Radarluwu, BELOPA — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 dinilai tidak cukup berhenti pada seremoni. Ketua Badan Kajian dan Pengawasan Pembangunan Aliansi Media Jurnalis Independen Republik Indonesia (BKPP AMJI-RI), Muh Rafi, menegaskan nilai-nilai Pancasila harus terasa nyata dalam bentuk stabilitas keamanan, pemerataan infrastruktur, dan peningkatan mutu kesehatan masyarakat, termasuk di Kabupaten Luwu.
“Aktualisasi Pancasila harus dirasakan langsung dalam wujud stabilitas keamanan, pemerataan pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Muh Rafi dalam pernyataannya, Kamis (1/10/2026).
Ia menilai sinergi antara ideologi Pancasila, ketertiban hukum, serta akselerasi pembangunan fisik dan sosial menjadi kunci mewujudkan kesejahteraan masyarakat Luwu yang berkeadilan. Peringatan tahun ini mengusung slogan “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa, Mengokohkan Kamtibmas, Mendorong Infrastruktur Merata, Menuju Luwu Sehat dan Sejahtera”.
Kamtibmas dan peran Polres Luwu
Muh Rafi menyoroti pentingnya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai fondasi agar roda kehidupan sosial dan ekonomi berjalan baik. Menurut dia, jajaran Polres Luwu layak diapresiasi karena merawat kondusivitas daerah melalui pendekatan humanis, penguatan silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat dan tokoh adat Kedatuan Luwu, hingga pengamanan di jalur lintas dan ruang publik.
Semangat itu tampak pada pelaksanaan upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di halaman Mapolres Luwu. Wakapolres Luwu Kompol Misbahuddin bertindak sebagai inspektur upacara, diikuti pejabat utama dan personel dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Infrastruktur dan layanan kesehatan
Pada sektor infrastruktur, Muh Rafi menyoroti proyek preservasi jalan, termasuk paket multi years contract (MYC) yang menghubungkan akses penting dari Luwu menuju Toraja Utara, serta pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di sejumlah titik wilayah pesisir Luwu. Ia menekankan agar setiap pembangunan tepat sasaran, transparan, dan memberi dampak nyata bagi nelayan, petani, dan pelaku UMKM lokal.
Untuk layanan kesehatan, ia menyebut rencana pembangunan infrastruktur kesehatan skala besar seperti rumah sakit regional modern serta peningkatan mutu layanan puskesmas dan fasilitas penunjang sebagai investasi sumber daya manusia. Menurutnya, peningkatan akses dan mutu layanan medis memastikan masyarakat di pelosok maupun perkotaan mendapat jaminan kesehatan yang layak, cepat, dan manusiawi.
“Dengan merawat Kamtibmas yang kondusif, mengawal transparansi pembangunan infrastruktur, serta mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan, kita sedang membuktikan bahwa Pancasila benar-benar sakti karena hidup dan bekerja nyata di tengah masyarakat Bumi Luwu,” ujarnya.





