepala Balai TN Babul, Rajab, menyatakan pemadaman diarahkan untuk mencegah sebaran api meluas dan mendekati kawasan permukiman warga di sekitar lokasi kebakaran. “Upaya pemadaman telah dilakukan untuk mencegah sebaran api meluas dan mendekati kawasan permukiman warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan petugas di lapangan, jarak titik api terdekat dengan kawasan yang dihuni warga sekitar 150 meter. Karena itu petugas gabungan masih bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi api kembali meluas.

Bacaan Lainnya

Medan Curam Menghambat Pemadaman

Titik api awalnya terlihat di Gunung Lesang, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Rabu (30/9/2026). Tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi, tetapi belum berhasil memadamkan api karena medan yang curam.

Kasatpol PP dan Damkar Pangkep, Hapiluddin, menyampaikan kondisi api saat petugas menarik diri sementara pada Kamis (1/10) dini hari. “(Kondisi api) sudah tidak terlalu parah, jadi anggota saya dan anggota Polisi Hutan (Polhut) balik kanan sekitar jam 2 dini hari,” katanya.

Dalam upaya pemadaman, petugas gabungan memakai metode pemadaman langsung pada titik-titik api di bagian kaki kawasan yang terbakar, disertai penyekatan area. Petugas juga melakukan pendinginan di sejumlah titik untuk memastikan bara tidak kembali menyala dan memicu kebakaran baru.

Bantuan Air dari Damkar Pangkep dan Semen Tonasa

Pasokan air untuk pemadaman datang dari pemadam kebakaran Kabupaten Pangkep dan pemadam kebakaran PT Semen Tonasa. “Kami berkolaborasi dengan pemadam kebakaran Kabupaten Pangkep dan pemadam kebakaran PT Semen Tonasa dengan menyuplai air sehingga kami mampu menekan sebaran api,” kata Rajab.

Sejumlah petugas dari TNI dan Polri juga terlihat memantau pergerakan api, dibantu warga setempat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai luas tambahan area yang terbakar maupun penyebab munculnya titik api di kawasan taman nasional tersebut.

Sumber: detikSulsel, ANTARA, iNews.id

Baca juga: Mobil Damkar Pangkep Terbalik di Labakkang, Dua Petugas Gugur saat Menuju Kebakaran

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *