RadarLuwu.com, Manado – Atlet Hapkido asal Sulawesi Utara, Jenifer Priscila Mamoto, menorehkan prestasi gemilang dengan meraih medali emas pada nomor Daeryun Senior Putri Under 63 kilogram. Kejuaraan Nasional Hapkido Indonesia IX Tahun 2026 yang berlangsung di GOR Siger, Bandar Lampung, pada 26–27 September 2026 itu menjadi bukti kapasitasnya sebagai atlet sekaligus anggota Polri.
Perjalanan Jenifer menuju podium tertinggi bukanlah hal instan. Sebelumnya, pada PON XXI di Aceh, ia harus menerima kenyataan pahit. Bertanding di GOR KONI Banda Aceh pada 10 September 2024, ia melaju hingga final nomor Daeryun Putri 59–63 kilogram. Namun, Devi Safitri dari Kalimantan Barat berhasil mengalahkannya dengan skor 13-10, sehingga Jenifer membawa pulang medali perak.
Sebelum terjun ke PON, atlet yang sempat bertugas di Sipropam Polresta Manado ini telah menorehkan prestasi di Babak Kualifikasi PON XXI Yogyakarta 2023. Saat itu, ia meraih emas kelas 63 kilogram putri dan memastikan tiket ke PON Aceh-Sumatera Utara. Capaian itu melengkapi sederet prestasinya, termasuk gelar Juara I Bela Diri Polri pada Hari Bhayangkara ke-76 tahun 2022 kala masih berpangkat Briptu.
Atas prestasi tersebut, Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat upacara HUT ke-74 Polwan RI di Mabes Polri. Momen itu menjadi titik penting yang memperlihatkan kemampuannya menyeimbangkan tugas sebagai anggota Polri dengan karier sebagai atlet.
Usai PON, Jenifer untuk sementara absen dari kompetisi. Ia sengaja memberi kesempatan bagi atlet-atlet muda untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman bertanding. Baginya, regenerasi merupakan bagian tak terpisahkan dari pembinaan olahraga prestasi.
Ketika kembali dipercaya tampil, Jenifer membawa segudang pengalaman sebagai juara Pra-PON, peraih perak PON, dan berdinas sebagai anggota Polri yang akrab dengan tekanan pertandingan. Bekal itu menjadi modal berharga saat berlaga di Lampung hingga akhirnya mengantarkannya ke podium tertinggi.
Medali emas di Kejurnas Hapkido Indonesia IX 2026 ini sekaligus menjadi penebus dahaga setelah sebelumnya hanya mampu meraih perak di partai final PON. Prestasi tersebut juga menegaskan bahwa Hapkido Sulawesi Utara terus menyumbang atlet berprestasi di kancah nasional.
Usai pertandingan, Jenifer mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan Yesus atas penyertaan yang membawanya meraih hasil terbaik. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, pelatih, sesama atlet, Pengprov Hapkido Sulut, dan institusi Polri yang tidak pernah lepas memberi dukungan.
Sumber: rri.co.id






